Cek Fakta: Benarkah Efek Samping Vaksin Covid Bikin Haid Tak Teratur?

Ini cara menanganinya siklus menstruasi tidak teratur setelah mendapat vaksin Ma

6 Mei 2021

Cek Fakta Benarkah Efek Samping Vaksin Covid Bikin Haid Tak Teratur
Pexels/gustavo-fring

Vaksin Covid-19 merupakan sebuah harapan di tengah pandemi yang berkepanjangan ini. Namun, seperti kebanyakan obat lainnya, vaksin Covid-19 juga dapat memiliki efek samping, Ma, dari ringan hingga sedang.

Baru-baru ini beberapa orang yang telah divaksinasi melaporkan bahwa siklus menstruasi mereka menjadi terlambat dan saat datang bulan merasa lebih menyakitkan dari biasanya.

Lalu apakah benar vaksin Covid-19 membuat sikluas haid tidak teratur? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya. Yuk simak bersama, Ma.

1. Vaksin seharusnya tidak berefek pada siklus haid

1. Vaksin seharus tidak berefek siklus haid
Pexels/artem-podrez

Saat ini tidak ada penelitian yang mengaitkan efek samping vaksin pada siklus menstruasi yang tidak teratur. Para ahli sulit unutk menentukan apa yang menyebabkan gejala-gejala terlambatnya menstruasi setelah mengalami vaksinasi Covid-19.

Vaksin seharusnya tidak mengubah siklus menstruasi secara permanen, Ma. Jika gejala berlangsung selama lebih dari beberapa siklus, ada baiknya Mama melakukan konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan.

Editors' Picks

2. Menstruasi dipengaruhi banyak faktor

2. Menstruasi dipengaruhi banyak faktor
Pexels/sora-shimazaki

Selain itu, menstruasi merupakan proses yang kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor, Ma. Seperti perubahan lingkungan, tingkat stres, jadwal tidur, dan beberapa pengobatan yang Mama jalani.

Lapisan di rahim dianggap sebagai bagian aktif dari sistem kekebalan. Sehingga, ketika sistem kekebalan meningkat setelah divaksinasi maka kemungkinan Mama akan mengalami perubahan reaksi dari lapisan rahim. Jadi tidak heran jika vaksin memengaruhi menstruasi, namun hal ini harus diteliti lebih lanjut.

Kabar baiknya, siklus menstruasi yang berbeda dari biasanya setelah divaksin ini sifatnya hanya sementara, Ma. Jadi tidak ada alasan bagi Mama untuk tidak melakukan vaksin.

3. Mengonsumsi suplemen dan mandi air hangat

3. Mengonsumsi suplemen mandi air hangat
Pexels/cottonbro

Jika Mama mengalami siklus haid tidak tertatur dan haid yang menyakitkan setelah divaksin. Ada beberapa cara untuk meredakannya.

Salah satunya  Mama bisa mengonsumsi suplemen seperti obat antiradang untuk membantu Mama meredakan nyeri haid. Seperti obat ibuprofen, asetaminofen, aspirin atau antihistamin untuk mengurangi rasa sakit dan rasa tidak nyaman selama menstruasi. Tapi, konsumsi obat juga harus bedasarkan konsultasi dengan dokter ya.

Konsumsi suplemen sesuai dengan anjuran dokter ya, Ma.

4. Mandi air hangat dan tetap terhidrasi

4. Mandi air hangat tetap terhidrasi
Pexels/daria-shevtsova

Untuk meredakan kram saat menstruasi, bantalan pemanas yang dijual untuk di perut atau bawah punggung bisa sangat membantu Mama menenangkan diri dari siklus menstruasi yang menyakitkan, Ma.

Mandi air hangat juga disarankan karena sama halnya dengan bantalan pemanas, mandi air hangat dapat menenangkan otot tubuh sehingga meredakan kram saat menstruasi.

Mama juga harus tetap tehidrasi karena air juga dapat mengurangi rasa sakit Ma. Pastikan Mama mendapatkan setidaknya empat hingga enam cangkir air dalam satu hari untuk mengurangi rasa sakit ya, Ma.

5. Kurangi stres adalah kunci utama menstruasi lancar

5. Kurangi stres adalah kunci utama menstruasi lancar
Pexels/nataliya-vaitkevich

Selain itu Mama juga perlu untuk mengurangi stres. Stres psikologis nyatanya memang memengaruhi durasi dan aliran menstruasi, Ma. Ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mengurangi stres yaitu diantaranya:

  • Olahraga
  • Tidur malam yang nyenyak
  • Tetap berkomunikasi dengan orang terdekat
  • Menjaga kesehatan lewat makanan dan minuman.

Itulah informasi terkait vaksin Covid-19 bikin haid tak teratur. Untuk menghindari siklus haid tidak teratur atau menyakitkan setelah melakukan vaksinasi ada baiknya Mama menerapkan anjuran seperti di atas ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.