“Robotik dengan segala stabilitasnya, dengan presisinya, dan juga dengan kemajuan dari modalitas yang dimiliki itu sangat membantu sekali ergonomis dari dokter bedah, dan juga itu sangat membantu sekali kami untuk bisa kontrol terhadap jaringan yang kita mau angkat,” tutur Dr. dr. Ivan Rizal Sini, Presiden Komisaris Bundamedik sekaligus dokter bedah robotik pertama di Indonesia, Senin (27/7/26).
Dorong Pengembangan Bedah Robotik, Rumah Sakit Ini Gandeng ITB dan Kemenkes

- RSU Bunda Jakarta telah menangani hampir 1.000 bedah robotik sejak 2012, memanfaatkan Da Vinci XI untuk tindakan minimal invasif yang lebih presisi dan mendukung kerja dokter.
- Berdasarkan pengalaman 1.000 pasien, tim RSU Bunda Jakarta menyatakan bedah robotik membantu menurunkan nyeri, mempercepat pemulihan, serta mengurangi risiko pada prosedur seperti operasi miom.
- BMHS berkolaborasi dengan FTMD ITB dan Kemenkes melalui hibah sistem robotik, pendidikan, riset, serta penguatan layanan dan SDM; layanan juga hadir di RSU Bunda Padang.
Bedah robotik kini menjadi andalan yang mulai banyak dimanfaatkan berbagai rumah sakit swasta di Indonesia. Penggunaan robot dalam prosedur bedah juga dinilai lebih efisien dan detail, sehingga teknologinya semakin dikembangkan.
Kehadiran bedah robotik di Indonesia sendiri diinisiasi oleh RSU Bunda Jakarta yang telah menangani hampir 1.000 prosedur bedah robotik sejak 2012. Komitmen membangun ekosistem bedah robotik terus dilakukan, diikuti dengan kehadiran bedah robotik Da Vinci XI yang berbasis penguatan kompetensi medis, pendidikan dan riset.
Pengembangan ekosistem bedah robotik nasional ini diketahui menggandeng Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung.
Simak penjelasan selengkapnya untuk dorong pengembangan bedah robotik, rumah sakit ini gandeng ITB dan Kemenkes yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!
Table of Content
Bedah Robotik Lebih Presisi dan Efisien

Teknologi robotik dalam dunia kedokteran semakin mendukung kerja dokter menjadi lebih efisien dan detail. Bukan menggantikan peran dokter, bedah robotik membantu dokter dalam proses bedah yang presisi dan minimal invasif, termasuk pada area anatomi yang kompleks.
Telah menggunakan selama lebih dari 10 tahun bersama tim bedah robotik RSU Bunda Jakarta, teknologi ini juga telah terbukti memberikan fleksibilitas yang lebih optimal pada dokter bedah.
“Ini adalah bukti nyata bahwa kami memiliki komitmen penuh untuk bisa menerjemahkan bukti klinis yang sudah diterima secara global, ini merupakan suatu layanan yang bisa diberikan kepada pasien kami,” tambah Dokter Ivan.
Bedah Robotik Bantu Pemulihan Lebih Cepat

Teknologi bedah robotik saat ini menjadi unggulan yang bukan hanya membantu kerja dokter bedah, tetapi juga membuat pasien lebih nyaman. Tindakan yang lebih presisi dan detail juga mendukung operasi menjadi lebih efektif, sehingga berbagai risiko yang terjadi dapat dihindari.
“Dengan teknologi ini sudah terbukti dari 1.000 pasien kami, pemulihannya itu sangat cepat. Jadi bukan karena robotnya bekerja sendiri, tetapi dengan teknologi robot ini terbukti dia bisa menurunkan nyeri, bahkan bila dibandingkan minimal invasif yang kontensional,” ungkap dr. Sita Ayu Arumi, Sp.OG, dokter perempuan pertama di tim bedah robotik Indonesia, Senin (27/7/26).
Dokter Sita menjelaskan dalam operasi miom contohnya, teknologi ini membantu menghindari berbagai morbiditas yang sering ditakutkan pasien, misalnya pengangkatan rahim yang tidak direncanakan. Pemanfaatan teknologi ini juga mempercepat proses tindakan dan pemulihan, sehingga pasien tidak perlu takut untuk menjalani prosesnya.
“Tentunya pemulihan itu juga bisa diperkirakan kalau morbiditas dan mortalitas pasiennya bisa kita hindari,” tambahnya.
Kolaborasi dengan FTMD ITB untuk Bangun Ekosistem Bedah Robotik

Teknologi bedah robotik yang semakin canggih diwujudkan dengan berbasis keahlian klinis, kolaborasi, dan inovasi yang berorientasi pada keselamatan serta hasil klinis terbaik bagi pasien. Bukan hanya mengadopsi teknologi, BMHS membangun fondasi ekosistem bedah robotik nasional dengan penguatan kompetensi medis, pendidikan, dan riset.
Hal ini diwujudkan dengan kolaborasi bersama FTMD ITB yang dimulai di tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem bedah robotik di Indonesia.
Kolaborasi ini diwujudkan dengan hibah sistem bedah robotik kepada FTMD ITB sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi teknologi medis di Indonesia.
“Sebetulnya ini adalah pendukung, di ITB itu sudah ada program studi Teknik Biomedika sudah sejak lama, kemudian di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara. kita punya grup robotik Biomekanika. Keberlanjutan Teknik biomedika, biomekanika itu hanya akan terjadi kalau ada kerjasama dengan dokter,” kata Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T, di RSU Bunda Jakarta, Senin (27/7/26).
Kemenkes Prioritaskan Pengembangan Teknologi Robotik

Perkembangan dunia kesehatan dengan teknologi robotik juga didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan. Inisiatif kerjasama ini didukung melalui penguatan layanan rujukan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta kolaborasi berbagai pihak.
”Kita definisikan enam pilar reformasi, yang pilar nomor enamnya khusus mengenai teknologi kesehatan dan ada tiga teknologi kesehatan yang kita fokuskan, satu adalah Robotics Technology, AI on health and biotechnology,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Senin (27/7/26).
Teknologi bedah robotik ini kedepannya juga akan semakin menyebar di berbagai wilayah Indonesia untuk mempermudah aksesnya. Diketahui BMHS menghadirkan layanan bedah robotik di RSU Bunda Padang sebagai yang pertama di Sumatera Barat.
”Rumah sakit swasta jumlahnya lebih banyak daripada rumah sakit pemerintah. Jadi mereka sangat dibutuhkan, terutama untuk membuka akses,” pungkas Budi.
Selain mengembangkan bedah robotik, BMHS juga mendukung peluncuran Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi yang akan menjadi referensi tenaga medis di Indonesia.
Itu dia penjelasan mengenai rumah sakit ini gandeng ITB dan Kemenkes.
Jangan takut bedah robotik karena mendukung tindakan lebih presisi, aman, dan cepat, Ma!





















