Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
4 Efek Samping Merendam Kaki dengan Air Es, Kenali Risikonya
Pinterest.com/Better Care Spot
  • Merendam kaki dengan air es bisa menimbulkan risiko seperti kerusakan saraf, gangguan sirkulasi darah, hingga lonjakan tekanan darah bila dilakukan terlalu lama atau tanpa memperhatikan kondisi tubuh.
  • Suhu dingin ekstrem dapat memperburuk masalah pada penderita diabetes dan hipertensi karena memicu penyempitan pembuluh darah serta meningkatkan beban kerja jantung secara tiba-tiba.
  • Meski berisiko, terapi ini tetap aman jika dilakukan maksimal 15–20 menit, tidak menyentuhkan es langsung ke kulit, dan segera dihentikan bila muncul rasa kebas atau tidak nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Merendam kaki dengan air es sering kali menjadi pilihan untuk meredakan rasa pegal setelah aktivitas harian atau olahraga berat. Sensasi dingin yang diberikan seolah memberikan rasa segar instan dan membantu tubuh terasa lebih rileks.

Namun di balik metode ini, terdapat beberapa efek samping yang perlu diperhatikan. Jika dilakukan secara berlebihan atau tanpa memperhatikan kondisi tubuh, merendam kaki dengan air es dapat memunculkan risiko kesehatan dan bahkan memicu masalah baru bagi tubuh.

Untuk itu, simak pembahasan lengkap seputar 4 efek samping merendam kaki dengan air es yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Risiko kerusakan saraf dan jaringan kulit

Pinterest.com/Health

Sensasi dingin yang terlalu ekstrem dan dilakukan dalam durasi yang terlalu lama dapat membahayakan jaringan saraf di area kaki. Dilansir dari University of Portsmouth, paparan air dingin dapat mengakibatkan kaki mengalami kondisi yang dinamakan non-freezing cold injury.

Kondisi ini terjadi ketika saraf dan pembuluh darah kecil di kaki mengalami kerusakan akibat paparan suhu dingin dalam waktu lama, meskipun air yang digunakan bukan air yang membeku.

Gejalanya dapat berupa rasa baal atau kebas yang berlangsung cukup lama, kesemutan yang terasa menyakitkan, hingga perubahan warna kulit menjadi pucat atau kebiruan.

Pada beberapa kasus yang lebih parah, kerusakan saraf ini bahkan dapat berlangsung dalam jangka panjang dan membutuhkan penanganan medis.

2. Memperburuk masalah sirkulasi darah

Pinterest.com/RENPHO

Pada umumnya, suhu dingin akan merangsang pembuluh darah untuk menyempit. Kondisi ini sebenarnya merupakan respons alami tubuh untuk mempertahankan suhu inti tubuh agar tetap stabil. Namun, kondisi tersebut juga dapat berisiko bagi sebagian orang.

Dilansir dari Vejthani Hospital, terapi merendam kaki dengan air es sangat tidak disarankan bagi penderita gangguan sirkulasi darah kronis, seperti penyempitan pembuluh darah arteri perifer maupun penyakit diabetes.

Pada penderita diabetes yang sering kali mengalami penurunan sensitivitas saraf di area kaki, mereka mungkin tidak dapat merasakan kapan suhu air sudah terlalu dingin.

Penyempitan pembuluh darah yang terjadi akibat paparan air es juga dapat menghambat aliran darah menuju kaki. Kondisi tersebut berisiko memperlambat proses penyembuhan luka atau bahkan memicu munculnya luka baru yang sulit sembuh.

3. Menyebabkan kaku otot dan sendi

Pinterest.com/Blu Armonia

Banyak orang mengira bahwa kelelahan atau nyeri sendi dan otot dapat diredakan dengan merendam kaki menggunakan air es. Padahal, tidak semua jenis nyeri kaki dapat diatasi dengan metode ini.

Penggunaan air es umumnya hanya efektif untuk membantu meredakan cedera akut yang baru saja terjadi (kurang dari 48 jam) dan disertai dengan pembengkakan atau peradangan.

Jika nyeri kaki yang dirasakan berupa nyeri akibat kelelahan otot atau rasa kaku setelah aktivitas seharian, metode ini justru dapat membuat otot dan sendi menjadi semakin kaku dan memperparah rasa tidak nyaman.

Maka dari itu, jika kamu merasakan pegal otot tanpa adanya pembengkakan, merendam kaki dengan air hangat biasanya jauh lebih disarankan untuk membantu otot menjadi lebih rileks.

4. Risiko lonjakan tekanan dan beban jantung

Pinterest.com/Mervi Tiainen

Meskipun hanya bagian kaki yang direndam, kamu tetap perlu berhati-hati karena suhu dingin yang ekstrem dapat memengaruhi respons tubuh secara keseluruhan.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh PubMed Central, paparan suhu dingin secara tiba-tiba pada tubuh dapat menyebabkan stres fisiologis. Tubuh yang merasakan sensasi kejutan dingin akan memicu pelepasan hormon stres sebagai respons alami terhadap perubahan suhu yang mendadak.

Pelepasan hormon tersebut dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan menyebabkan pembuluh darah menyempit secara tiba-tiba. Kondisi ini juga dapat memicu lonjakan tekanan darah dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, penderita hipertensi maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung sangat perlu berhati-hati sebelum mencoba terapi merendam kaki dengan air es.

Tips Merendam Kaki dengan Air Es

Pinterest.com/Nicole

Walaupun terlihat berisiko jika dilakukan secara berlebihan, merendam kaki dengan air es sebenarnya tetap memiliki manfaat dalam proses pemulihan tubuh setelah aktivitas berat.

Kamu tetap dapat melakukannya selama memperhatikan beberapa aturan aman yang disarankan oleh Hospital for Special Surgery berikut ini.

Batasi waktu: Hindari merendam kaki lebih dari 15 hingga 20 menit dalam satu sesi agar tubuh tidak mengalami paparan suhu dingin yang terlalu lama.

Hindari menyentuhkan es langsung pada area kaki: Jika menggunakan teknik kompres es sebagai alternatif daripada merendam kaki, sebaiknya lapisi es dengan handuk tipis agar tidak langsung bersentuhan dengan kulit sehingga dapat menghindari rasa perih atau mati rasa.

Perhatikan respons tubuh: Jika kaki mulai terasa kebas, sangat dingin, atau muncul sensasi tidak nyaman selama proses perendaman, sebaiknya segera hentikan kegiatan tersebut dan angkat kaki dari air es.

Itulah penjelasan mengenai 4 efek samping merendam kaki dengan air es. Tidak perlu terlalu khawatir terhadap efek samping yang mungkin ditimbulkan, karena selama dilakukan dengan metode yang tepat dan durasi yang tidak berlebihan, kamu tetap dapat merasakan manfaat dari terapi ini untuk membantu tubuh terasa lebih segar dan pulih setelah beraktivitas.

Editorial Team