Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Menarik Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Akhiri Penantian 35 Tahun

5 min read
7 Fakta Menarik Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Akhiri Penantian 35 Tahun
instagram.com/jayidzes
  • Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, edisi perdana turnamen, usai mengalahkan Tailan 4-2 lewat adu penalti setelah skor 2-2 hingga 120 menit di SUGBK.

  • Emil Audero menggagalkan penalti Nattapong Sayriya sebagai penentu kemenangan, sementara Indonesia menyamakan skor melalui Elkan Baggott pada menit ke-116.

  • Trofi ini mengakhiri penantian gelar senior Indonesia sejak SEA Games 1991; kemenangan turut menaikkan ranking FIFA Indonesia ke peringkat 117 dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Timnas Indonesia akhirnya kembali merasakan gelar juara di level senior setelah penantian panjang.

Skuad Garuda memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Tailan lewat drama adu penalti dengan skor 4-2 pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pertandingan berlangsung ketat. Indonesia dan Tailan bermain imbang 2-2 hingga 120 menit sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Emil Audero kemudian menjadi salah satu pemain yang paling disorot setelah menggagalkan eksekusi penalti Nattapong Sayriya. Indonesia pun memastikan kemenangan dan mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Di balik keberhasilan tersebut, ada sejumlah fakta menarik yang membuat gelar juara Indonesia semakin berkesan.

Berikut Popmama.com sajikan 7 fakta menarik Indonesia juara FIFA Asean Cup 2026. Simak di bawah, yuk!

  1. 1. SUGBK dipadati 70.098 penonton

    SUGBK dipadati 70.098 penonton
    IDN Times/Tino Satrio

    Final Indonesia vs Tailan berlangsung di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati SUGBK.

    Sebanyak 70.098 penonton tercatat hadir langsung untuk menyaksikan perjuangan Skuad Garuda di partai puncak.

    Chant dan yel-yel suporter Indonesia terdengar sepanjang pertandingan. Dukungan dari tribun juga terus mengiringi perjuangan para pemain hingga pertandingan berakhir.

    Sebelumnya, panitia penyelenggara telah menjual sekitar 67.000 tiket untuk pertandingan final.

    Jumlah penonton yang hadir menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan Timnas Indonesia berlaga di partai puncak.

  2. 2. Bermain dengan 10 pemain, Tailan mencetak 2 gol

    Bermain dengan 10 pemain, Tailan mencetak 2 gol
    instagram.com/changsuek

    Final FIFA ASEAN Cup 2026 juga diwarnai kartu merah. Tailan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-84 setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua.

    Mickelson mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Ole Romeny. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki keuntungan jumlah pemain ketika pertandingan memasuki fase akhir waktu normal.

    Namun, Tailan tidak begitu saja menyerah.

    Meski bermain dengan 10 pemain, Tailan masih mampu memberikan perlawanan. Bahkan, mereka sempat mencetak gol melalui Peeradol Chamrasamee pada babak perpanjangan waktu.

    Indonesia kemudian menyamakan kedudukan lewat Elkan Baggott pada menit ke-116. Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan selesai sehingga laga harus dilanjutkan ke adu penalti.

  3. 3. Emil Audero jadi penentu di adu penalti

    Emil Audero jadi penentu di adu penalti
    Emil_Audero/Instagram.com

    Emil Audero menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Indonesia meraih trofi. Kiper berusia 29 tahun itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting selama pertandingan.

    Peran Audero kemudian semakin terlihat saat adu penalti. Ia berhasil menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya. Penyelamatan tersebut membuat Indonesia semakin dekat dengan kemenangan.

    Setelah eksekusi terakhir Tailan gagal, para pemain Indonesia langsung menghampiri Audero. Selebrasi pun pecah di tengah lapangan SUGBK.

  4. 4. Tidak ada pemain Indonesia yang sudah lahir saat terakhir juara

    Tidak ada pemain Indonesia yang sudah lahir saat terakhir juara
    IDN Times / Sandy Firdaus

    Ada fakta menarik di balik berakhirnya penantian panjang Indonesia. 

    Tidak satu pun pemain Timnas Indonesia yang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 sudah lahir ketika Indonesia terakhir kali menjadi juara sepak bola senior.

    Indonesia terakhir kali meraih gelar pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina. 

    Ketika itu, skuad Garuda yang dilatih Anatoli Polosin menghadapi Malaysia di final. Pertandingan berakhir tanpa gol hingga waktu normal dan perpanjangan waktu.

    Indonesia kemudian menang 4-3 melalui adu penalti.

    Sementara itu, pemain tertua Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 adalah Joey Pelupessy yang kini berusia 33 tahun. Meski menjadi pemain paling senior di skuad, Pelupessy pun belum lahir ketika Indonesia meraih gelar pada 1991.

    Setelah Pelupessy, ada Kevin Diks, Emil Audero, dan Calvin Verdonk yang sama-sama berusia 29 tahun. Ketiganya juga lahir setelah Indonesia terakhir kali menjadi juara.

    Artinya, para pemain yang membawa Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 berasal dari generasi yang belum pernah merasakan langsung gelar juara senior sebelumnya.

  5. 5. Mitchell Baker jadi top skor

    Mitchell Baker jadi top skor
    IDN Times / Sandy Firdaus

    Gelar juara Indonesia semakin lengkap setelah Mitchell Baker menjadi top skor FIFA ASEAN Cup 2026.

    Baker mencetak lima gol sepanjang turnamen.

    Menariknya, seluruh gol tersebut dicetak dalam satu pertandingan. Baker memborong lima gol ketika Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2 pada laga terakhir Grup A.

    Baker sebenarnya masih memiliki kesempatan menambah gol di final karena bermain penuh selama 120 menit. Namun, ia tidak berhasil mencetak gol ke gawang Tailan.

    Lima gol tetap cukup untuk membuat Baker berada di posisi teratas daftar pencetak gol.

    Berikut daftar top skor FIFA ASEAN Cup 2026:

    • 5 gol: Mitchell Baker (Indonesia)

    • 4 gol: Bergson (Malaysia)

    • 3 gol: Bjorn Martin Kristensen (Filipina)

    • 2 gol: Iklas Sanron (Tailan)

    • 2 gol: Teerasak Poeiphimai (Tailan)

    • 2 gol: Arif Aiman (Malaysia)

    • 2 gol: Nguyen Dinh Bac (Vietnam)

    Indonesia juga memiliki Ole Romeny yang mencatatkan empat assist sepanjang turnamen.

  6. 6. Ranking FIFA Indonesia naik satu peringkat

    Ranking FIFA Indonesia naik satu peringkat
    ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Lmo/rwa.

    Keberhasilan menjadi juara juga berdampak pada posisi Indonesia di ranking FIFA.

    Indonesia mendapat tambahan 3,35 poin setelah mengalahkan Tailan di final. Koleksi poin Skuad Garuda menjadi 1.166,50 poin.

    Indonesia kemudian berada di peringkat ke-117 dunia, naik satu posisi dari peringkat sebelumnya, yakni ke-118.

    Posisi Indonesia berada tepat di bawah Kazakhstan yang menempati peringkat ke-116 dan di atas Sudan yang berada di posisi ke-118.

    Sementara itu, Tailan berada di peringkat ke-93 dan Malaysia di posisi ke-133.

  7. 7. Indonesia jadi juara perdana FIFA ASEAN Cup

    Indonesia jadi juara perdana FIFA ASEAN Cup
    DN Times/Sandy Firdaus

    FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi pertama turnamen tersebut.

    Ajang ini direncanakan menjadi kompetisi yang digelar setiap empat tahun. Format tersebut membuat FIFA ASEAN Cup berbeda dari Piala AFF yang selama ini digelar setiap dua tahun.

    Indonesia pun mencatatkan sejarah dengan menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup.

    Selain trofi, Skuad Garuda juga mendapatkan hadiah sekitar 1 juta dollar AS atau sekitar Rp17 miliar.

    Kemenangan atas Tailan sekaligus menjadi penutup dari penantian panjang Indonesia untuk kembali meraih gelar di level senior.

    Setelah 35 tahun, generasi baru Skuad Garuda akhirnya kembali membawa pulang trofi. Kali ini, sejarah tersebut tercipta di hadapan puluhan ribu suporter yang memenuhi SUGBK.

    Nah, itu dia 7 fakta menarik Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Gelar tersebut menjadi catatan penting bagi Skuad Garuda setelah penantian panjang selama 35 tahun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More