Diduga Menyebar di Bali, Hasil Tes 2 Anak Asal Tiongkok Negatif Corona

Semoga Indonesia tak ada yang terserang virus corona ya, Ma!

26 Januari 2020

Diduga Menyebar Bali, Hasil Tes 2 Anak Asal Tiongkok Negatif Corona
Freepik/Kjpargeter

Bali tiba-tiba diresahkan dengan kehadiran virus corona. Hal ini dikarenakan ada tiga turis asing yang sedang berada di Bali dinyatakan suspect (dicurigai) terkena virus corona.

Kabar ketiga turis asing ini cukup meresahkan karena banyak orang yang takut kalau virus corona akan mulai tersebar di Indonesia. Dari ketiga turis tersebut, satu orang di antara mereka berasal dari Meksiko yang pernah tinggal Tiongkok. Lalu dua orang lainnya merupakan kakak beradik asal asal Tiongkok berusia enam tahun dan 3 tahun. 

Demi mengantisipasi virus corona yang sedang menghebohkan, ketiga turis ini dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah di Denpasar, Bali pada 22 Januari 2020 untuk menjalani pemeriksaan intensif. 

Usai mengikuti serangkaian pemeriksaan di rumah sakit, akhirnya turis Meksiko berinisial EFC (39) yang dicurigai terkena virus corona akhirnya diperbolehkan pulang tepatnya pada Jumat (24/1/2020) lalu. 

Lalu kabar baik selanjutnya pun diikuti dengan kakak beradik yang bernisial YM (6) dan QCM (3,7) karena mereka pun diperbolehkan pulang. Hal ini dikarenakan hasil Swab laboratorium mereka dinyatakan negatif dari virus corona yang sempat meresahkan Bali. 

Dilansir dari IDN Times, dr. Ketut Suarjaya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Bali pada hari Sabtu (25/1/2020) menyatakan bahwa ketiga turis yang sedang berada di Bali ini telah dinyatakan negatif dari virus corona.

“Hasil lab semua negatif. Barusan keluar sekitar pukul 15.00 WITA udah sehat. Kondisinya membaik dan keluar dari rumah sakit untuk kembali ke negaranya,” jelasnya.

Ketika ditanyakan mengenai penyakit sesungguhnya yang diderita oleh pasien, pihaknya hanya menyampaikan bahwa flu biasa.

Terkait kasus ini demi meningkatkan kewaspadaan serta lebih banyak informasi mengenai virus corona, Popmama.com telah merangkum beberapa hal penting yang perlu Mama ketahui. 

Demi kesehatan Mama sekeluarga semoga informasi ini bisa berguna!

1. Virus corona mirip dengan virus SARS 

1. Virus corona mirip virus SARS 
Pixabay/qimono

Ketika virus corona mulai menyebar, Mama pasti akan mengingat bahwa kasus ini mirip dengan virus SARS yang pertama kali muncul di Cina. Pelan-pelan virus tersebut pun mewabah ke seluruh dunia tepatnya pada tahun 2002-2003 lalu. 

Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus SARS sejak awal kemunculannya telah membunuh hampir 800 orang di dunia. 

Penyebaran virus corona pun serupa dan mengkhawatirkan karena dapat menginfeksi hewan, sehingga penyebarannya ke manusia bisa semakin cepat. 

Menurut Peter Horby seorang profesor penyakit menular dan kesehatan global dari University of Oxford mengatakan bahwa walau seringkali disamakan, namun virus corona terbilang lebih ringan daripada kasus saat virus SARS menyebar.

Hal ini dikarenakan virus corona terbilang cukup membutuhkan waktu lama untuk berkembang ke gejala awal saat mulai terjangkit. 

Sejak kemunculannya di Cina, virus corona sudah mulai menyebar ke beberapa wilayah seperti Hong Kong serta Makau. Sementara ini di beberapa negara pun sudah mulai terserang, mulai dari Singapura, Jepang, Vietnam, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS) hingga Thailand.

Editors' Picks

2. Penyebaran virus corona tergolong sangat cepat 

2. Penyebaran virus corona tergolong sangat cepat 
Unsplash/CDC

Belum diketahui secara pasti bagaimana serta kapan virus corona menular ke manusia. Apalagi awalnya virus tersebut diduga dari pasar makanan di makanan yang melakukan transaksi ilegal terhadap hewan liar. 

Dugaan sementara virus corona di Wuhan berasal dari kelelawar dan ular. Perlu Mama ketahui bahwa tubuh ular sendiri mengandung sejumlah bakteri, salah satunya Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan dan masalah pencernaan.

Berdasarkan penelitian yang baru-baru ini diterbitkan pada sebuah jurnal berjudul Journal of Medical Virology pada 22 Januari 2020, ular bukan pertama kalinya menjadi hewan sumber penularan virus. Jika diingat, sebelumnya kelelawar telah menjadi sumber infeksi awal SARS yang pernah terjadi di Cina beberapa tahun lalu. 

Dikutip dari The Guardian, komisi kesehatan nasional China menyatakan bahwa penularan virus ini pada akhirnya bisa terjadi dari manusia pada manusia lain. Pada 24 Januari pihak berwenang China telah mengakui terdapat 830 kasus dan adanya 26 orang yang meninggal akibat virus Corona. 

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah mengambil tindakan

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah mengambil tindakan
Pixabay/3005398

Terkait virus corona yang menghebohkan ini, dilansir dari Instagram Kemenkes diberitahukan bahwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah meningkatkan kewaspadaan & kesiapsiagaan di pintu masuk negara baik darat, laut dan udara. 

Bahkan bandara di seluruh Indonesia terutama yang mempunyai penerbangan langsung di Cina telah meningkatkan kewaspadaan di antaranya dengan mengaktifkan thermal scannel, memberikan health alert card dan KIE kepada para penumpang.

Kemenkes juga telah menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh Dinkes Provinsi, Kab/Kota, RS Rujukan, KKP dan BTKL untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit ini termasuk mempersiapkan 100 RS Rujukan untuk menangani penyakit infeksi emerging sekaligus menyiapkan logistik.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan selalu waspada terhadap penyebaran virus ini. Apalagi virus corona hingga sekarang belum diketahui pengobatannya. 

Mama sekeluarga diharapkan untuk menjaga kebersihan termasuk membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol. Lalu menggunakan masker tertutup saat berpergian karena virus tersebut menyebar melalui media udara serta hindari untuk melakukan kontak langsung dengan hewan.  

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kesehatan orang-orang tercinta ya, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!