Rencana Perayaan Imlek 2021 Keluarga Chinese di Tengah Pandemi

Walau suasananya akan terasa berbeda, namun tradisi Imlek akan tetap terlaksana

11 Februari 2021

Rencana Perayaan Imlek 2021 Keluarga Chinese Tengah Pandemi
Pexels/Vincent Tan

Kondisi pandemi Covid-19 memang masih melanda dunia, termasuk di Indonesia. Pertambahan kasus positif dari hari ke hari terus meningkat, bahkan seringkali kembali pecah rekor dengan menembus angka baru terkait kasus harian. 

Mendekati perayaan Imlek yang akan jatuh pada tanggal 12 Februari, suasana tahun ini akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Walau begitu ada berbagai tradisi yang masih bisa dilakukan bersama keluarga inti di rumah dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan. 

Jika Mama ingin mengetahui rencana perayaan Imlek 2021 di tengah pandemi Covid-19 dari salah satu keluarga, kali ini Popmama.com telah mewawancarai Kevin Pakusadewo dan Mama Lidya Hong. 

Kira-kira seperti apa rencananya ya, Ma?

Editors' Picks

1. Apakah tradisi Imlek yang masih dijalani hingga saat ini?

1. Apakah tradisi Imlek masih dijalani hingga saat ini
Freepik

Ketika diwawancarai oleh Popmama.com secara eksklusif, Mama Lidya Hong mengatakan bahwa ada beberapa tradisi tahunan yang tetap akan dijalani di perayaan Imlek tahun 2021 ini. Momen makan malam menjadi salah satu tradisi yang masih terus dijalani dari tahun ke tahun. 

"Makan malam bersama dengan keluarga akan tetap ada di tahun ini. Momen makan malam menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul antara anak dengan orangtua, apalagi kalau kondisinya sama-sama sehat," jelas Mama Lidya Hong. 

Sang Putra, Kevin Pakusadewo menambahkan biasanya ada kebiasaan masak dan makan bersama di rumah.  

"Biasanya memang di rumah sendiri bersama orangtua sekeluarga atau bisa juga di rumah kakek, begitu juga dengan tahun 2021 ini. Kebiasaan ini dilakukan setiap malam sebelum perayaan Imlek," ucap Paku. 

2. Angpao dan mengenakan pakaian berwarna merah sangat identik saat perayaan Imlek

2. Angpao mengenakan pakaian berwarna merah sangat identik saat perayaan Imlek
Freepik/evening_tao

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Paku mengatakan kalau tahun ini tetap ada silaturahmi dengan keluarga saat hari Imlek atau selang sehari setelahnya. Tradisi bagi-bagi angpao pun selalu ada dan tidak boleh terlewatkan. 

"Biasanya silaturahmi sambil ngobrol-ngobrol dan makan bersama. Nah, di momen itu juga ada bagi-bagi angpao. Untuk yang sudah menikah juga kasih angpao ke anggota keluarga yang belum married termasuk ke anak-anak," jelas Paku. 

"Yang boleh kasih angpao yang sudah nikah saja. Katanya, kalau belum nikah sudah kasih angpao bisa jadi jomblo makin lama alias nggak nikah-nikah. Jadi yang belum menikah cukup terima angpao saja," lanjutnya. 

Perihal pakaian yang dikenakan saat perayaan Imlek, Mama Lidya Hong mengatakan kalau keluarganya selalu menggunakan warna merah. Warna merah sendiri mengartikan keberuntungan, sukacita dan kebahagiaan. 

Selain itu, ia menjelaskan juga terkait ada larangan untuk menggunakan pakaian sobek. 

"Kadang baju yang modelnya sengaja dibuat sobek untuk terlihat trendi justru tidak disarankan. Pantang sekali digunakan saat Imlek karena bisa memotong rezeki dan keberuntungan. Lalu, jangan memotong kain dengan benda tajam karena ini salah satu pantangan," ucap Mama Lidya Hong.

3. Tradisi potong rambut dan kuku sebelum perayaan Imlek menjadi sebuah kewajiban, sehingga bisa buang sial   

3. Tradisi potong rambut kuku sebelum perayaan Imlek menjadi sebuah kewajiban, sehingga bisa buang sial   
Pexels/Jimmy Chan

Sebelum perayaan Imlek tiba, Mama Lidya Hong mengatakan bahwa anggota keluarganya akan menjalani tradisi untuk potong rambut dan kuku. 

"Konon katanya ini bisa buang sial. Jadi, harus dilakukan sebelum perayaan karena kalau dilakukan setelah Imlek justru akan membuang hoki," tuturnya. 

Menjelang perayaan Imlek berdamai dengan seluruh keluarga juga sangat penting dan harus menjadi prioritas. Mama Lidya Hong mengatakan ada baiknya untuk menghindari pertengkaran dengan sesama anggota keluarga, seperti tidak boleh memukul, berkata kasar atau sekadar iseng. 

Menurutnya ketika terjadi pertengkaran, maka hubungan yang kurang harmonis ini akan terus berlangsung di keluarga kurang lebih selama satu tahun. 

"Kalau damai-damai saja dengan semua keluarga, maka nantinya hubungan akan terus terjalin baik dan bisa mendatangkan hoki terus," tutupnya. 

Itulah cerita dari Mama Lidya Hong salah satu warga Chinese yang sudah berdomisili di PIK, Jakarta Utara selama 20 tahun. Ia dan keluarga tetap memiliki rencana untuk merayakan Imlek bersama keluarga inti di tengah pandemi Covid-19, namun tetap menjalani protokol kesehatan yang sudah ditentukan. 

Semoga sukacita Imlek di tahun ini bisa dirasakan, walau kondisinya akan berbeda dibandingkan perayaan-perayaan sebelumnya. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.