Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Gejala Hernia Inguinalis yang Perlu Diketahui untuk Deteksi Dini
istockphoto/Jone Agirre

Intinya sih...

  • Benjolan di pangkal paha adalah tanda klasik hernia inguinalis, bisa membesar dan permanen jika tidak ditangani.

  • Rasa berat atau nyeri lokal muncul setelah aktivitas fisik, bisa menjadi tanda incarcerated hernia yang memerlukan perhatian medis segera.

  • Benjolan yang tidak bisa ditekan kembali disebut incarcerated hernia, meningkatkan risiko strangulasi dan memerlukan tindakan bedah segera.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia inguinalis tidak hanya soal benjolan di pangkal paha, tetapi juga bisa mempengaruhi kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari, seperti berdiri, berjalan, atau mengangkat benda berat. Banyak orang baru menyadari masalah ini ketika gejala mulai mengganggu rutinitas mereka.

Mengenali gejala sejak awal memungkinkan pasien menyesuaikan aktivitas, mencegah komplikasi, dan mendapatkan penanganan medis lebih cepat. Kesadaran ini juga membantu menjaga kualitas hidup tetap optimal, tanpa harus menunggu rasa nyeri atau benjolan memburuk.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan tentang 7 gejala Hernia Inguinalis yang perlu diketahui untuk deteksi dini. Yuk simak penjelasan berikut ini.

1. Benjolan di pangkal paha

istockphoto/Satjawat Boontanataweepol

Benjolan atau tonjolan di pangkal paha adalah tanda paling klasik dari hernia inguinalis. Menurut WebMD, benjolan ini biasanya terlihat lebih jelas saat berdiri, batuk, atau mengejan, dan terasa lembut pada tahap awal.

Seiring berjalannya waktu, benjolan dapat membesar dan menjadi permanen jika tidak ditangani. Beberapa pasien tidak menyadarinya hingga timbul nyeri atau ketidaknyamanan, sehingga pemeriksaan medis rutin sangat dianjurkan.

2. Rasa berat atau nyeri lokal

istockphoto/triloks

Selain benjolan, penderita sering merasakan rasa berat, nyeri tumpul, atau sensasi terbakar di pangkal paha. Dilansir dari Healthgrades, nyeri ini biasanya muncul setelah aktivitas fisik atau angkat berat, dan membaik saat beristirahat.

Nyeri kadang menjalar ke skrotum atau paha bagian atas pada pria karena tekanan pada saraf di sekitar kanal inguinal. Jika nyeri tiba-tiba meningkat, hal ini bisa menjadi tanda incarcerated hernia, yang membutuhkan perhatian medis segera.

3. Benjolan yang tidak bisa ditekan kembali

istockphoto/Nadzeya Haroshka

Benjolan yang menjadi keras dan tidak bisa ditekan kembali ke perut disebut incarcerated hernia, yang meningkatkan risiko strangulasi, yaitu aliran darah ke jaringan terjepit terganggu.

Gejala tambahan bisa berupa mual, muntah, atau gangguan pencernaan. Menurut WebMD, kondisi ini adalah darurat medis dan memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah kerusakan permanen pada usus.

4. Perasaana tidak nyaman saat beraktivitas

istockphoto/milan2099

Banyak pasien merasakan ketidaknyamanan atau rasa berat di pangkal paha saat berdiri lama, berjalan jauh, atau mengangkat benda berat. Walaupun terkadang ringan, hal ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mendeteksi gejala ini sejak awal memungkinkan pasien mengambil langkah preventif, seperti mengurangi angkat berat dan menjaga postur tubuh. Perhatian terhadap tanda-tanda ini dapat mencegah perkembangan hernia menjadi lebih serius.

5. Nyeri menjalar ke skrofum atau paha

Istockphoto/izusek

Pada pria, jaringan atau usus yang menonjol bisa menekan saraf sehingga menimbulkan nyeri yang menjalar ke skrotum atau paha bagian atas. Gejala ini muncul secara bertahap dan kadang memburuk setelah aktivitas fisik.

Nyeri yang intens atau tiba-tiba dapat menjadi tanda strangulasi, sehingga pemeriksaan medis segera diperlukan. Mengenali pola nyeri ini membantu pasien menentukan kapan harus mencari pertolongan profesional.

6. Mual dan gangguan pencernaan

istockphoto/Dragana991

Beberapa pasien mengalami mual, muntah, atau gangguan pencernaan bila hernia menekan usus. Menurut WebMD, gejala ini biasanya muncul pada kasus yang lebih serius atau sudah berlangsung lama.

Gangguan pencernaan yang muncul bersamaan dengan benjolan dan nyeri menjadi indikasi bahwa hernia mulai mempengaruhi fungsi organ internal. Penanganan medis segera diperlukan agar komplikasi seperti obstruksi usus dapat dicegah.

7. Perubahan warna kulit di sekitar benjolan

istockphoto/Tharakorn

Jika kulit di sekitar benjolan berubah menjadi merah, ungu, atau gelap, ini bisa menandakan strangulasi. Kondisi ini membutuhkan tindakan darurat untuk mengembalikan aliran darah ke jaringan yang terjepit.

Selain perubahan warna, area sekitar benjolan bisa terasa hangat dan nyeri hebat. Mengenali tanda ini membantu pasien menghindari kerusakan permanen pada usus dan komplikasi serius lainnya.

Hernia inguinalis memang bisa muncul perlahan dan seringkali tidak terlalu terasa pada awalnya, namun setiap gejala—dari benjolan hingga nyeri menjalar adalah sinyal penting tubuh untuk diperhatikan.

Sekarang Mama sudah tahu nih 7 gejala Hernia Inguinalis. Memahami gejala sejak awal memberi kesempatan untuk bertindak cepat, mencegah komplikasi, dan menjaga kualitas hidup sehari-hari.

Pemeriksaan rutin dan konsultasi ke dokter bukan hanya soal mengatasi hernia, tetapi juga menjaga kesehatan dan kenyamanan jangka panjang, sehingga hidup tetap produktif dan bebas gangguan. Semoga bermanfaat ya!

Editorial Team