Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gejala Virus Nipah, Demam hingga Sakit Tenggorokan
Unsplash/Tai's Captures
  • Virus Nipah adalah zoonosis yang dibawa kelelawar buah, menular melalui kontak dengan hewan atau manusia terinfeksi, serta dapat terkait konsumsi produk terkontaminasi kelelawar.
  • Gejala biasanya muncul 4–14 hari setelah paparan, mulai dari demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, dan muntah hingga ensefalitis, kejang, koma, atau kebingungan.
  • Tingkat kematian kasus diperkirakan 40–75%; belum ada obat atau vaksin spesifik, sehingga perawatan suportif dan pencegahan melalui kebersihan tangan serta menghindari paparan berisiko menjadi langkah utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Virus Nipah, penyakit zoonosis yang dapat menimbulkan demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, muntah, hingga ensefalitis, dilaporkan mengkhawatirkan di India.
  • Who?
    Warga India berisiko terinfeksi melalui hewan atau manusia yang terpapar. Kelelawar buah dikenal sebagai pembawa virus, sementara babi dan manusia juga dapat terdampak.
  • Where?
    Kekhawatiran terjadi di India, dengan wabah juga dilaporkan hampir setiap tahun di sejumlah wilayah Asia, terutama Bangladesh dan India. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus pada manusia atau hewan di Indonesia.
  • When?
    Gejala umumnya muncul setelah masa inkubasi 4 hingga 14 hari, meski masa inkubasi hingga 45 hari pernah dilaporkan. Waktu pasti perkembangan situasi di India per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Virus Nipah dapat menular akibat kontak langsung dengan kelelawar atau babi terinfeksi, manusia terinfeksi, darah atau cairan tubuh pasien, serta produk makanan atau minuman yang terkontaminasi kelelawar.
  • How?
    Pencegahan dilakukan dengan mencuci tangan, menghindari kontak dengan hewan sakit dan cairan tubuh pasien, serta tidak mengonsumsi produk yang berpotensi terkontaminasi. Belum ada obat atau vaksin spesifik; perawatan bersifat suportif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Virus Nipah sedang membuat orang di India khawatir. Virus ini bisa pindah dari kelelawar atau babi ke manusia, juga dari orang sakit. Orang bisa demam, batuk, sakit tenggorokan, dan muntah. Ada yang sakit sangat parah sampai otaknya bengkak. Belum ada obat atau vaksin khusus. Indonesia belum punya kasus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

India tengah dihantui virus Nipah yang menulari warganya. Virus Nipah sendiri pertama kali terdeteksi di Malaysia pada tahun 1998.

Ini merupakan virus zoonosis yang dapat menyebar melalui hewan ke manusia. Gejalanya pun bervariasi, mulai dari yang ringan hingga mengakibatkan kematian.

Bagaimana virus ini dapat menular? Perlu Mama ketahui, penularan virus Nipah biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau manusia yang terinfeksi.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi seputar gejala virus Nipah, demam hingga sakit tenggorokan. Simak di bawah ini. 

1. Apa itu virus Nipah di India?

Freepik/Rawpixel.com

Virus Nipah (NiV) merupakan virus zoonosis, artinya dapat menyebar antara hewan dan manusia. Melansir Center for Disease Control and Prevention, kelelawar buah merupakan hewan pembawa pertama virus ini.

Virus Nipah juga diketahui menyebabkan penyakit pada babi dan manusia. Wabah ini terjadi hampir setiap tahun di beberapa wilayah Asia, terutama Bangladesh dan India.

Infeksi virus Nipah sendiri dapat dicegah dengan menghindari paparan terhadap babi dan kelelawar yang terjangkit virus ini dan tidak meminum getah kurma yang dapat terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi NiV.

2. Gejala muncul 4-14 hari

Unsplash/Ocean Ng

Infeksi virus Nipah dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat, termasuk pembengkakan otak atau ensefalitis dan berpotensi kematian.

World Health Organization melaporkan, ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus virus Nipah yang parah dan berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam. 

Kebanyakan orang yang selamat dari ensefalitis akut ini dapat sembuh total, namun kondisi neurologis jangka panjang juga terjadi pada mereka yang selamat.

Masa inkubasi virus Nipah sendiri diyakini berkisar antara 4 hingga 14 hari. Namun, ada pula masa inkubasi selama 45 hari yang telah dilaporkan.

3. Gejala awal virus Nipah

Freepik/freepik

Orang yang terinfeksi virus Nipah umumnya mengalami gejala awal yang ringan layaknya penyakit biasa. Berikut gejala awal virus Nipah:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit bernafas
  • Muntah

WHO mencatat tingkat kematian kasus virus Nipah diperkirakan mencapai 40% hingga 75%. Di India pada tahun 2001, penularan virus Nipah juga dilaporkan terjadi di lingkungan layanan kesehatan.

Kembalinya wabah ini membuat India harus lockdown guna mengurangi penyebaran virus Nipah. Sejauh ini, belum ditemukan kasus infeksi virus Nipah pada manusia atau hewan di Indonesia, ya Ma! 

4. Gejala parah virus Nipah

Freepik

Perlu diwaspadai karena virus Nipah dapat menimbulkan gejala yang parah. Gejalanya dapat menyebabkan pembengkakan otak maupun gejala lain berikut ini:

  • Kejang
  • Koma
  • Disorientasi, mengantuk, atau kebingungan
  • Pembengkakan otak (ensefalitis)

Seperti yang sudah dijelaskan, kematian akibat virus Nipah dapat terjadi pada 40-75% kasus. Melansir CDC, efek samping jangka panjang telah ditemukan pada penyintas infeksi virus Nipah.

Efek samping tersebut termasuk kejang secara terus-menerus dan perubahan kepribadian. Infeksi bahkan bisa muncul berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah terpapar dan menyebabkan kematian.

5. Pengobatan terinfeksi virus Nipah

Pexels/Anna Shvets

Sayangnya, belum ada obat atau vaksin yang spesifik untuk infeksi virus Nipah meskipun WHO telah mengidentifikasi Nipah sebagai penyakit prioritas. Bagaimana dengan orang yang terinfeksi?

Saat ini, perawatan yang diberikan hanya terbatas pada perawatan suportif, seperti istirahat, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh yang cukup atau hidrasi, dan pengobatan gejala yang muncul.

Namun Center for Disease Control and Prevention melaporkan, terdapat pengobatan imunoterapi atau terapi antibodi monoklonal yang saat ini sedang dikembangkan dan dievaluasi untuk pengobatan infeksi NiV.

Adapun, obat ribavirin digunakan untuk mengobati sejumlah kecil pasien pada awal wabah virus Nipah di Malaysia. Sayangnya, kemanjurannya pada manusia masih belum jelas.

6. Pencegahan virus Nipah

Freepik/jcomp

Mama tak perlu khawatir, virus Nipah dapat dicegah layaknya pencegahan terhadap virus Covid-19. Berikut ini pencegahan virus Nipah yang dapat dilakukan:

  • Biasakan mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.

  • Hindari kontak langsung dengan kelelawar atau babi yang sakit.

  • Hindari area di mana kelelawar tinggal.

  • Hindari makan atau minum produk yang dapat terkontaminasi oleh kelelawar, seperti getah kurma, buah mentah, atau buah yang terdapat di tanah.

  • Hindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi NiV.

Nah, itu dia informasi seputar gejala virus Nipah, demam hingga sakit tenggorokan. Semoga bermanfaat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article