Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum
Defisiensi zat gizi mikro jadi salah satu permasalahan yang saat ini perlu diperhatikan, khususnya bagi para ibu hamil sejak mengandung si Kecil. Defisiensi zat gizi mikro dapat menyebabkan ibu hamil anemia yang akhirnya berdampak pada kondisi bayi mereka.
“Ketika ibunya anemia, apa yang terjadi? Risiko BBLR (berat badan lahir rendah), masalah itu menjadi salah satu persoalan terbesar,” jelas Nazhif.
Permasalahan gizi ini perlu diperhatikan sejak bayi masih di dalam kandungan, untuk itu ibu hamil perlu mengonsumsi makanan bergizi sejak masa kehamilan.
Ahli gizi menyarankan agar ibu hamil harus bisa memerhatikan kondisinya, misalnya dengan memilih makanan yang renyah dibanding lembek saat masih merasa mual dan jangan kekurangan cairan dengan mengonsumsi buah-buahan dengan kadar air tinggi.
Itu dia penjelasan seputar Hari Kesehatan Sedunia, Indonesia masih punya 3 PR masalah gizi.
Para pakar kesehatan menghimbau masyarakat untuk memerhatikan kebutuhan gizi harian dan menyaring informasi kesehatan yang diterima untuk mengtasi tiga permasalahan utama gizi yang saat ini jadi perhatian.
Bagaimana kondisi gizi di Indonesia? | Kondisi gizi di Indonesia saat ini menghadapi triple burden(kurang gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan mikronutrien), dengan fokus utama pada penurunan stunting (14,9% di Cirebon) dan wasting. |
Apa itu gizi kurang? | Gizi kurang adalah kondisi serius akibat tubuh kekurangan asupan kalori, protein, vitamin, dan mineral dalam jangka waktu lama, yang mengakibatkan penurunan berat badan ekstrem, tubuh kurus (wasting), stunting, dan penurunan imunitasi. |
Bagaimana kondisi kelebihan gizi? | Kelebihan gizi (overnutrition) adalah bentuk malnutrisi akibat asupan nutrisi melebihi kebutuhan tubuh, menyebabkan penumpukan lemak, kelebihan berat badan, hingga obesitas. |