Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Program Gizi Genting, Memperkuat Upaya Cegah Stunting pada Anak

Program Gizi Genting, Memperkuat Upaya Cegah Stunting pada Anak
Dok. Nestlé Indonesia
Intinya Sih
  • Program Pendampingan Gizi 2025 menjangkau lebih dari 598 keluarga berisiko stunting di berbagai wilayah, melibatkan 147 kader dan memberikan edukasi gizi bagi ibu hamil serta menyusui.
  • Intervensi berupa pemberian telur dan susu harian selama enam bulan terbukti meningkatkan berat dan tinggi badan anak serta menurunkan prevalensi underweight hingga 22,5 persen.
  • Fokus utama program juga pada edukasi keluarga tentang pemenuhan energi, variasi makanan, dan pemantauan tumbuh kembang anak melalui pendampingan kader posyandu serta komunitas lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kasus stunting pada anak masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang banyak ditemui di berbagai wilayah di Indonesia. Kondisi ini tak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, serta kualitas kesehatan anak dalam jangka panjang.

Salah satu upaya dilakukan melalui Program Pendampingan Gizi 2025 yang dirancang untuk memastikan pemenuhan gizi anak dapat dilakukan secara konsisten di tingkat keluarga. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan pencegahan stunting nasional, termasuk melalui pendekatan edukasi dan pendampingan keluarga yang lebih berkelanjutan. Momentum penutupan rangkaian program ini digelar di Jakarta, Rabu, (4/3/2026), menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali dampak nyata dari intervensi gizi yang telah dilakukan selama enam bulan terakhir.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian asupan gizi kepada anak, tetapi juga menitikberatkan pada edukasi keluarga, peningkatan kapasitas kader posyandu, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.

Penasaran seperti apa detail informasi acara ini? berikut Popmama.com telah merangkum program ini secara lebih dalam. Disimak, ya!

Table of Content

1. Menjangkau ratusan keluarga dan anak yang berisiko stunting

1. Menjangkau ratusan keluarga dan anak yang berisiko stunting

Dr. Yuni Hastutiningsih dalam program perkembangan gizi anak
Dok. Nutrijell

Program Pendampingan Gizi 2025 ini dilaksanakan selama enam bulan, mulai Juli 2025 hingga Januari 2026. Selama periode tersebut, program ini telah berhasil menjangkau sebanyak lebih dari 598 keluarga yang memiliki anak berisiko stunting di wilayah yang berbeda.

Pendampingan dilakukan oleh 147 kader yang secara rutin memantau kondisi pertumbuhan anak serta memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi harian. Selain itu, sebanyak 520 ibu hamil dan ibu menyusui juga mendapatkan pembekalan edukasi terkait kebutuhan gizi selama masa kehamilan dan menyusui.

Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Dr. Yuni Hastutiningsih, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor memiliki peran penting dalam memperkuat upaya pencegahan stunting di Indonesia.

“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, seperti yang dilakukan oleh PT Nestlé Indonesia, memiliki nilai strategis dalam memperluas jangkauan intervensi, mempercepat perubahan perilaku, serta memastikan keberlanjutan program. Oleh karena itu, mari kita terus memperkuat sinergi menjaga konsistensi dan memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi keluarga Indonesia,” ucap Dr. Yuni Hastutiningsih.

2. Intervensi sederhana yang terbukti memperbaiki pertumbuhan anak

program pendampingan gizi bersama Nestle
Dok. Nutrijell

Kegiatan dilakukan melalui pemberian satu butir telur dan satu gelas susu setiap hari selama enam bulan, yang merupakan sumber protein hewani penting bagi pertumbuhan anak. Selain itu, keluarga juga mendapatkan edukasi mengenai pola makan sehat serta pemantauan rutin tumbuh kembang anak.

Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Prof. Ali Khomsan, menjelaskan bahwa intervensi sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan anak.

“Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan indikator berat dan tinggi badan anak, serta penurunan prevalensi underweight sebesar 22,5%. Ini menegaskan bahwa intervensi berbasis protein hewani yang dipadukan dengan pemenuhan energi harian dan edukasi keluarga, jika dilakukan secara konsisten dan terpantau, dapat memberikan dampak nyata. Berat badan stagnan merupakan indikator awal risiko gangguan pertumbuhan, sehingga pendekatan preventif menjadi sangat penting,” ucap Prof. Ali Khomsan.

Hasil pemantauan bersama menunjukkan adanya penurunan prevalensi Underweight dan Severe underweight sebesar 22,5 persen. Selain itu, indikator pertumbuhan anak juga mengalami perbaikan yang signifikan.

3. Berfokus pada edukasi keluarga

orangtua dan anak menghadiri program gizi
Dok. Nestlé Indonesia

Selain memperbaiki indikator pertumbuhan anak, program ini juga berfokus pada peningkatan kapasitas keluarga dalam memahami praktik gizi yang tepat. Edukasi yang diberikan mencakup pemenuhan energi anak, variasi konsumsi makanan, serta pemantauan tumbuh kembang secara rutin.

Market Nutritionist Lead PT Nestlé Indonesia, Jennifer Handaja, menjelaskan bahwa sebagian keluarga masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi mikro anak secara optimal, seperti zat besi dan kalsium.

“Temuan baseline menunjukkan adanya kesenjangan pada pemenuhan energi dan zat gizi mikro penting seperti zat besi dan kalsium. Karena itu, intervensi difokuskan pada solusi yang realistis dan mudah diterapkan sehari-hari. Melalui edukasi, pendampingan kader, dan monitoring rutin, keluarga menjadi lebih percaya diri dalam memenuhi kebutuhan gizi anak serta menerapkan praktik makan yang lebih baik di rumah,” ucap Jenniefer.

Pendampingan juga dilakukan melalui kader posyandu serta komunitas lokal yang berperan aktif dalam memastikan praktik gizi sehat dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Program ini sejalan dengan Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang bertujuan memperkuat peran keluarga dan komunitas dalam menjaga kualitas gizi anak sejak dini.

Itulah, Ma, informasi penting mengenai kolaborasi program pendampingan gizi yang dilakukan berbagai pihak dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Indonesia. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi peringatan penting untuk meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang panak anak sejak dini.

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More