Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
 Studi Ungkap Rutin Minum Jus Jeruk Baik untuk Kesehatan Jantung (6).png
Freepik/freepik

Intinya sih...

  • Hari Kusta Sedunia diperingati setiap tahun pada hari Minggu terakhir di bulan Januari.

  • Sejarah Hari Kusta Sedunia pertama kali dicetuskan oleh aktivis kemanusiaan asal Prancis, Raoul Follereu pada tahun 1954.

  • Tema peringatan Hari Kusta Sedunia 2026 adalah "Leprosy is curable, the real challenge is stigma".

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hari Kusta Sedunia atau World Leprosy Day diperingati setiap tahunnya pada hari Minggu terakhir di bulan Januari. Pada tahun ini, peringatan Hari Kusta Sedunia jatuh pada 25 Januari 2026.

Peringatan ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan dan tidak perlu ditakuti secara berlebihan. Setiap tahunnya, semangat yang diserukan juga berbeda dengan tema yang berganti setiap tahunnya.

Yuk, simak pembahasan lebih lanjut mengenai Hari Kusta Sedunia diperingati pada 25 Januari 2026, ini sejarah dan faktanya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!

Sejarah Ditetapkannya Hari Kusta Sedunia

Unsplash/Leo_Visions

Hari Kusta Sedunia pertama kali dicetuskan oleh seorang aktivis kemanusiaan asal Prancis, Raoul Follereau yang dikenal sebagai pejuang hak-hak penderita kusta pada tahun 1954. Ia mengusulkan Hari Kusta Sedunia sebagai bentuk kepedulian global terhadap jutaan orang yang menderita kusta dan sering mengalami diskriminasi serta pengucilan sosial.

Mengutip dari laman Lepra (UK), penetapan Hari Kusta Sedunia di Minggu terakhir bulan Januari merupakan bentuk penghormatan pada Mahatma Gandhi, tokoh aktivis India yang semasa hidup dikenal sangat peduli terhadap penderita kusta.

Diketahui Mahatma Gandhi wafat pada 30 Januari 1948, peringatan Hari Kusta Sedunia di India sendiri ditetapkan di tanggal yang sama setiap tahunnya

Tema Hari Kusta Sedunia 2026

Freepik/freepik

Diperingati setiap Minggu terakhir di bulan Januari, peringatan Hari Kusta Sedunia jatuh di tanggal yang berbeda setiap tahunnya. Tema yang diangkat setiap tahunnya juga berbeda untuk membawa semangat yang baru.

Tema peringatan Hari Kusta Sedunia 2026 adalah “Leprosy is curable, the real challenge is stigma” atau “Kusta dapat disembuhkan, tantangan yang sebenarnya adalah stigma”.

Tema tersebut menggambarkan bahwa stigma yang ada pada para penderita kusta masih sangat lekat dan membuat tantangan untuk sembuh dari penyakit ini tidak mudah.

Tema yang ditentukan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO ini merupakan ajakan untuk bertindak meningkatkan kesadaran akan kusta, menyoroti tantangan yang dihadapi oleh penderita kusta, dan menginspirasi berbagai tindakan kolaboratif dalam upaya menghilangkan kusta.

Stigma Penyakit Kusta Masih Berkembang di Kehidupan Masyarakat

Freepik/freepik

Stigma terhadap penderita kusta merupakan masalah sosial yang masih banyak terjadi hingga saat ini dan sering kali berdampak lebih berat dibandingkan penyakitnya sendiri. Stigma muncul karena kurangnya pengetahuan, ketakutan, serta mitos yang berkembang di masyarakat tentang kusta.

Banyak orang masih menganggap kusta sebagai penyakit kutukan, penyakit keturunan, atau penyakit yang sangat menular dan tidak dapat disembuhkan. 

Melansir dari laman WHO, stigma tentang penderita kusta sangat memengaruhi keberlangsungan hidup bagi para penderitanya. Misalnya, stigma yang tumbuh di masyarakat dapat menimbulkan beberapa alasan berikut:

  • Memengaruhi kehidupan sehari-hari

  • Menyebabkan kehilangan pekerjaan

  • Membuat orang-orang dipaksa meninggalkan rumah

  • Menjadi alasan berpaling dari kehidupan keluarga dan komunitas

  • Membuat anak-anak putus sekolah.

Stigma tersebut masih ada karena kurangnya pengetahuan akan penyakit kusta. Banyak yang masih berkeyakinan bahwa kusta sangat menular, tidak ada obatnya, hingga disebabkan dosa atau kutukan.

Mengakhiri Stigma dan Meningkatkan Kesadaran Penyakit Kusta

Freepik/freepik

Tidak sedikit penderita yang menunda atau enggan berobat karena takut identitasnya diketahui, padahal keterlambatan pengobatan justru meningkatkan risiko kecacatan dan penularan. Secara medis, kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan setelah menjalani pengobatan, penderita tidak lagi menularkan penyakit. 

Upaya menghilangkan stigma sangat penting melalui edukasi yang benar, penyebaran informasi yang akurat, serta sikap empati dan inklusif. Menghentikan stigma berarti memberikan kesempatan yang adil bagi penderita kusta untuk sembuh, pulih secara sosial, dan menjalani hidup dengan bermartabat.

Untuk itu, tema yang diangkat pada tahun 2026 ini berfokus pada penghapusan stigma penyakit kusta yang sering kali menghambat atau memperlambat kesembuhan para penderita kusta.

Hal yang Bisa Dilakukan untuk Memperingati Hari Kusta

Unsplash/Mufid Majnun

Data dari WHO tahun 2023 mencatat hampir 200.000 kasus baru kusta di dunia muncul setiap tahunnya. Indonesia hingga kini masih termasuk salah satu negara dengan jumlah kasus kusta tertinggi di dunia, menyumbang sekitar 71.9& kasus global bersama India dan Brasil. 

Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kusta Sedunia, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, yakni:

  1. Edukasi dan sosialisasi

Edukasi mengenai kusta bisa dilakukan melalui seminar, diskusi, poster, media sosial, maupun kegiatan di sekolah dan fasilitas kesehatan.

  1. Kampanye anti diskriminasi

Kampanye dapat dilakukan untuk mengajak masyarakat menghormati hak asasi penyintas kusta, menghilangkan rasa takut berlebihan, serta mendorong sikap inklusif dan empati.

  1. Pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini

Mengadakan pemeriksaan kulit dan saraf secara gratis, khususnya di daerah dengan risiko tinggi sangat penting untuk mencegah kecacatan dan menghentikan penularan.

  1. Memberikan dukungan bagi penyintas kusta

Memberikan dukungan moral, sosial, dan ekonomi bagi orang yang pernah atau sedang mengalami kusta, misalnya melalui kunjungan sosial, pelatihan keterampilan, atau pemberdayaan ekonomi agar mereka dapat hidup mandiri dan percaya diri.

Demikian penjelasan mengenai Hari Kusta Sedunia diperingati pada 25 Januari 2026, ini sejarah dan faktanya. Yuk, hapus stigma apapun soal penderita kusta agar harapan sembuh semakin terlihat dan dapat hidup tanpa pengucilan.

FAQ Seputar Penyakit Kusta

Penyakit kusta disebabkan apa?

Penyebab kusta adalah infeksi bakteri Mycobacterium leprae (M. leprae) yang menular melalui percikan cairan pernapasan (droplet) dari penderita yang tidak diobati saat batuk atau bersin, membutuhkan kontak erat dan lama untuk menular, dan menyerang kulit, saraf tepi, serta mata.

Apa ciri-ciri orang yang mempunyai penyakit kusta?

Ciri-ciri kusta antara lain bercak kulit pucat atau kemerahan yang mati rasa, kulit menebal dan kering, saraf membengkak (di siku/lutut), wajah kaku dengan alis dan bulu mata rontok, serta tangan/kaki lemas atau lumpuh, sering disertai luka tanpa rasa sakit dan mimisan.

Apakah penyakit kusta menular?

Ya, kusta adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, tetapi penularannya tidak mudah dan memerlukan kontak erat serta jangka panjang dengan penderita yang tidak diobati, tidak menular melalui sentuhan biasa seperti jabat tangan, pelukan, atau duduk bersebelahan.

Editorial Team