Data dari WHO tahun 2023 mencatat hampir 200.000 kasus baru kusta di dunia muncul setiap tahunnya. Indonesia hingga kini masih termasuk salah satu negara dengan jumlah kasus kusta tertinggi di dunia, menyumbang sekitar 71.9& kasus global bersama India dan Brasil.
Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kusta Sedunia, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, yakni:
Edukasi dan sosialisasi
Edukasi mengenai kusta bisa dilakukan melalui seminar, diskusi, poster, media sosial, maupun kegiatan di sekolah dan fasilitas kesehatan.
Kampanye anti diskriminasi
Kampanye dapat dilakukan untuk mengajak masyarakat menghormati hak asasi penyintas kusta, menghilangkan rasa takut berlebihan, serta mendorong sikap inklusif dan empati.
Pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini
Mengadakan pemeriksaan kulit dan saraf secara gratis, khususnya di daerah dengan risiko tinggi sangat penting untuk mencegah kecacatan dan menghentikan penularan.
Memberikan dukungan bagi penyintas kusta
Memberikan dukungan moral, sosial, dan ekonomi bagi orang yang pernah atau sedang mengalami kusta, misalnya melalui kunjungan sosial, pelatihan keterampilan, atau pemberdayaan ekonomi agar mereka dapat hidup mandiri dan percaya diri.
Demikian penjelasan mengenai Hari Kusta Sedunia diperingati pada 25 Januari 2026, ini sejarah dan faktanya. Yuk, hapus stigma apapun soal penderita kusta agar harapan sembuh semakin terlihat dan dapat hidup tanpa pengucilan.
Penyakit kusta disebabkan apa? | Penyebab kusta adalah infeksi bakteri Mycobacterium leprae (M. leprae) yang menular melalui percikan cairan pernapasan (droplet) dari penderita yang tidak diobati saat batuk atau bersin, membutuhkan kontak erat dan lama untuk menular, dan menyerang kulit, saraf tepi, serta mata. |
Apa ciri-ciri orang yang mempunyai penyakit kusta? | Ciri-ciri kusta antara lain bercak kulit pucat atau kemerahan yang mati rasa, kulit menebal dan kering, saraf membengkak (di siku/lutut), wajah kaku dengan alis dan bulu mata rontok, serta tangan/kaki lemas atau lumpuh, sering disertai luka tanpa rasa sakit dan mimisan. |
Apakah penyakit kusta menular? | Ya, kusta adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, tetapi penularannya tidak mudah dan memerlukan kontak erat serta jangka panjang dengan penderita yang tidak diobati, tidak menular melalui sentuhan biasa seperti jabat tangan, pelukan, atau duduk bersebelahan. |