Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Hari Primata Indonesia Diperingati Setiap 30 Januari

Monyet di hutan
Freespik/wirestock
Intinya sih...
  • Hari Primata Indonesia 30 Januari lahir dari kampanye ProFauna Indonesia untuk melindungi primata dari perdagangan ilegal
  • Banyak primata endemik Indonesia seperti orangutan, kukang, dan tarsius terancam punah akibat kehilangan habitat dan perburuan liar
  • Manusia bertanggung jawab melindungi primata dengan tidak memeliharanya sebagai hewan peliharaan dan mengajarkan anak mencintai alam
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahukah Mama bahwa setiap tanggal 30 Januari diperingati sebagai Hari Primata Indonesia?

Momen istimewa ini bisa jadi kesempatan emas untuk mengenalkan anak pada hewan-hewan lucu dan pintar yang hidup di hutan Indonesia.

Simak penjelasan menarik Popmama.com seputar Hari Primata Indonesia yang jatuh pada 30 Januari, bisa jadi obrolan seru bersama anak.

Table of Content

1. Hari Primata Indonesia lahir dari kepedulian terhadap primata

1. Hari Primata Indonesia lahir dari kepedulian terhadap primata

Bekantan
Dok. Taman Safari Indonesia

Hari Primata Indonesia diperingati setiap tanggal 30 Januari. Peringatan ini berawal dari inisiatif ProFauna Indonesia, sebuah organisasi konservasi hutan dan satwa liar yang aktif menyuarakan perlindungan primata di Indonesia.

ProFauna Indonesia berdiri sejak 1994 di Malang, Jawa Timur. Organisasi ini lahir dari kepedulian para aktivis lingkungan terhadap maraknya perdagangan satwa liar dan rusaknya habitat alami.

Pada Januari 2001, ProFauna menggelar kampanye besar bertajuk Primate Freedom Tour dengan berkeliling berbagai kota di Jawa dan Bali.

Kampanye ini bertujuan menyuarakan pentingnya menghentikan perdagangan primata dan mengembalikan mereka ke habitat aslinya.

Dari sinilah tanggal 30 Januari kemudian dikenal sebagai Hari Primata Indonesia.

2. Primata merupakan kerabat manusia yang memiliki banyak kesamaan

Monyet sedang makan biskuit
Freepik/wirestock

Mama pernah lihat orangutan yang bisa mengupas buah atau monyet yang bisa main-main dengan teman-temannya? Nah, ternyata primata memang punya banyak kesamaan dengan manusia.

Menurut American Museum of Natural History, DNA manusia rata-rata 96% identik dengan DNA kerabat primata yang paling jauh, dan hampir 99% identik dengan simpanse dan bonobo.

Apa yang membuat primata mirip dengan manusia?

  • Otak besar. Dibandingkan ukuran tubuhnya, otak primata lebih besar dari hewan lain.

  • Tangan yang pintar. Mereka bisa menggenggam dan memegang benda seperti kita.

  • Hidup berkelompok. Primata punya kelompok sosial yang kompleks, sama seperti keluarga manusia.

  • Penglihatan warna. Mereka bisa melihat warna merah, hijau, dan spektrum warna penuh seperti kita.

  • Umur panjang. Primata tumbuh lambat dan bisa hidup lama.

  • Anak sedikit. Biasanya melahirkan satu bayi dalam satu waktu, seperti manusia.

3. Indonesia punya primata unik yang tidak ada di negara lain

Simakobu
Dok. Balai Taman Nasional Siberut

Indonesia istimewa karena punya banyak primata yang tidak ada di negara lain. Primata-primata ini disebut hewan endemik.

Menurut Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), beberapa jenis primata Indonesia yang terkenal adalah:

  • Orangutan, kera besar satu-satunya yang ada di Indonesia. Mereka punya rambut panjang berwarna merah kecokelatan hingga jingga yang indah. Indonesia punya tiga spesies orangutan, yaitu Orangutan Kalimantan, Orangutan Sumatera, dan Orangutan Tapanuli.

  • Kukang, primata kecil yang aktif di malam hari. Yang unik, kukang punya bisa di lengannya yang bisa disalurkan lewat gigitan! Jadi jangan coba-coba pegang kukang sembarangan ya, Ma. Ada dua jenis kukang yang statusnya kritis, yaitu Kukang Bangka dan Kukang Jawa.

  • Tarsius, primata mungil dengan mata besar dan bulat yang menggemaskan. Kepalanya bisa berputar 180 derajat seperti burung hantu. Tarsius Siau dari Sulawesi Utara bahkan masuk dalam 25 primata paling terancam punah di dunia.

  • Simakobu, disebut juga "monyet ekor babi" karena ekornya yang pendek. Primata ini hanya bisa ditemukan di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Sayangnya, simakobu juga masuk dalam daftar 25 primata paling terancam punah di dunia.

4. Penyebab Primata Indonesia terancam punah

Orangutan
Freepik/kuritafsheen77

Banyak primata Indonesia yang terancam punah dan masuk kategori kritis di alam.

Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Red List yang dikutip YIARI, status konservasi "kritis" berarti primata tersebut menghadapi risiko kepunahan di waktu dekat.

YIARI menjelaskan beberapa alasan utama mengapa primata bisa terancam punah, yaitu:

  • Kehilangan rumah (habitat). Hutan ditebang untuk perkebunan kelapa sawit atau pemukiman.

  • Perburuan liar. Masih banyak yang memburu primata untuk dimakan atau diperjualbelikan.

  • Dipelihara sebagai hewan peliharaan. Banyak orang memelihara kukang atau monyet di rumah, padahal ini ilegal dan menyiksa mereka.

  • Bencana alam. Tarsius Siau terancam oleh erupsi Gunung Karangetang.

5. Punahnya primata dapat berdampak pada kerusakan hutan

Taman Nasional Gunung Rinjani
Freepik/wirestock

Primata punya peran penting di hutan. Jika mereka punah, hutannya juga bisa rusak. Peran primata dalam menjaga hutan adalah:

  • Penyebar biji. Primata suka makan buah-buahan. Setelah dimakan, bijinya akan keluar bersama kotoran mereka di tempat lain. Biji-biji itu akan tumbuh jadi pohon baru. Jadi, primata membantu hutan tetap hijau dan lebat.

  • Menjaga keseimbangan ekosistem. Primata juga makan serangga dan daun-daunan. Jika mereka punah, populasi serangga bisa meledak atau sebaliknya, dan rantai makanan di hutan jadi kacau.

  • Indikator kesehatan hutan. Jika primata masih banyak di hutan, artinya hutannya sehat. Jika mereka mulai hilang, itu tandanya ada yang tidak beres dengan hutan.

ProFauna Indonesia menekankan bahwa melestarikan habitat primata seperti hutan juga akan memberikan keuntungan ekologi dan ekonomi bagi manusia. Hutan yang sehat artinya udara bersih, air melimpah, dan bencana alam bisa dicegah.

6. Primata butuh perlindungan dari manusia

Macaca Tonkeana
Dok. Pusat Studi Satwa Primata IPB University

Untuk melindungi primata Indonesia, ada berbagai upaya konservasi dan perlindungan yang dilakukan, seperti:

  • Jangan beli primata sebagai hewan peliharaan. Membeli primata justru mendorong perdagangan ilegal dan mengurangi populasi mereka di alam.

  • Informasikan jika melihat perdagangan ilegal. Jika Mama melihat primata diperjualbelikan, laporkan ke ProFauna Indonesia melalui laman resmi profauna.

  • Ajarkan anak untuk mencintai alam. Ajak anak menonton video tentang primata, baca buku tentang mereka, atau bahkan berkunjung ke pusat konservasi. Ini akan menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam sejak dini.

  • Dukung produk ramah lingkungan. Pilih produk yang tidak berkontribusi pada deforestasi, seperti produk bersertifikat ramah hutan.

7. Hari Primata menjadi pengingat akan tanggung jawab manusia terhadap alam

Kukang Jawa
Dok. Fireface Project

Hari Primata Indonesia bukan sekadar perayaan. Ini adalah pengingat bahwa manusia punya tanggung jawab besar terhadap kelangsungan hidup primata.

Karena manusialah yang paling banyak merusak habitat primata, memburu mereka, dan memperdagangkan mereka. Tapi di sisi lain, manusia juga yang paling bisa melindungi mereka.

Yuk Ma, di Hari Primata Indonesia pada 30 Januari ini, kenalkan anak pada primata Indonesia. Ajarkan anak untuk mencintai alam, dan jangan pernah membeli primata sebagai hewan peliharaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

Kurikulum International Baccalaureate: Pengertian, Sistem, dan Manfaat

13 Jan 2026, 16:37 WIBBig Kid