Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah dan dianjurkan untuk berpuasa bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Namun, para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait hukum mengganti puasa Ramadhan pada hari ini.
Bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah, puasa pada hari tersebut dihukumi makruh. Mereka dianjurkan menjaga kondisi fisik agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.
Rasulullah SAW juga diriwayatkan tidak berpuasa pada Hari Arafah saat berhaji. Dalam sebuah sejarah, dia menyalakan susu ketika berada di Arafah dan meminumnya di hadapan para sahabatnya.
Sebagian ulama memakruhkan puasa qadha Ramadan di Hari Arafah karena keutamaannya lebih dikhususkan untuk puasa sunnah. Oleh karena itu, Mama disarankan mengganti puasa Ramadan di hari lain agar tidak kehilangan keutamaan puasa Arafah.
Nah, itulah penjelasan mengenai 7 hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadan yang perlu Mama ketahui.
Semoga informasi ini membantu Mama menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan penuh keberkahan.
Apa yang dimaksud dengan puasa qadha Ramadan? | Puasa qadha Ramadan adalah puasa pengganti yang dilakukan oleh seseorang yang meninggalkan puasa Ramadan karena uzur syar’i, seperti sakit, haid, nifas, hamil, menyusui, atau perjalanan jauh. |
Bagaimana jika seseorang menunda puasa qadha hingga melewati Ramadan berikutnya? | Jika penundaan tanpa uzur, mayoritas ulama mewajibkan qadha dan fidyah. Namun jika ada uzur syar’i yang berkelanjutan, maka cukup mengqadha tanpa fidyah. |
Kapan waktu terbaik untuk mengganti puasa Ramadan? | Sesegera mungkin setelah bulan Syawal hingga bulan Sya'ban sebelum Ramadhan berikutnya tiba. |