Dok. Jakarta Food Festival
Berjalan-jalan di tengah ramainya Kampoeng Tempo Doeloe 2026 terasa seperti melakukan perjalanan kuliner keliling Indonesia. Beragam booth menghadirkan makanan khas dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatera, Bali, hingga wilayah lain di Nusantara.
Tahun ini, KTD menghadirkan 38 tenant baru, di antaranya Cakwe Gang Gloria Pancoran Glodok, Kerak Telor Pak Ahmad, Nasi Goreng Babat Semar Semarang, Rarampa Manado, Lumpia Semarang Gang 9 Sejak 1983, Bakmi Kepiting Akhiong Pontianak, Sego Tempong Rakyat khas Banyuwangi, hingga Lapo Naburju khas Toba.
Setelah menjelajahi sejumlah booth, ada beberapa tempat yang menarik untuk dicoba dan digali budayanya.
Ayam Bakar Klaten Tanpa Tulang.
Dalam kesempatan ini, saya mencoba ayam bakar khas Klaten. Uniknya, ayam bakar ini hanya menggunakan potongan paha atas dan bersifat boneless (tanpa tulang).
Ciri khas dari ayam bakar Klaten ini adalah manis gurih. Pembuatannya dilakukan dengan memotong potongan ayam menjadi potongan kecil dan membakarnya di atas grill yang kemudian ditambah dengan kecap manis.
Tekstur dari ayam bakar ini juga sangat empuk karena menggunakan potongan paha atas dengan ketebalan yang tidak terlalu tebal.
"Kita hanya menggunakan potongan paha atas biar lebih besar dan cenderung manis. Untuk jenisnya, memang biasa ada yang menggunakan tulang tapi kita tidak menggunakan tulang dalam potongan ayamnya," ujar mas Gading, salah satu penjual di booth Ayam Bakar Klaten Tanpa Tulang yang diwawancarai pada Rabu (19/8/2026).
Warung Dodol Betawi Bang Rizal
Untuk menu kedua, saya berkesempatan mencoba makanan ringan unik yaitu dodol Betawi. Dodol Betawi yang dijual ini didominasi rasa manis dengan ukuran kecil dan besar.
Di booth ini, ada 2 jenis dodol yaitu dodol yang terbuat dari ketan putih dan ketan hitam. Rasanya sendiri tidak terlalu beda, namun yang ketan putih lebih lembut, sedangkan ketan hitam lebih kasar teksturnya.
"Bahan utamanya sendiri santen, ketan, gula aren, dan gula putih yang digabung kemudian di aduk. Untuk rasa sama-sama manis paling hanya beda di teksturnya," ujar mas Arul, salah satu penjual di booth Warung Dodol Betawi Bang Rizal yang diwawancarai pada Rabu (19/8/2026).
Setelah menjelajahi Jakarta Food Festival dan mencoba berbagai menu dari sejumlah tenant, pengalaman kuliner di festival ini terasa cukup lengkap dan beragam. Bagi pencinta kuliner yang ingin mencicipi banyak pilihan makanan dalam satu tempat, Jakarta Food Festival bisa menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dijelajahi.