10 Street Food Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas 2026, Ada Sate!

- TasteAtlas 2026 merilis daftar 10 street food terbaik dunia berdasarkan ribuan ulasan pengguna dari berbagai negara, menampilkan hidangan khas dari Afrika, Asia, hingga Amerika Latin.
- Karantika asal Aljazair menempati posisi teratas dengan cita rasa autentik berbahan tepung kacang arab, disusul Kontosouvli dari Yunani dan sate kambing Indonesia di urutan ketiga.
- Daftar ini juga mencakup hidangan populer seperti Quesabirria dari Meksiko, Taameya Mesir, Guotie Tiongkok, Anticucho Peru, Bánh mì Vietnam, Siu mei Tiongkok, dan Amritsari kulcha India.
Kuliner kaki lima alias street food selalu punya daya tarik tersendiri. Di balik gerobak sederhana atau lapak pinggir jalan, sering kali tersimpan cita rasa autentik yang justru menjadi identitas sebuah daerah.
Tak heran jika street food menjadi salah satu cara terbaik untuk mengenal budaya dan tradisi kuliner dari berbagai penjuru dunia. Setiap tahunnya, platform kuliner global TasteAtlas merilis daftar street food terbaik berdasarkan ribuan ulasan dan penilaian penggunanya.
Pada edisi 2026, daftar tersebut menghadirkan beragam hidangan legendaris dari berbagai negara, mulai dari Afrika, Asia, hingga Amerika Latin. Menariknya, Indonesia juga berhasil menempatkan beberapa jajanan favoritnya dalam jajaran street food terbaik dunia.
Lantas, makanan kaki lima apa saja yang berhasil masuk dalam daftar 10 besar? Berikut Popmama.com siap membahas informasi lebih lanjut 10 street food terbaik di dunia versi TasteAtlas 2026.
Table of Content
1. Karantika, makanan kaki lima legendaris dari Aljazair

Karantika merupakan hidangan tradisional yang sangat populer di Aljazair, khususnya di kota Aljir. Di Maroko, makanan ini lebih dikenal dengan nama calienté. Hidangan ini memiliki akar sejarah yang berasal dari pengaruh Spanyol pada masa kolonial.
Nama karantika sendiri diyakini berasal dari kata bahasa Spanyol calentita yang berarti ‘hangat’. Awalnya, karantika dikenal sebagai makanan sederhana yang mengenyangkan bagi kalangan pekerja.
Namun seiring berjalannya waktu, hidangan ini berkembang menjadi salah satu street food paling dicintai di Aljazair dan Maroko yang dinikmati oleh berbagai kalangan usia. Karantika dibuat dari adonan tepung kacang arab (chickpea flour), air, minyak, garam, merica, dan telur yang dipanggang hingga menghasilkan lapisan atas berwarna keemasan dan sedikit renyah.
Samentara itu, bagian dalamnya tetap lembut dan creamy menyerupai custard. Beberapa variasi resep juga menambahkan jintan atau cabai untuk memperkaya cita rasanya.
2. Kontosouvli, daging babi panggang khas Yunani yang kaya rempah

Kontosouvli adalah hidangan tradisional Yunani yang dibuat dari potongan besar daging babi dimarinasi dengan campuran berbagai rempah dan bumbu, lalu ditusuk dan dipanggang perlahan menggunakan teknik rotisserie, mirip seperti gyro atau souvlaki.
Bumbu marinasi yang digunakan biasanya terdiri dari bawang putih, oregano, thyme, rosemary, paprika, minyak zaitun, air perasan lemon, serta anggur merah. Setelah proses marinasi selesai, daging dipanggang di atas api terbuka hingga menghasilkan lapisan luar yang kaya rasa dan sedikit garing, sementara bagian dalamnya tetap juicy.
Kontosouvli biasanya disajikan bersama roti pita, saus tzatziki, dan salad horiatiki. Dahulu hidangan ini identik dengan perayaan Paskah, tetapi kini dapat ditemukan sepanjang tahun di berbagai taverna Yunani.
3. Sate kambing, kebanggaan kuliner Indonesia yang mendunia

Kemudian, ada sate kambing yang menempati urutan tiga. Sate kambing merupakan salah satu jenis sate tradisional Indonesia yang menggunakan daging kambing sebagai bahan utamanya.
Daging dipotong dalam bentuk kubus lalu dimarinasi menggunakan kombinasi kecap manis, lengkuas, bawang merah halus, air nanas, dan sering kali ditambah cabai.
Setelah dimarinasi, daging ditusuk menggunakan tusukan bambu yang lebih besar dan tebal dibandingkan sate ayam karena tekstur daging kambing lebih padat dan keras.
Daging kemudian dibakar hingga matang dan disajikan bersama saus kecap manis, saus kacang, atau sambal yang terdiri dari bawang merah, cabai rawit, dan kecap manis.
Banyak orang juga menikmati sate kambing dengan nasi putih atau lontong sebagai pelengkap. Hidangan ini sangat populer di berbagai daerah di Pulau Jawa.
4. Quesabirria, perpaduan birria dan quesadilla dari Meksiko

Quesabirria adalah street food populer asal Meksiko yang merupakan perpaduan antara birria dan quesadilla. Hidangan ini berasal dari kota Tijuana dan biasanya menggunakan tortilla berukuran besar yang diisi dengan daging sapi serta keju.
Tortilla kemudian dimasak hingga keju meleleh sempurna dan bagian luarnya menjadi renyah. Salah satu ciri khas quesabirria adalah penyajiannya bersama semangkuk kaldu atau consomé untuk cocolan.
5. Taameya, makanan khas Mesir yang menggunakan kacang fava

Taameya sering disebut sebagai versi asli dari falafel. Berbeda dengan falafel pada umumnya yang menggunakan kacang arab, taameya khas Mesir dibuat dari kacang fava.
Meskipun asal-usul falafel masih menjadi perdebatan, banyak sejarawan kuliner sepakat bahwa taameya berasal dari tradisi kuliner Mesir. Campuran kacang fava biasanya dibumbui dengan daun bawang, bawang bombay, ketumbar segar, peterseli, dan jintan.
Sebelum digoreng, bagian luarnya dilapisi biji wijen, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih menarik. Penggunaan kacang fava membuat taameya memiliki tekstur yang lebih ringan, empuk, dan lembap dibandingkan jenis falafel lainnya.
Meski dapat ditemukan sepanjang tahun sebagai makanan kaki lima populer di Mesir, taameya menjadi sangat diminati saat bulan Ramadan tiba.
6. Guotie, pangsit goreng khas Tiongkok dengan dua tekstur sekaligus

Guotie merupakan salah satu variasi pangsit jiaozi khas Tiongkok Utara yang dimasak dengan cara digoreng di atas wajan. Isian yang paling umum digunakan adalah daging babi cincang, kubis Tiongkok, daun bawang, jahe, arak beras, dan minyak wijen.
Keunikan guotie terletak pada teknik memasaknya. Saat bagian bawah pangsit sedang digoreng, sedikit cairan ditambahkan ke dalam wajan lalu ditutup rapat sehingga bagian atas pangsit dan isiannya matang melalui proses pengukusan.
Teknik ini menghasilkan perpaduan tekstur renyah di bagian bawah dan lembut di bagian atas. Dari segi bentuk, guotie biasanya dibuat panjang dan lurus agar dapat berdiri lebih stabil selama proses memasak.
7. Anticucho de corazón, sate jantung sapi khas Peru

Anticucho de corazón adalah hidangan tradisional Peru yang terdiri dari jantung sapi panggang. Hidangan ini dibuat menggunakan jantung sapi, minyak, cuka anggur merah, bawang putih, oregano, jintan, garam, dan pasta cabai pedas aji panca.
Jantung sapi dipotong berbentuk kubus lalu dimarinasi dengan seluruh bumbu hingga meresap. Setelah itu, potongan daging ditusuk dan dipanggang hingga matang sempurna dengan sedikit bagian yang menghitam akibat proses pembakaran.
Anticucho de corazón biasanya disajikan bersama irisan kentang rebus tebal, jagung, dan saus aji amarillo sebagai pelengkap. Banyak orang Peru menikmati hidangan ini bersama segelas bir dingin.
8. Bánh mì heo quay, sandwich daging babi panggang favorit Vietnam

Bánh mì heo quay adalah salah satu variasi bánh mì tradisional Vietnam yang menggunakan perut babi panggang sebagai bahan utama. Daging babi dipanggang dengan lapisan garam dan rempah yang cukup tebal hingga menghasilkan tekstur renyah serta rasa gurih khas.
Potongan daging kemudian disajikan di dalam roti bánh mì yang baru dipanggang. Isinya dilengkapi dengan mayones, acar wortel dan lobak putih (daikon), mentimun, daun ketumbar, serta daun kucai.
Bagi pencinta makanan pedas, irisan cabai juga bisa ditambahkan sebagai pelengkap. Pada beberapa versi, bagian dalam roti terlebih dahulu diolesi pâté hati ayam sebelum ditambahkan irisan daging babi panggang.
Bánh mì heo quay banyak dijual di gerai street food dan menjadi salah satu jenis bánh mì paling populer di Vietnam.
9. Siu mei, daging panggang khas Tiongkok

Siu mei merujuk pada gaya masakan Tiongkok yang berfokus pada teknik memanggang daging menggunakan tusukan besar di atas api terbuka atau oven rotisserie.
Tradisi kuliner ini berasal dari Provinsi Guangdong dan sangat populer di Hong Kong. Dalam bahasa Kanton, siu mei berarti ‘rasa panggang’. Beberapa hidangan paling terkenal dalam kategori ini antara lain char siu, siu yuk, ayam kecap, dan ayam rebus putih.
Hidangan-hidangan tersebut biasanya disajikan bersama nasi, sayuran, atau mi. Salah satu ciri khas restoran siu mei adalah daging panggang yang digantung di sebuah etalase.
10. Amritsari kulcha, roti isi khas India yang kaya rasa

Amritsari kulcha berasal dari kota Amritsar di India Utara. Hidangan ini berupa roti yang diisi dengan kentang, bawang bombai, keju cottage (paneer), dan berbagai rempah pilihan.
Roti ini biasanya diberi taburan biji ketumbar, daun ketumbar segar, serta bubuk cabai merah. Teksturnya tipis dan renyah dengan olesan mentega ghee yang melimpah.
Amritsari kulcha telah menjadi makanan pokok di Amritsar, sehingga hampir setiap sudut kota dipenuhi aroma kulcha yang dipanggang dalam oven tandoor berukuran besar.
Meski sejarahnya tidak banyak terdokumentasi, masyarakat setempat menganggap kulcha sebagai makanan yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu variasi roti pipih populer di India.
Nah, itu dia 10 street food terbaik di dunia versi TasteAtlas 2026. Ada makanan favoritmu nggak, nih?


















