Proses evakuasi jenazah pesawat ATR 42-500 oleh tim SAR gabungan dari jurang di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok. Basarnas Makassar)
Seluruh korban pesawat ATR 42-500 ditemukan di Gunung Bulusaurung berada di medan yang sangat ekstrem. Syafii juga menyebut korban ditemukan di lokasi kedalaman yang bervariasi, sekitar 100 - 500 meter dari puncak gunung.
“Karena itu operasi SAR ini dari hari ke hari tingkat kesulitannya semakin bertambah. Tidak semua potensi SAR bisa masuk ke lokasi. Hanya personel dengan kemampuan khusus dan keahlian high angle rescue yang dapat diterjunkan,” kata Syafii.
Terkait perpanjangan atau penghentian operasi SAR, ia juga menyampaikan evaluasi akan dilakukan setelah hari ketujuh pencarian dengan melibatkan unsur udara dan darat. Biasanya, tim DVI akan menyampaikan apakah perlu perpanjangan operasi atau tidak.
Namun, ia menjelaskan keputusan perpanjangan operasi bukan keputusan yang mudan, karena pertimbangan medan dan tantangan di lokasi pencarian, keterbatasan tim dengan kemampuan khusus dan kondisi korban.
Diketahui sebelumnya serpihan pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaurung, di mana lokasi penemuan menunjukkan pesawat kemungkinan menabrak bukit atau lereng sebelum jatuh, diklasifikasikan sebagai Controlled Flight Into Terrain atau masih dalam kendali pilot saat menabrak medan.
Demikian penjelasan mengenai semua jenazah korban pesawat ATR 42-500 telah ditemukan di hari ke-7 pencarian.
Kita doakan agar seluruh korban diterima di sisi-Nya dan seluruh proses evakuasi dan identifikasi dapat berjalan dengan lancar, ya, Ma.
Pesawat ATR 42-500 milik siapa? | Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan yang hilang kontak membawa 7 kru dan tiga penumpang dari pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. |
Pesawat ATR 42-500 jatuh di mana? | Otoritas penerbangan dan tim SAR memastikan bahwa pesawat yang jatuh di kawasan pegunungan Kabupaten Maros adalah ATR 42-500, bukan ATR 400 seperti sempat diberitakan pada laporan awal. |
Pesawat ATR 42-500 milik siapa? | Pesawat ATR 42-500 merupakan pesawat milik PT Indonesia Air Transport (IAT). |