Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 hingga Ditemukan di Maros, Pencarian Masih Berlanjut

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 hingga Ditemukan di Maros, Pencarian Masih Berlanjut
potret pesawat ATR 42-500 (indonesia-air.com)
Intinya sih...
  • Pesawat ATR 42-500 milik IAT hilang kontak saat melintas di pegunungan Leang-Leang, Maros, Sulawesi Tengah.
  • Serpihan pesawat ditemukan di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan setelah mengangkut 10 orang dari Yogyakarta ke Makassar.
  • Tim SAR gabungan masih dalam proses evakuasi puing pesawat dan pencarian korban untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (17/1/25) saat melintas di kawasan pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Tengah. Serpihan pesawat dikabarkan telah ditemukan di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan.

Pesawat tersebut diketahui mengangkut 10 orang yang terdiri dari 7 awak dan 3 penumpang dari Yogyakarta Adi Sucipto menuju Makassar Sultan Hasanuddin. Dijadwalkan pesawat tersebut mendarat pada Sabtu siang, namun pesawat dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan sebelum mencapai bandara tujuan.

Belum diketahui apa penyebab kecelakaan tersebut, tim SAR gabungan saat ini masih dalam proses evakuasi puing pesawat dan pencarian korban. 

Berikut Popmama.com telah merangkum kronologi jatuhnya pesawat ATR 42-500 hingga ditemukan di Maros beserta perkembangan terkini korban ditemukan.

1. Pesawat ATR 42-500 berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 hingga Ditemukan di Maros, Pencarian Masih Berlanjut.png
Ilusrasi bandara (Unsplash/Pupu Nugroho)

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui menjalankan penerbangan sewaan untuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Pesawat tersebut merupakan pesawat patroli milik Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Diketahui pesawat lepas landas dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada Sabtu pagi pukul 08.00 WIB menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat kemudian diarahkan melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin, namun pesawat tidak teridentifikasi pada jalur pendekatan yang seharusnya dan dinyatakan hilang kontak.

“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi,” kata Lukman F. Laisa selaku Direktur Jenderal Perhubungan Udara dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).

Saat penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat ATR 42-500 terputus. Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC segera melakukan deklarasi fase darurat sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

2. Pencarian segera dilakukan, puing ditemukan di lereng Puncak Bulusaraung

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 hingga Ditemukan di Maros, Pencarian Masih Berlanjut
Salah satu serpihan diduga badan pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang ditemukan di kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel, Minggu pagi (18/1/2026). (Dok. Basarnas Makassar)

Setelah dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Kabupaten Maros, pencarian segera dilakukan dengan operasi pencarian terpadu yang dikoordinasikan oleh Basarnas melibatkan dukungan TNI, Polri, AirNav Indonesia, BMKG, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya. 

Tim SAR gabungan menemukan serpihan yang diduga kuat berasal dari pesawat ATR 42-500 di lereng puncak Bulusaraung, tepatnya di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan pada Minggu (18/1/26). Lokasi tersebut berada sekitar 26,49 km dari Bandara Sultan Hasanuddin. 

Pada pukul 07.46 WITA, tim SAR berhasil mengidentifikasi serpihan jendela pesawat. Kemudian ditemukan juga serpihan besar yang diduga bagian badan pesawat beserta ekornya.

3. Pencarian mencapai titik terang, satu korban berhasil ditemukan

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 hingga Ditemukan di Maros, Pencarian Masih Berlanjut
Tim SAR berupaya mengevakuasi jenazah salah satu korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok. Basarnas Makassar)

Operasi pencarian juga membuahkan hasil selain ditemukan puing dari pesawat, tim SAR gabungan juga telah menemukan satu korban di jurang tepat sebelah utara puncak Gunung Bulusaraung. Informasi ini juga telah dibenarkan oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko.

“Benar telah ditemukan satu korban dan saat ini sedang dievakuasi melalui jalur pendakian,” katanya.

Tim pencari juga menemukan beberapa barang pribadi penumpang, seperti serpihan pakaian dan kain yang juga terdapat logo Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penemuan serpihan tersebut menjadi petunjuk awal untuk mencari korban lainnya yang saat ini masih belum ditemukan.

4. Pesawat diketahui mengangkut 10 penumpang

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 hingga Ditemukan di Maros, Pencarian Masih Berlanjut
ilustrasi pesawat ATR 42-500 (Kreuzschnabel, ATR 42-500 F-GPYM, CC BY-SA 3.0)

Diketahui pesawat ATR 42-500 mengangkut 10 orang dengan 7 orang kru beridentitas Kapten Andy Dahananto, Farhan Gunawan, Restu Adi, Hariadi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita dan Esther Aprilita. Kemudian terdapat tiga orang penumpang yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Noval.

Identitas korban ditemukan tersebut belum terungkap dan masih dalam proses identifikasi. Sebelumnya, pesawat tersebut diduga mengangkut 11 orang dengan data yang berbeda dari yang tercantum pada Passenger Manifest yang beredar.

Dalam data tersebut, nama kru lainnya seperti Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, dan Junaidi telah dikonfirmasi tidak ikut dalam penerbangan. 

5. Penyebab belum diketahui, pesawat diklaim laik terbang

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 hingga Ditemukan di Maros, Pencarian Masih Berlanjut
Ilustrasi pesawat (Unsplash/Fasya Halim)

Penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 saat ini masih dalam tahap penelusuran. Kemenhub menyatakan berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat tersebut dinyatakan dalam kondisi laik terbang.

“Berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan,’ kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa, Senin (19/1/26).

Pesawat telah melakukan pemeriksaan rutin dan pengawasan kelaikudaraan secara berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyebab kecelakaan pesawat tersebut masih menunggu laporan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga enggan menyebut penyebab pesawat jatuh akibat kondisi cuaca, ia meminta agar menunggu hasil pendalaman dan proses evakuasi.

6. Pencarian korban masih berlanjut, diperkuat lewat udara

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 hingga Ditemukan di Maros, Pencarian Masih Berlanjut
TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan helikopter H225M Caracal untuk membantu pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) (dok. Dispenad)

Usai ditemukan puing pesawat dan satu korban meninggal dunia, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban pesawat ATR 42-500. Diketahui upaya pencarian korban di wilayah pegunungan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan diperkuat melalui jalur udara dan teknologi modifikasi cuaca.

“Pagi tadi kita memanfaatkan pesawat Boeing untuk melaksanakan air surveillance. Kemudian ditindaklanjuti dengan helikopter untuk menurunkan tim rescue yang memiliki kemampuan khusus,” kata Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Senin (19/1/26).

Basarnas diketahui juga menambah kekuatan udara dengan mendatangkan pesawat tambahan dari Surabaya untuk mempercepat pencarian korban dan puing pesawat ditambah modifikasi cuaca untuk mempermudah pencarian.

Dalam operasi ini diketahui tim SAR gabungan yang dikerahkan mencapai 1.200 personel diikuti dengan bantuan dari warga sekitar dengan fokus utama pada pencarian dan evakuasi korban di lokasi jatuhnya pesawat.

Itu dia penjelasan mengenai rangkuman kronologi jatuhnya pesawat ATR 42-500 hingga ditemukan di Maros beserta perkembangan terkini korban ditemukan.

Pencarian masih terus berlanjut setelah terkendala cuaca pada Minggu (18/1/26). 

Kita doakan agar operasi pencarian dilancarkan dan korban lainnnya segera ditemukan, ya, Ma.

FAQ Seputar Pesawat ATR

Pesawat ATR 42-500 milik siapa?

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan yang hilang kontak membawa 7 kru dan tiga penumpang dari pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pesawat ATR 42-500 jatuh di mana?

Otoritas penerbangan dan tim SAR memastikan bahwa pesawat yang jatuh di kawasan pegunungan Kabupaten Maros adalah ATR 42-500, bukan ATR 400 seperti sempat diberitakan pada laporan awal.

Pesawat ATR 42-500 milik siapa?

Pesawat ATR 42-500 merupakan pesawat milik PT Indonesia Air Transport (IAT).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus Berdasarkan Tingkat Keparahan

19 Jan 2026, 16:03 WIBLife