Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Jenis Awan di Langit, Ada Cirrus hingga Lentikular
Pexels/Rufaro Makaya
  • Artikel menjelaskan sepuluh jenis awan dari cirrus hingga lentikular, lengkap dengan ciri fisik dan ketinggian pembentukannya di atmosfer.
  • Setiap jenis awan memiliki makna cuaca berbeda, mulai dari pertanda cerah, hujan ringan, hingga potensi badai ekstrem seperti pada cumulonimbus.
  • Sumber utama informasi berasal dari NESDIS NOAA dan BRIN yang menyoroti fungsi awan sebagai indikator perubahan cuaca serta fenomena alam menarik untuk diamati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemaparan mengenai sepuluh jenis awan di langit, mulai dari cirrus hingga lentikular, beserta ciri-ciri dan kaitannya dengan kondisi cuaca yang mungkin terjadi.
  • Who?
    Informasi disampaikan berdasarkan penjelasan NESDIS NOAA serta keterangan tambahan dari peneliti klimatologi BRIN, Erma Yulihastin.
  • Where?
    Fenomena awan ini diamati di atmosfer Bumi pada berbagai lapisan ketinggian, mulai dari awan tinggi hingga awan rendah.
  • When?
    Pemaparan ini menggambarkan kondisi umum pembentukan awan yang dapat terjadi setiap saat tergantung faktor cuaca dan atmosfer; tidak terkait waktu tertentu.
  • Why?
    Perbedaan bentuk dan jenis awan dijelaskan untuk membantu masyarakat memahami tanda-tanda perubahan cuaca serta mengenali potensi hujan atau badai.
  • How?
    Masing-masing jenis awan terbentuk akibat variasi suhu, kelembapan, dan pergerakan udara di atmosfer; data dijelaskan melalui pengamatan satelit dan penelitian meteorologi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di langit ada banyak awan yang beda-beda bentuknya. Ada awan tipis seperti rambut, ada yang tebal dan gelap. Ada awan yang bikin hujan datang, ada juga yang cuma hiasan cantik di langit. Beberapa awan bisa kasih tahu kalau cuaca mau berubah. Sekarang orang-orang belajar awan supaya tahu kapan hujan atau badai datang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah tidak, kamu iseng mendongak ke langit terus penasaran kenapa bentuk awan bisa beda-beda? Ada yang tipis kayak kapas ditarik-tarik, ada juga yang menggumpal gelap dan bikin hati was-was karena kelihatan bakal hujan deras.

Ternyata, perbedaan bentuk awan itu bukan cuma soal estetika. Melansir laman NESDIS NOAA (National Environmental Satellite, Data, and Information Service), setiap jenis awan memiliki ciri khas yang bisa menjadi petunjuk cuaca apa yang bakal terjadi. 

Buat kamu yang penasaran, berikut Popmama.com mengulas 10 jenis awan di langit. Yuk, simak sampai habis!

1. Cirrus

Wikimedia Commons/PiccoloNamek

Melansir NESDIS NOAA, cirrus adalah awan tinggi yang berada pada ketinggian sekitar 16.500 sampai 45.000 kaki. Bentuknya halus, tipis, dan berserabut seperti helaian rambut karena memang sebagian besar tersusun dari kristal es. 

Serabut-serabut itu terbentuk akibat hembusan angin yang menarik dan menyebarkan kristal esnya menjadi untaian panjang. Kalau kamu melihat cirrus menghiasi langit, itu tandanya cuaca bakal berubah dalam waktu dekat.

2. Cirrostratus

Wikimedia Commons/GerritR

Masih satu kelompok dengan cirrus, cirrostratus tampil sebagai awan tinggi yang tipis dan berwarna putih, menutupi seluruh langit layaknya kerudung transparan. NOAA menjelaskan bahwa awan ini kerap memunculkan lingkaran cahaya alias halo di sekitar Matahari atau Bulan. 

Tandanya apa? Hujan atau salju diperkirakan bakal turun dalam waktu 24 jam ke depan. Jadi, kalau langit tiba-tiba berselubung tipis seperti ini, tidak ada salahnya untuk siap-siap membawa payung.

3. Cirrocumulus

Wikimedia Commons/Franz van Duns

Masih di kelompok awan tinggi, ada cirrocumulus yang tampil tipis dan kadang berbentuk seperti riak-riak kecil atau butiran halus yang menyebar. Menurut NOAA, cirrocumulus biasanya menandakan cuaca cerah meski udara terasa dingin.

Tapi ada catatan menarik: di wilayah tropis, kemunculan awan ini justru bisa jadi pertanda badai tropis sedang mendekat. Jadi, jangan buru-buru merasa aman kalau melihatnya.

4. Altocumulus

Wikimedia Commons/Rastaman3000

Turun sedikit ke lapisan menengah, sekitar 6.500 sampai 23.000 kaki, kamu akan menemukan altocumulus, awan berlapis yang tampak seperti gumpalan kapas kecil berbaris rapi dan berwarna putih keabu-abuan. NOAA mencatat awan ini umumnya menjadi pertanda cuaca cerah dan jarang mendatangkan hujan. 

Namun, peneliti ahli utama klimatologi BRIN, Erma Yulihastin, punya catatan tambahan yang menarik. Menurutnya, altocumulus yang berbentuk bulatan-bulatan kecil menyerupai kapas dan menyebar luas di langit, kalau muncul pada pagi hari, bisa jadi sinyal hujan badai bakal datang pada sore harinya. Jadi, jangan cuma lihat bentuknya, tapi perhatikan juga jam kemunculannya.

5. Altostratus

Wikimedia Commons/Indrajit Das

Masih di ketinggian menengah, ada altostratus yang berwarna abu-abu atau biru keabuan, campuran dari kristal es dan tetesan air. Bedanya dengan altocumulus, altostratus menutupi hampir seluruh langit secara merata. 

Melansir NESDIS NOAA, kemunculan altostratus adalah tanda kamu perlu bersiap menghadapi hujan atau salju yang turun terus-menerus, bukan hanya sebentar saja.

6. Nimbostratus

Wikimedia Commons/Maurice Flesier

Kalau langit terlihat gelap, abu-abu merata, dan mataharinya seolah hilang total, kemungkinan besar itu adalah nimbostratus. NOAA menyebut awan ini begitu tebal sampai bisa memblokir cahaya matahari, dan biasanya diikuti hujan atau salju yang berlangsung lama. 

Melansir BRIN, nimbostratus memang dikenal luas sebagai "awan hujan" atau "awan mendung" karena warnanya yang abu-abu merata biasa terlihat beberapa saat sebelum hujan benar-benar turun. Bersama altocumulus dan cumulonimbus, nimbostratus menjadi salah satu jenis awan yang kerap dipantau lewat satelit sebagai penanda potensi cuaca ekstrem.

7. Kumulus

Wikimedia Commons/Jacek Halicki

Beranjak ke kelompok awan rendah, ada kumulus yang bentuknya menggemaskan seperti bola-bola kapas putih mengambang santai di langit. 

Menurut NOAA, awan ini justru mempercantik pemandangan senja karena ukuran dan bentuknya yang bervariasi. Tenang saja, kemunculan kumulus biasanya menandakan cuaca cerah.

8. Cumulonimbus

Wikimedia Commons/Kingshuk Mondal

Tapi hati-hati, karena si kumulus punya "sepupu" yang jauh lebih menyeramkan, yaitu cumulonimbus. NOAA menjelaskan bahwa awan ini terbentuk pada hari yang panas ketika udara hangat dan lembap naik sangat tinggi ke atmosfer, sampai-sampai dari kejauhan terlihat seperti gunung atau menara raksasa. 

Pertanda cuacanya jelas: waspada hujan deras, hujan es, bahkan tornado. Dikutip dari BRIN, cumulonimbus yang punya bentuk lebat dan padat dengan serat halus di bagian atasnya, sementara bagian bawahnya tampak koyak dan gelap, kadang mirip pohon beringin atau jamur raksasa. 

Bagian puncaknya bahkan menyebar horizontal membentuk semacam landasan yang berisi kristal es. Kombinasi es, angin kencang, hujan lebat, dan petir inilah yang membuat cumulonimbus jadi salah satu awan paling berbahaya sekaligus jadi salah satu tanda utama cuaca ekstrem.

9. Stratokumulus

Wikimedia Commons/Joydeep

Masih di lapisan rendah, ada stratokumulus yang tampil belang-belang abu-abu atau putih dengan corak menyerupai sarang lebah gelap. 

Melansir NOAA, awan ini biasanya menandakan cuaca masih cerah untuk sementara waktu, tapi bisa jadi pertanda badai sedang bersiap datang. Jadi, meski langit masih terlihat ramah, jangan lengah sepenuhnya.

10. Lentikular

Wikimedia Commons/Acaro

Terakhir, ada awan yang bentuknya paling unik dari semuanya, yaitu lentikular. Bentuknya menyerupai lensa, buah almond, bahkan sering disamakan dengan piring terbang alias UFO. 

NOAA menjelaskan bahwa bentuk khas ini muncul karena pengaruh medan berbukit atau pergerakan udara yang naik di atas permukaan datar. Untungnya, awan lentikular ini tidak punya pertanda cuaca khusus. Kemunculannya lebih ke fenomena visual unik yang seru untuk diamati dan difoto.

Nah, itulah pembahasan mengenai 10 jenis awan di langit. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article