Penyakit autoimun kulit memang belum bisa disembuhkan sepenuhnya, karena sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang kulit masih menjadi bagian dari kondisi tersebut.
- Penyakit autoimun kulit belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi pengobatan yang tepat dapat mengendalikan peradangan, meredakan keluhan, dan memperlambat perkembangan penyakit.
- Kortikosteroid, imunosupresan, serta obat biologis digunakan untuk menekan respons imun berlebih; bentuk, jenis, dan dosis pengobatan disesuaikan dengan kondisi pasien serta pengawasan dokter.
- Fototerapi UV dapat membantu psoriasis dan vitiligo melalui perawatan rutin, sementara pola hidup sehat seperti makan bergizi, olahraga, tidur cukup, dan kelola stres membantu mengurangi kambuh.
Meski begitu, bukan berarti gejalanya tidak bisa dikendalikan. Dengan pengobatan yang tepat, peradangan dan keluhan pada kulit dapat diredakan sekaligus membantu memperlambat perkembangan penyakit.
Lantas, apa saja cara mengobatinya? Berikut Popmama.com merangkum 5 cara mengobati penyakit autoimun kulit yang perlu kamu ketahui.
Table of Content
1. Konsumsi obat kortikosteroid

Magnific/magnific Melansir dari Mayo Clinic, kortikosteroid menjadi salah satu pilihan pengobatan untuk membantu mengobati penyakit autoimun kulit.
Obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan sekaligus menekan respons sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.
Pemberiannya bisa disesuaikan dengan kondisi yang dialami, mulai dari krim atau salep, obat minum, suntikan, hingga infus melalui pembuluh darah.
Kortikosteroid juga digunakan untuk membantu mengendalikan peradangan pada berbagai penyakit autoimun, seperti lupus.
2. Menjalani terapi cahaya

Pexels/Pavel Danilyuk Terapi cahaya atau fototerapi merupakan salah satu pilihan terapi untuk beberapa penyakit autoimun kulit, seperti psoriasis dan vitiligo.
Perawatan ini menggunakan paparan sinar ultraviolet (UV) yang dilakukan di klinik atau rumah sakit dengan dosis yang sudah disesuaikan.
Paparan UV dalam fototerapi dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus merangsang pertumbuhan sel kulit baru.
Agar hasilnya optimal, terapi biasanya perlu dilakukan secara rutin beberapa kali dalam seminggu, tergantung kondisi dan respons kulit terhadap pengobatan.
3. Konsumsi obat imunosupresan

Magnific/jcomp Obat imunosupresan juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi penyakit autoimun kulit.
Dilansir dari Verywell Health, obat ini bekerja dengan menekan atau mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif sehingga peradangan pada kulit dapat lebih terkendali.
Jenis obat yang digunakan bisa berbeda-beda sesuai kondisi pasien. Beberapa di antaranya adalah cyclosporine, cyclophosphamide, azathioprine, methotrexate, hingga obat biologis seperti abatacept dan adalimumab.
Obat-obatan ini bisa digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan terapi lain.
4. Pengobatan biologik

Magnific/magnific Obat biologis atau biologics agent merupakan salah satu pilihan pengobatan untuk penyakit autoimun kulit, terutama pada kondisi yang sulit dikendalikan dengan terapi lain.
Dikutip dari Cleveland Clinic, obat ini dibuat dari bahan yang berasal dari organisme hidup, seperti protein atau materi genetik tertentu, melalui proses bioteknologi.
Berbeda dari obat sintetis biasa, biologics agent dirancang untuk menargetkan bagian tertentu dari sistem kekebalan tubuh sehingga respons imun yang terlalu aktif dapat lebih terkontrol.
Untuk penyakit autoimun kulit, obat biologis umumnya diberikan berdasarkan resep dan pengawasan dokter, terutama untuk memastikan jenis dan dosisnya sesuai dengan kondisi kulit.
5. Terapkan pola hidup sehat

Magnific/magnific Selain melewati serangkaian pengobatan medis dengan beberapa pilihan di atas, cara mengobati penyakit autoimun lainnya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.
Hampir seluruh jenis penyakit autoimun merupakan penyakit yang bertahan dalam waktu lama serta dapat kambuh (flare) sehingga gaya hidup berperan penting dalam mengurangi gejala kambuhnya.
Caranya bisa dimulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, cukup tidur, mengelola stres, serta menghindari rokok dan alkohol.
Itulah 5 cara mengobati penyakit autoimun kulit yang perlu kamu ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat dan memberi kamu wawasan seputar pengobatan untuk penyakit autoimun kulit, ya!



















