Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Jenis Terapi Artritis yang Bantu Redakan Nyeri Sendi.jpg
Freepik

Intinya sih...

  • Terapi obat-obatan membantu meredakan nyeri dan peradangan pada sendi dengan menggunakan NSAIDs seperti ibuprofen dan naproxen, serta parasetamol.

  • Fisioterapi menjaga fungsi sendi tetap optimal dengan latihan fisik yang tepat untuk mengurangi kekakuan sendi, menjaga fleksibilitas, serta mempertahankan kekuatan otot.

  • Akupunktur, pijat terapeutik, herbal dan suplemen, terapi psikologis, serta Platelet Rich Plasma (PRP) juga dapat membantu meredakan nyeri dan menjaga kesehatan sendi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Radang sendi atau artritis kerap menimbulkan nyeri dan kaku yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat dialami siapa saja dan memerlukan penanganan yang tepat agar tidak semakin memburuk.

Meski bersifat kronis, artritis tetap bisa dikendalikan dengan berbagai pilihan terapi. Tujuannya adalah mengurangi nyeri, meredakan peradangan, serta menjaga fungsi sendi tetap optimal.

Dengan mengenali berbagai jenis terapi artritis yang tersedia, Mama dapat menyesuaikan penanganan sesuai kebutuhan dan kondisi sendi. Berikut Popmama.com rangkum beberapa pilihannya. 

1. Terapi obat-obatan

Freepik

Terapi obat menjadi langkah awal dalam menangani artritis untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan pada sendi. Penanganan ini bertujuan agar Mama tetap bisa beraktivitas dengan lebih nyaman.

Melansir dari Mayo Clinic, obat yang sering digunakan meliputi NSAIDs seperti ibuprofen dan naproxen, serta parasetamol. Jenis obat ini membantu mengurangi rasa sakit sekaligus pembengkakan yang muncul akibat peradangan sendi.

Pada kondisi tertentu dengan peradangan yang lebih berat, dokter dapat memberikan kortikosteroid. Meski efektif meredakan inflamasi, penggunaannya tetap perlu pengawasan agar aman dan sesuai kebutuhan.

2. Fisioterapi

Freepik

Fisioterapi menjadi salah satu terapi penting bagi penderita artritis untuk membantu menjaga fungsi sendi tetap optimal. Terapi ini dirancang agar Mama tetap bisa bergerak aktif dan menjalani aktivitas harian dengan lebih nyaman.

Arthritis UK menyebutkan, latihan fisik yang dilakukan secara tepat dapat membantu mengurangi kekakuan sendi, menjaga fleksibilitas, serta mempertahankan kekuatan otot. Dengan begitu, sendi tetap terjaga dan kualitas hidup pun bisa lebih baik.

Jika dilakukan secara rutin dan terkontrol, fisioterapi dapat meningkatkan kemampuan bergerak secara bertahap. Hal ini membantu Mama lebih percaya diri beraktivitas tanpa perlu khawatir nyeri sendi semakin bertambah.

3. Terapi akupuntur

Freepik

Akupunktur merupakan salah satu terapi komplementer yang kerap digunakan untuk membantu Mama meredakan nyeri sendi. Terapi ini sering dipilih sebagai pendamping pengobatan medis.

Teknik akupunktur dilakukan dengan menusukkan jarum-jarum halus pada titik tertentu di tubuh. Rangsangan ini dipercaya dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan ketegangan.

Bagi sebagian penderita, akupunktur dapat memberikan efek relaksasi dan kenyamanan. Namun, terapi ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

4. Pijat terapeutik

Freepik

Pijat terapeutik menjadi salah satu terapi pendukung yang dapat membantu meredakan keluhan pada sendi. Terapi ini sering digunakan untuk memberikan rasa nyaman dan relaksasi pada tubuh.

Melalui teknik pijat tertentu, sirkulasi darah di sekitar sendi dapat meningkat sehingga membantu mengurangi ketegangan otot. Otot yang lebih rileks dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada area sendi.

Meski terasa menenangkan, pijat terapeutik sebaiknya dilakukan oleh terapis berpengalaman. Penyesuaian teknik pijat penting agar manfaatnya optimal dan tidak memperburuk kondisi sendi.

5. Herbal dan suplemen

Freepik

Herbal dan suplemen kerap dipilih sebagai terapi pendukung untuk menjaga kesehatan sendi. Beberapa orang mengonsumsinya sebagai bagian dari upaya mengurangi keluhan akibat masalah sendi.

Suplemen seperti glukosamin dan kondroitin sering dikaitkan dengan upaya membantu menjaga fungsi sendi. Kandungan ini dipercaya dapat mendukung kesehatan tulang rawan dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Meski begitu, konsumsi herbal dan suplemen sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar penggunaannya sesuai kebutuhan dan aman untuk jangka panjang.

6. Terapi psikologis

Freepik

Terapi psikologis menjadi bagian penting dalam penanganan radang sendi, karena kondisi ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga kesehatan mental. Nyeri yang berkepanjangan kerap memicu stres dan rasa cemas.

Melalui konseling atau terapi perilaku kognitif (CBT), Mama dibantu untuk mengelola emosi dan cara berpikir terhadap kondisi yang dialami. Terapi ini membantu membangun strategi coping agar tekanan mental dapat berkurang.

Dengan dukungan psikologis yang tepat, kualitas hidup penderita radang sendi dapat meningkat. Pasien pun lebih siap menghadapi tantangan sehari-hari dengan kondisi mental yang lebih stabil.

7. Platelet Rich Plasma (PRP)

Freepik

Platelet Rich Plasma atau PRP merupakan salah satu terapi yang digunakan untuk membantu menangani masalah sendi. Terapi ini memanfaatkan komponen alami dari tubuh pasien sendiri.

PRP dilakukan dengan mengambil plasma darah yang kaya akan trombosit, lalu disuntikkan ke area sendi yang bermasalah. Kandungan trombosit dipercaya dapat membantu proses penyembuhan jaringan yang mengalami peradangan.

Bagi sebagian pasien, terapi PRP dapat membantu mengurangi keluhan nyeri dan meningkatkan kenyamanan saat bergerak. Namun, pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi medis dan rekomendasi dokter.

Nah, itulah rangkuman berbagai jenis terapi artritis yang dapat membantu meredakan nyeri dan menjaga fungsi sendi.

FAQ tentang Terapi Artritis

Berapa lama waktu terapi pijat terapeutik?

Durasi pijat terapeutik bervariasi, umumnya 30-90 menit per sesi, tergantung kebutuhan.

Apakah terapi Platelet Rich Plasma (PRP) sakit?

Ya, terapi Platelet-Rich Plasma (PRP) bisa menimbulkan rasa nyeri ringan, bengkak, atau kemerahan di area suntikan, tapi umumnya tidak terlalu sakit karena menggunakan bius lokal dan darah sendiri.

Apa efek samping terapi akupuntur?

Nyeri, memar, atau pendarahan kecil di lokasi tusukan, serta rasa kantuk atau pusing.

Editorial Team