Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Jenis Terapi Stroke untuk Membantu Pemulihan Secara Bertahap
Freepik/DC Studio

Intinya sih...

  • Terapi fisik melatih kembali kekuatan otot dan koordinasi gerakan pasien stroke

  • Terapi okupasi membantu pasien kembali melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri

  • Terapi wicara bertujuan memperbaiki kemampuan berbicara dan menangani gangguan menelan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Stroke merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, sehingga sel-sel otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa stroke dapat menyebabkan dampak jangka panjang seperti gangguan gerak, bicara, hingga fungsi kognitif.

Setelah fase akut terlewati, banyak pasien harus menghadapi proses pemulihan yang tidak singkat. Karena itu, perawatan stroke tidak berhenti pada penanganan awal saja.

Rehabilitasi menjadi bagian penting dalam membantu pasien kembali berfungsi secara optimal. Bagi Mama dan Papa yang mendampingi pasien stroke, proses pemulihan sering kali terasa menantang secara fisik maupun emosional.

Setiap pasien dapat mengalami dampak yang berbeda, tergantung area otak yang terdampak. Oleh sebab itu, jenis terapi stroke dan pemulihan pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Berikut, Popmama.com akan membahas tentang 7 jenis terapi stroke yang dapat membantu pemulihan penderitanya secara bertahap. Simak yuk!

1. Terapi fisik

Freepik/Freepik

Setelah stroke, pasien sering mengalami kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh. Kondisi ini membuat aktivitas sederhana seperti berdiri atau berjalan menjadi sulit.

Terapi fisik bertujuan melatih kembali kekuatan otot dan koordinasi gerakan. Latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan pasien, proses ini penting untuk memulihkan fungsi gerak dasar.

Contoh terapi fisik meliputi latihan mengangkat tangan yang lemah, latihan duduk dan berdiri, hingga berjalan perlahan dengan alat bantu. Fisioterapis akan mengatur jenis dan durasi latihan agar tetap aman.

Mama dan Papa mungkin melihat pasien cepat lelah di awal latihan. Namun, latihan rutin membantu otot menjadi lebih kuat dari waktu ke waktu. Perkembangan kecil pun menjadi tanda kemajuan yang berarti.

2. Terapi okupasi

Freepik/Freepik

Stroke dapat membuat pasien kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, mandi, atau berpakaian. Terapi okupasi membantu pasien kembali melakukan aktivitas tersebut secara mandiri.

Fokusnya adalah melatih motorik halus dan koordinasi tangan. Terapi ini berperan besar dalam meningkatkan kemandirian pasien, rasa percaya diri pun ikut meningkat.

Contoh latihan terapi okupasi antara lain belajar memegang sendok, menyisir rambut, atau membuka kancing baju. Terapis akan mengajarkan teknik khusus agar aktivitas lebih mudah dilakukan.

Mama dan Papa juga bisa membantu mengulang latihan ini di rumah, meski terlihat sederhana, latihan ini sangat berdampak pada kehidupan pasien. Pasien pun merasa lebih berdaya dalam menjalani hari.

3. Terapi wicara

Freepik/artursafronovvvv

Sebagian pasien stroke mengalami gangguan bicara atau kesulitan memahami bahasa. Kondisi ini dapat menghambat komunikasi sehari-hari dan menimbulkan frustasi.

Terapi wicara bertujuan membantu memperbaiki kemampuan berbicara dan berbahasa., selain itu, terapi ini juga menangani gangguan menelan. Perannya sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

Contoh terapi wicara meliputi latihan mengucapkan kata sederhana, menyebut nama benda, atau melatih otot mulut. Untuk gangguan menelan, pasien diajarkan posisi makan yang lebih aman.

Mama dan Papa bisa melatih komunikasi secara perlahan tanpa memaksa pasien, memberi waktu pasien untuk merespon sangat membantu. Dengan latihan rutin, kemampuan komunikasi dapat meningkat bertahap.

4. Terapi kognitif

Freepik/Freepik

Stroke tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga fungsi berpikir seperti ingatan dan konsentrasi. Pasien mungkin menjadi mudah lupa atau sulit fokus. Terapi kognitif bertujuan melatih kembali fungsi-fungsi tersebut.

Latihan ini membantu pasien lebih terorganisir dalam aktivitas sehari-hari. Contoh terapi kognitif antara lain mengingat daftar sederhana, menyusun puzzle, atau mengikuti instruksi bertahap.

Terapis akan menyesuaikan latihan dengan kondisi pasien. Mama dan Papa bisa membantu dengan mengajak pasien mengobrol tentang aktivitas harian.

Kegiatan sederhana seperti membaca atau bermain permainan ringan juga bermanfaat, hal ini membantu menjaga fungsi otak tetap aktif. Dampaknya terasa dalam kehidupan jangka panjang.

5. Terapi psikologis

Freepik/Freepik

Banyak pasien stroke mengalami stres, kecemasan, atau depresi setelah serangan. Perubahan kondisi fisik dan ketergantungan pada orang lain bisa memengaruhi kesehatan mental.

Terapi psikologis membantu pasien memahami dan mengelola emosi yang muncul. Kesehatan mental yang baik sangat berpengaruh pada pemulihan fisik. Karena itu, terapi ini tidak boleh diabaikan.

Contoh terapi psikologis adalah sesi konseling dengan psikolog untuk membicarakan perasaan pasien. Pasien diajak mengenali emosi dan belajar cara mengelolanya.

Mama dan Papa dapat mendukung dengan mendengarkan tanpa menghakimi. Selain itu Mama dan Papa dapat memberikan apresiasi atas kemajuan kecil juga sangat berarti, karena faktor lingkungan juga menjadi penentu semangat.

6. Rehabilitasi medik terpadu

Freepik/Freepik

Rehabilitasi medik menggabungkan beberapa terapi dalam satu program terencana. Pasien ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter dan terapis. Pendekatan ini membantu pemulihan berjalan lebih menyeluruh.

Setiap aspek kondisi pasien diperhatikan secara terintegrasi. Tujuannya adalah memaksimalkan fungsi tubuh. Contoh rehabilitasi terpadu adalah pasien menjalani terapi fisik, okupasi, dan wicara dalam satu jadwal terkoordinasi.

Dokter rehabilitasi akan mengevaluasi perkembangan pasien secara berkala. Mama dan Papa biasanya dilibatkan untuk memahami target terapi. Dengan pendekatan ini, kemajuan pasien lebih terarah. Proses pemulihan pun menjadi lebih efektif.

7. Latihan lanjutan di rumah

Freepik/Drazen Zigic

Terapi di fasilitas kesehatan perlu didukung dengan latihan lanjutan di rumah. Latihan ini membantu mempertahankan kemampuan yang sudah dicapai selama terapi. Tanpa latihan rutin, hasil terapi bisa menurun.

Karena itu, latihan di rumah menjadi bagian penting dari pemulihan. Konsistensi sangat dibutuhkan pada tahap ini. Contoh latihan di rumah antara lain peregangan ringan, berjalan di sekitar rumah, atau latihan tangan sesuai anjuran terapis.

Mama dan Papa bisa membantu membuat jadwal latihan sederhana. Pendampingan keluarga membuat pasien lebih semangat karena hal ini berperan besar dalam keberhasilan jangka panjang.

Pemulihan stroke bukan proses singkat dan tidak bisa dijalani sendirian. 7 jenis terapi stroke ini menjadi fondasi utama untuk membantu pasien mendapatkan kembali fungsi tubuh, kepercayaan diri, dan kualitas hidup secara bertahap.

Dengan terapi yang tepat serta pendampingan Mama dan Papa yang konsisten, penyintas stroke memiliki peluang lebih besar untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri dan bermakna.

Editorial Team