Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels.com/Shawn
  • Per 1 September 2026, Jepang memiliki 107.677 warga berusia 100 tahun ke atas, naik 7.914 orang dari tahun sebelumnya; sekitar 88 persen di antaranya perempuan.

  • Jumlah centenarian Jepang meningkat selama 56 tahun berturut-turut, dari hanya 153 orang pada 1963 hingga melampaui 100 ribu orang saat ini.

  • Ikigai serta pola makan bernutrisi—banyak nabati, teh hijau, ikan, dan omega-3—dikaitkan dengan kesehatan dan umur panjang, tetapi bukti yang ada bersifat observasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jepang mencatat 107.677 penduduk berusia 100 tahun atau lebih, melampaui angka 100 ribu.
  • Who?
    Sebanyak 107.677 warga Jepang telah mencapai usia minimal 100 tahun; sekitar 88 persen di antaranya perempuan.
  • Where?
    Data tersebut mencakup penduduk di Jepang.
  • When?
    Jumlah itu tercatat per 1 September 2026.
  • Why?
    Penelitian mengaitkan umur panjang dengan ikigai, pola makan bernutrisi, keterlibatan sosial, dan kebiasaan sehat, tetapi hubungan sebab-akibat langsung belum ada kepastian.
  • How?
    Jumlah warga berusia 100 tahun ke atas meningkat 7.914 orang dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi kenaikan ke-56 secara berturut-turut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jepang, ada 107.677 orang yang umurnya 100 tahun atau lebih pada 1 September 2026. Jumlahnya naik dari tahun lalu. Banyak dari mereka adalah perempuan. Orang Jepang sering punya tujuan hidup yang disebut ikigai. Mereka juga banyak makan sayur, ubi, kedelai, ikan, dan minum teh hijau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meningkatnya jumlah warga Jepang yang mencapai usia 100 tahun mencerminkan perhatian pada unsur kehidupan yang saling melengkapi, dari pola makan bernutrisi hingga keterlibatan sosial dan rasa tujuan hidup. Meski hubungan sebab-akibatnya belum pasti, temuan yang ada memberi gambaran bahwa kebiasaan sehari-hari yang seimbang dapat berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selain terkenal dengan budaya dan tradisinya yang khas, Jepang juga dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup yang tinggi. Bahkan, tidak sedikit masyarakatnya yang mampu mencapai usia 100 tahun.

Jepang kembali mencatat jumlah penduduk berusia sangat lanjut yang menarik perhatian. Per 1 September 2026, lebih dari 100 ribu orang di negara tersebut telah mencapai usia 100 tahun atau lebih.

Lantas, apa saja kebiasaan yang turut berperan dalam panjang umur masyarakat Jepang? Untuk mengetahuinya, mari simak penjelasan Popmama.com mengenai alasan Jepang memiliki lebih dari 100 ribu warga berusia 100 tahun.

1. Ada 107.677 warga Jepang yang berusia 100 tahun ke atas

Pexels.com/Benny Analog

Sebanyak 107.677 orang di Jepang telah berusia 100 tahun atau lebih per 1 September 2026. Jumlah tersebut meningkat 7.914 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini sekaligus menjadi yang ke-56 kalinya secara berturut-turut. Dari keseluruhan warga yang telah mencapai usia tersebut, sekitar 88 persen di antaranya merupakan perempuan.

Jika melihat perkembangannya, jumlah centenarian di Jepang memang mengalami perubahan yang sangat besar. Pada 1963, hanya terdapat 153 orang yang berusia 100 tahun ke atas. Kini, jumlahnya telah melampaui angka 100 ribu.

Jepang pun menjadi salah satu negara yang dikenal memiliki populasi warga berusia 100 tahun ke atas dalam jumlah besar.

2. Ikigai dikaitkan dengan umur panjang oleh masyarakat Jepang

Pexels.com/Iban Lopez Luna

Salah satu hal yang turut menarik perhatian dalam pembahasan mengenai umur panjang di Jepang adalah ikigai, yaitu konsep yang berkaitan dengan tujuan dan makna dalam hidup.

Journal of Agriculture and Environment menyebutkan bahwa faktor psikologis positif seperti ikigai berkaitan dengan outcome mortalitas pada masyarakat Jepang.

Kajian tersebut juga menyoroti penelitian yang menemukan hubungan ikigai dengan kesehatan dan kesejahteraan pada orang dewasa Jepang, termasuk kelompok usia lanjut.

Ikigai diduga dapat berperan melalui beberapa mekanisme, seperti mendorong rutinitas yang lebih sehat, mempertahankan keterlibatan dalam kehidupan sosial, serta membantu seseorang menghadapi stres.

Meski demikian, hubungan tersebut belum menunjukkan bahwa ikigai secara langsung menyebabkan seseorang hidup lebih panjang.

Penelitian yang ada masih bersifat observasional sehingga faktor kesehatan maupun kondisi sosial lainnya juga mungkin memengaruhi hasil penelitian.

3. Pola makan masyarakat Jepang mengutamakan makanan bernutrisi

Pexels.com/Iban Lopez Luna

Berdasarkan Journal of Agriculture and Environment, pola makan masyarakat Jepang menjadi salah satu aspek yang dikaji dalam kaitannya dengan kesehatan dan umur panjang.

Beberapa kebiasaan yang menjadi bagian dari pola makan tersebut meliputi:

  • Lebih banyak makanan nabati: Pola makan tradisional, termasuk gaya makan Okinawa, menekankan sayuran, ubi jalar, dan makanan berbahan kedelai dengan kepadatan nutrisi yang baik serta asupan kalori yang relatif lebih rendah.

  • Mengonsumsi teh hijau: Teh hijau merupakan bagian dari kebiasaan kuliner masyarakat Jepang. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi teh hijau dengan risiko kematian dari berbagai penyebab yang lebih rendah.

  • Mengonsumsi ikan dan omega-3: Ikan menjadi salah satu sumber makanan yang umum dalam pola makan Jepang. Penelitian pada masyarakat Jepang juga menemukan hubungan antara konsumsi ikan dan omega-3 dengan risiko kematian akibat gagal jantung yang lebih rendah.

  • Mengutamakan pola makan secara keseluruhan: Penelitian mengenai indeks pola makan Jepang menunjukkan bahwa kepatuhan yang lebih tinggi terhadap pola tersebut berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah dan masa hidup yang sedikit lebih panjang.

Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti satu makanan tertentu dapat membuat seseorang berumur panjang.

Kualitas pola makan secara keseluruhan, termasuk keberagaman makanan, konsumsi bahan nabati, dan makanan yang minim proses, lebih penting untuk diperhatikan.

Itu dia penjelasan mengapa Jepang memiliki lebih dari 100 ribu warga berusia 100 tahun ke atas. Semoga kebiasaan hidup ala orang Jepang di atas bisa menjadi inspirasi untuk mulai menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article