Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
Kulit kepala memiliki karakteristik yang membuatnya cukup rentan terhadap kanker kulit, terutama karena sering terpapar sinar matahari tanpa disadari dan jarang mendapatkan perlindungan yang memadai.
Selain faktor lingkungan, kondisi fisik serta riwayat kesehatan seseorang juga turut berperan dalam meningkatkan risiko kanker kulit kepala. Berikut 6 faktor risiko kanker kulit kepala yang sering dianggap sepele:
Paparan sinar matahari dalam jangka panjang
Paparan sinar ultraviolet (UV) yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sel kulit kepala, meskipun perubahan tersebut tidak selalu menimbulkan keluhan pada tahap awal.
Kerusakan sel yang berlangsung bertahun-tahun sering kali tidak disadari karena gejalanya muncul secara perlahan. Ketika sel yang rusak tidak mampu lagi memperbaiki dirinya, pertumbuhan sel dapat menjadi tidak terkendali. Pada kondisi inilah kanker kulit kepala mulai berkembang.
Rambut tipis atau kebotakan
Rambut memiliki peran penting sebagai pelindung alami yang membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari ke kulit kepala. Pada orang dengan rambut tipis atau botak, lapisan pelindung ini menjadi sangat terbatas sehingga sinar UV lebih mudah mengenai kulit kepala.
Paparan langsung yang terjadi berulang kali meningkatkan risiko kerusakan sel kulit. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu munculnya kanker kulit kepala.
Usia yang semakin bertambah
Seiring bertambahnya usia, risiko kanker kulit kepala cenderung meningkat karena paparan sinar matahari yang terakumulasi selama puluhan tahun. Kerusakan sel kulit yang terjadi sejak usia muda dapat terus bertumpuk dan baru menunjukkan dampaknya di usia lanjut.
Di sisi lain, kemampuan kulit untuk memperbaiki kerusakan sel juga menurun seiring bertambahnya usia. Kombinasi faktor-faktor ini membuat sel kulit lebih mudah mengalami perubahan ganas.
Warna kulit cerah
Orang dengan warna kulit cerah memiliki kadar melanin yang lebih rendah dibandingkan mereka yang berkulit gelap. Melanin berfungsi sebagai pelindung alami kulit dari efek merusak sinar ultraviolet.
Ketika perlindungan ini minim, sel kulit menjadi lebih rentan mengalami kerusakan. Akibatnya, risiko kanker kulit, termasuk di area kulit kepala, menjadi lebih tinggi.
Riwayat kanker kulit sebelumnya
Riwayat kanker kulit menunjukkan adanya kerentanan tertentu pada sel kulit seseorang. Orang yang pernah mengalami kanker kulit memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami kondisi serupa di kemudian hari.
Risiko ini tidak hanya terbatas pada area yang sebelumnya terkena kanker, tetapi juga dapat muncul di kulit kepala. Oleh sebab itu, pemantauan rutin menjadi sangat penting bagi kelompok ini.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Sistem kekebalan tubuh berperan penting dalam mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal sebelum berkembang menjadi kanker. Ketika sistem imun melemah, kemampuan tubuh untuk melakukan pengawasan ini menjadi berkurang.
Sel yang mengalami kerusakan dapat berkembang tanpa terdeteksi. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko kanker kulit kepala.