Meski tergolong puasa sunnah, tata caranya tetap perlu diperhatikan agar ibadah yang dijalankan lebih maksimal dan penuh makna. Berikut tata cara puasa ayyamul bidh yang bisa diikuti:
1. Niat puasa Ayyamul Bidh
Niat menjadi langkah awal yang penting sebelum menjalankan puasa. Niat puasa Ayyamul Bidh bisa dilakukan di malam hari hingga sebelum waktu zawal (sebelum matahari tergelincir), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut bacaan niatnya:
"Nawaitu shauma ayyamil bidh sunnatan lillahi ta'ala."
Artinya: Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala.
2. Makan sahur (dianjurkan)
Sahur bukanlah syarat sah puasa, tetapi sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan. Selain itu, sahur juga membantu menjaga energi selama menjalankan puasa seharian.
3. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa
Seperti puasa pada umumnya, Mama perlu menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Selain itu, penting juga menjaga sikap dan perkataan agar puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga memperbaiki diri secara keseluruhan.
4. Memperbanyak ibadah
Selama menjalankan puasa ayyamul bidh, dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersedekah, dan melakukan kebaikan lainnya. Hal ini bertujuan agar pahala yang didapatkan semakin berlipat.
5. Berbuka puasa
Saat waktu maghrib tiba, segerakan berbuka puasa. Dianjurkan berbuka dengan yang manis seperti kurma dan air putih, lalu dilanjutkan dengan makan secukupnya. Mama juga bisa membaca doa berbuka puasa agar ibadah terasa lebih sempurna.