Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kata dr. Gia Pratama: Sering Menahan BAB Bisa Kena Kanker Usus
instagram.com/giapratamamd
  • dr. Gia Pratama menegaskan bahwa menahan BAB lebih dari tiga hari dapat mengganggu fungsi usus dan meningkatkan risiko kanker usus karena penumpukan kotoran terlalu lama.
  • Kebiasaan menunda BAB bisa menyebabkan sembelit, wasir, hingga penyumbatan usus akibat tinja yang mengeras dan tekanan berlebih saat mengejan.
  • Risiko kanker usus juga dipengaruhi gaya hidup seperti kurang serat, jarang olahraga, obesitas, serta kebiasaan merokok dan minum alkohol; menjaga pola BAB rutin jadi langkah pencegahan penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buang air besar (BAB) mungkin terdengar seperti hal sepele dalam rutinitas sehari-hari. Namun, kebiasaan menahan BAB ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan pencernaan jika dilakukan terus-menerus.

Hal ini diungkapkan oleh dr. Gia Pratama saat berbincang di podcast bersama Tretan Muslim. Menurut dr. Gia, kotoran yang terlalu lama tertahan di usus bisa memicu berbagai gangguan, mulai dari sembelit hingga meningkatkan risiko kanker usus.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Kotoran di usus sebaiknya tidak tertahan lebih dari 3 hari

cdc.gov

Menurut dr. Gia Pratama, usus memiliki waktu transit alami untuk mendorong sisa makanan keluar dari tubuh. Jika kotoran terlalu lama tertahan, kondisi di dalam usus bisa berubah dan memicu masalah kesehatan.

“Berapa lama sih pup paling lama ketahan di perut? Maksimal banget itu 3 hari sebenarnya. Karena transit time di usus itu bahaya kalau dibiarkan terus di situ. Kanker usus salah satunya gara-gara itu,” jelas dr. Gia.

Ia juga menambahkan bahwa idealnya seseorang BAB setidaknya satu kali dalam sehari agar proses pembuangan berjalan optimal. Semakin lama tinja berada di usus besar, semakin banyak air yang diserap kembali oleh tubuh sehingga kotoran menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

“Kalau bisa 24 jam sekali kita BAB,” tambahnya.

2. Menahan BAB bisa menyebabkan sembelit hingga wasir

Pexels/MART PRODUCTION

Kebiasaan menunda BAB sering dianggap sepele, misalnya karena sibuk, malas ke toilet umum, atau merasa belum nyaman. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat tinja mengeras dan menyebabkan konstipasi atau sembelit.

Saat sembelit terjadi terus-menerus, seseorang biasanya harus mengejan lebih kuat saat BAB. Tekanan inilah yang kemudian dapat memicu wasir atau ambeien karena pembuluh darah di area anus membengkak.

Selain itu, penumpukan tinja dalam waktu lama juga bisa menyebabkan perut terasa begah, nyeri, hingga gangguan buang gas. Dalam beberapa kasus berat, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan penyumbatan pada usus.

3. Apa hubungan menahan BAB dengan kanker usus?

my.clevelandclinic.org

dr. Gia menjelaskan bahwa kanker usus memang tidak muncul secara instan hanya karena seseorang sekali dua kali menahan BAB. Namun, kebiasaan buruk yang berlangsung lama bisa meningkatkan risiko gangguan pada usus besar.

Saat kotoran tertahan terlalu lama, zat sisa metabolisme dan racun di dalam tinja memiliki kontak lebih lama dengan dinding usus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan peradangan kronis pada usus, yang dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko Colorectal Cancer.

Meski begitu, kanker usus biasanya terjadi karena kombinasi banyak faktor, bukan hanya satu penyebab tunggal. Karena itu, menjaga pola BAB tetap lancar menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.

4. Risiko kanker usus juga dipengaruhi gaya hidup

Pexels/Polina Zimmerman

Selain kebiasaan menahan BAB, ada beberapa faktor lain yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker usus. Mulai dari pola makan rendah serat, terlalu sering mengonsumsi daging olahan, kurang olahraga, obesitas, hingga kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Riwayat keluarga juga punya pengaruh besar. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker usus biasanya memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan orang tanpa faktor genetik tersebut.

Karena itu, menjaga kesehatan usus tidak cukup hanya dengan BAB rutin. Konsumsi makanan kaya serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian, serta cukup minum air putih dan aktif bergerak juga penting dilakukan setiap hari.

5. Cara agar BAB lebih lancar setiap hari

Pexels/cottonbro studio

Agar BAB tetap lancar, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah jangan menunda “panggilan alam” saat tubuh sudah memberi sinyal ingin BAB.

“Lucunya usus kita itu melawan gravitasi, jadi tanpa kita sadar usus kita itu gerak sendiri, kita nggak nyuruh,” kata dr. Gia.

Selain itu, biasakan minum air putih yang cukup, rutin bergerak atau olahraga ringan, dan memperbanyak asupan serat. Membuat jadwal BAB yang konsisten, misalnya di pagi hari, juga dapat membantu melatih ritme usus agar lebih teratur.

Jadi, mulai sekarang jangan lagi sering menahan BAB, ya. Kebiasaan kecil ini ternyata bisa berdampak besar untuk kesehatan usus dalam jangka panjang.

Editorial Team