Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kencing Batu Apakah Sama dengan Batu Ginjal? Berikut Perbedaannya

Kencing Batu Apakah Sama dengan Batu Ginjal? Berikut Perbedaannya
Pexels/Towfiqu barbhuiya
Intinya Sih
  • Kencing batu dan batu ginjal adalah dua kondisi berbeda; kencing batu terjadi di kandung kemih, sedangkan batu ginjal terbentuk di ginjal dan bisa berpindah ke saluran kemih.
  • Gejala utama keduanya meliputi nyeri hebat dan gangguan buang air kecil, namun lokasi nyeri serta penyebabnya berbeda tergantung posisi batu dalam sistem kemih.
  • Pencegahan efektif mencakup minum air putih cukup, menjaga pola makan seimbang, tidak menahan buang air kecil, serta segera mengobati infeksi saluran kemih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu mendengar seseorang mengeluh nyeri saat buang air kecil dan langsung menebak kalau itu adalah batu ginjal? Atau mungkin, kamu sering mendengar istilah "kencing batu" dari obrolan sehari-hari dan penasaran apakah penyakit tersebut sama dengan batu ginjal. 

Bagi banyak orang awam, kedua istilah medis ini memang sering dianggap sebagai satu kondisi yang sama karena sama-sama berkaitan dengan masalah saluran kemih dan keberadaan endapan keras menyerupai batu di dalam tubuh.

Namun, kenyataannya, kedua kondisi ini sangatlah berbeda. Jadi, kalau kamu bertanya-tanya, kencing batu apakah sama dengan batu ginjal? Jawaban singkatnya adalah tidak. 

Untuk menjawab rasa penasaran kamu, berikut Popmama.com membahas kencing batu apakah sama dengan batu ginjal? Dilansir dari Healthline. Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

Lokasi Nyeri

Lokasi Nyeri

Kencing Batu Apakah Sama dengan Batu Ginjal_ 2.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Batu ginjal: Nyeri akibat batu ginjal biasanya muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat tajam. Rasa sakit ini bermula dari punggung bagian bawah, area pinggang, atau di bawah tulang rusuk.

Seiring bergeraknya batu menyusuri saluran kemih, rasa nyerinya bisa menjalar hingga ke area selangkangan atau perut bagian bawah.

Kencing batu: Karena posisinya berdiam di dalam kandung kemih, nyeri yang dirasakan akan lebih berpusat pada area perut bagian bawah alias panggul. Pada pria, rasa tidak nyaman dan ngilu ini bahkan bisa menjalar hingga ke area penis.

Gejala yang Muncul

Kencing Batu Apakah Sama dengan Batu Ginjal_ 3.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Batu ginjal:

  • Nyeri hebat yang datang dan pergi bagai gelombang (kolik).
  • Sering merasa mual hingga muntah-muntah akibat menahan sakit.
  • Merasa selalu ingin buang air kecil, tetapi urine yang keluar hanya sedikit.
  • Urine berwarna keruh, berbau menyengat, atau bercampur darah (berwarna merah muda, merah, atau cokelat).
  • Muncul demam dan tubuh menggigil jika kondisi sudah memicu infeksi.

Kencing batu:

  • Perut bagian bawah terasa nyeri yang sangat mengganggu.
  • Kesulitan saat mulai buang air kecil, atau aliran urine sering terputus-putus.
  • Rasa terbakar atau perih saat proses buang air kecil.
  • Urine berwarna lebih gelap, keruh, atau mengandung darah (hematuria).
  • Frekuensi ingin buang air kecil meningkat drastis, terutama pada malam hari.

Penyebab Muncul Penyakit

Kencing Batu Apakah Sama dengan Batu Ginjal_ 4.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Penyebab kencing batu

  • Pembesaran prostat: Kondisi ini sangat umum terjadi pada pria paruh baya, yang membuat saluran kemih tertekan dan aliran urine terhambat.
  • Gangguan saraf (neurogenic bladder): Masalah pada saraf membuat otot kandung kemih kesulitan berkontraksi untuk memompa dan mengeluarkan urine secara tuntas.
  • Infeksi saluran kemih: Peradangan pada kandung kemih bisa memicu kondisi yang ideal untuk pembentukan batu.
  • Batu ginjal yang turun: Ya, batu ginjal yang ukurannya kecil bisa saja turun ke kandung kemih melalui ureter, lalu tertahan dan membesar di sana menjadi kencing batu.

Penyebab batu ginjal

  • Dehidrasi kronis: Kurang minum air putih membuat urine menjadi sangat pekat, sehingga mineral berlebih tidak bisa larut dan justru mengkristal di ginjal.
  • Pola makan sembarangan: Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam (natrium), pemanis buatan, dan protein hewani sangat membebani kerja ginjal.
  • Kondisi medis tertentu: Gangguan metabolisme seperti kelebihan kalsium di urine, riwayat operasi penurunan berat badan, hingga infeksi tertentu bisa memicu pembentukan batu ginjal.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Kencing Batu Apakah Sama dengan Batu Ginjal_ 5.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Faktor risiko kencing batu:

  • Lebih sering mengincar pria dibandingkan dengan wanita.
  • Faktor usia, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia lanjut.
  • Pernah menjalani terapi radiasi atau operasi pembesaran di area panggul dan kandung kemih.
  • Orang yang harus menggunakan bantuan kateter urine dalam jangka waktu lama.
  • Memiliki riwayat infeksi saluran kemih yang terjadi secara berulang.

Faktor risiko batu ginjal:

  • Sama-sama memiliki risiko yang lebih tinggi pada pria.
  • Orang yang malas minum air putih dan tinggal di lingkungan bersuhu panas.
  • Adanya faktor keturunan (genetik) dari anggota keluarga yang juga punya riwayat batu ginjal.
  • Memiliki masalah kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Mengidap penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kelainan struktural pada ginjal.

Pengobatan dan Perawatan

Kencing Batu Apakah Sama dengan Batu Ginjal_ 6.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Berikut beberapa tindakan medis berikut akan dilakukan:

  • Pemberian obat-obatan medis: Tujuannya untuk melemaskan otot saluran kemih sehingga batu lebih mudah lewat, atau menggunakan obat khusus untuk melarutkan jenis batu tertentu.
  • Terapi gelombang kejut (Shock Wave Lithotripsy/ESWL): Prosedur yang menggunakan gelombang suara bertekanan tinggi dari luar tubuh untuk memecah batu menjadi serpihan kecil menyerupai pasir, agar mudah keluar lewat urine.
  • Tindakan ureteroskopi: Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat berkamera sangat kecil melalui saluran kemih untuk menemukan posisi batu, kemudian mengangkatnya atau memecahnya dengan bantuan laser.
  • Pemasangan stent ureter: Pemasangan tabung kecil yang lentur di dalam saluran kemih guna menjaganya tetap terbuka dan melancarkan aliran urine dari ginjal ke kandung kemih.
  • Operasi bedah atau nefrostomi: Pada kasus yang jauh lebih berat dan kompleks, operasi sayatan mungkin diperlukan untuk mengangkat batu secara langsung dari organ yang terdampak.

Cara Pencegahan 

Kencing Batu Apakah Sama dengan Batu Ginjal_ 7.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Berikut cara pencegahan untuk kedua kondisi ini, yang sebenarnya mirip satu sama lain:

  • Perbanyak minum air putih: Ini adalah kunci paling utama dan termurah! Pastikan kamu minum air putih setidaknya 8 gelas (sekitar 2 liter) setiap hari agar urine senantiasa jernih dan terbebas dari endapan.
  • Jaga pola makan seimbang: Mulailah membatasi asupan garam, makanan manis, serta daging merah yang berlebihan. Sebagai gantinya, perbanyaklah porsi sayur dan buah segar.
  • Pertahankan berat badan ideal: Terapkan gaya hidup yang aktif dan rajin berolahraga agar proses metabolisme tubuh berjalan dengan lancar.
  • Jangan jadikan menahan pipis sebagai kebiasaan: Segera pergi ke toilet jika sudah terasa ingin buang air kecil, dan pastikan tuntas agar tidak ada urine yang mengendap di dalam kandung kemih.
  • Segera obati infeksi: Jika kamu merasakan gejala ISK atau anyang-anyangan, jangan dibiarkan. Segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat dan tidak memicu komplikasi pembentukan batu.

Nah, itulah pembahasan mengenai kencing batu apakah sama dengan batu ginjal? Semoga bermanfaat!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More