Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Keutamaan Itikaf di Bulan Ramadan, Ibadah Sunah Nabi Muhammad SAW
Unsplash.com/Rumman Amin
  • Itikaf adalah ibadah sunnah yang dilakukan dengan berdiam di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT, terutama dianjurkan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
  • Para ulama sepakat itikaf hukumnya sunah, namun berbeda pandangan mengenai tingkat kesunahannya; sebagian menilai sangat dianjurkan khususnya di bulan Ramadan.
  • Tujuan utama itikaf ialah menenangkan hati, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT agar jiwa kembali bersih dan fokus setelah Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, sangat dianjurkan untuk melaksanakan itikaf di masjid. Itikaf menjadi salah satu ibadah sunnah yang sering dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW.

Itikaf sendiri ialah berhenti atau berdiam di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, dengan semata-mata untuk niat beribadah kepada Allah SWT. Jika menurut Bahasa, itikaf berasal dari kata "akafa" yang bermakna "memenjarakan'.

Dikutip dari Rumah Fiqih Indonesia, itikaf merupakan ibadah dengan memenjarakan diri di dalam masjid. Orang yang beritikaf menyibukkan diri dengan pelbagai ibadah baik salat, zikir, maupun membaca Al-Qur'an.

Popmama.com merangkum keutamaan dan pahala itikaf yang dilakukan di Bulan Ramadan.

1. Hukum itikaf

Pexels/Gabby K

Mengutip Ponpes Al Hasanah, terkait hukumnya, ijmak ulama menyatakan itikaf adalah sunah. Tetapi, masing-masing ulama berbeda pandangan mengenai derajat kesunahan itikaf.

Mazhab Hanafi menghukumi itikaf di 10 hari terakhir sebagai amalan sunah muakkadah. Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan.

Mazhab Maliki menghukuminya mandub muakad, bukan sunah. Mandud yaitu segala sesuatu yang dijalankan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapatkan siksa.

Mazhab Syafi'i memandang itikaf dikerjakan kapanpun adalah sunah muakad. Sedangkan Mazhab Hambali memandang itikaf adalah sunah, dan lebih tinggi sunahnya jika dikerjakan di bulan Ramadan.

2. Pahala Itikaf

Freepik

Mengutip dari jurnal Kemenag, Itikaf atau berdiam diri di masjid juga dianggap ibadah. Bahkan pahala orang itikaf sama dengan pahala orang mengerjakan shalat sunnah. Hal itu sesuai dengan Hadist Riwayat Bukhari Muslim:

"Para Malaikat berdo'a untuk salah seorang dari kalian selama dia masih pada posisi shalatnya dan belum berhadats, 'Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia'. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti palaksanaan shalat. Dimana tidak ada yang menghalangi dia untuk kembali kepada keluarganya kecuali shalat itu." (HR.Bukhari)

3. Tujuan Itikaf

Popmama.com/Novy Agrina

Ada kalanya manusia harus `hening`, merasakan ciptaan-Nya. Itikaf dianggap sebagai salah satu cara untuk bisa mencapai tujuan tersebut.

Ibnu Qayyim menjelaskan tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati bersimpuh di hadapan Allah SWT. Juga, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah.

Ibaratnya, ruh memerlukan waktu berhenti sejenak untuk disucikan. Hati butuh waktu khusus untuk bisa berkonsentrasi secara penuh beribadah dan
bertaqarub kepada Allah SAW.

Manusia juga perlu menjauh dari rutinitas kehidupan dunia untuk mendekatkan diri seutuhnya kepada Allah SAW, bermunajat dalam doa dan istighfar serta membulatkan iltizam dengan syariat sehingga ketika kembali beraktivitas sehari- hari kita menjadi manusia baru yang lebih bernilai.

4. Waktu Itikaf

Pexels/Abdullah Ghatasheh

Rasulullah memulai Itikaf dengan masuk ke masjid sebelum matahari terbenam memasuki malam ke-21.

Ini sesuai dengan sabdanya, "Barang siapa yang ingin i'tikaf denganku, hendaklah ia itikaf pada 10 hari terakhir."

Itikaf selesai setelah matahari terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan. Tetapi, beberapa kalangan ulama lebih menyukai menunggu hingga dilaksanakannya Salat Idulfitri.

5. Syarat dan Rukun Itikaf

Pexels/Michael Burrows

  • Harus muslim, berakal, suci dari hadas.
  • Niat. Dalam i'tikaf harus ada niat sehingga orang yang melakukannya paham apa yang harus dilakukan. Bahkan jangan sampai melamun, dan pikiran kosong.
  • Diam di dalam masjid dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang beri'tikaf. Sebagaimana firman Allah SWT.

Bagi orang yang beritikaf untuk memperbanyak ibadah dan taqorrub kepada Allah SWT. Misalnya, salat sunnah, membaca Al-Qur'an, Qiyamullail, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, salawat kepada Nabi Muhamma SAW, dan berddoa .

Memanfaatkan momentum Itikaf bisa membersihkan diri dari segala dosa dan sifat tercela serta menjalani kehidupan yang lebih baik sebagaimana yang ditentukan Allah SWT dan Rasul-Nya.

FAQ Seputar Keutamaan Itikaf

Apa keutamaan 10 hari pertama di bulan Ramadhan?

Selain dibukanya pintu rahmat, 10 hari pertama Ramadan juga punya keutamaan, seperti ditutupnya pintu neraka dan setan-setan dibelenggu sehingga umat muslim lebih leluasa untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa adanya gangguan dari setan.

Berapa pahala I'tikaf di masjid?

I'tikaf merupakan amalan yang memiliki keutamaan luar biasa, bahkan beberapa hadits menyebutkan bahwa pahala yang diterima oleh orang yang beri'tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan setara dengan pahala orang yang melaksanakan haji dan umrah.

Apa pahala dari hadits itikaf?

Dalam Kashful Ghummah, Allahmah Sharaani meriwayatkan sebuah Hadits dimana Rasulullah SW bersabda, “ Barangsiapa yang melakukan I'itikaaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, baginya pahala dua haji dan dua kali umrah dan barangsiapa yang melakukan I'itikaaf dari Maghrib sampai 'Isya'.

Editorial Team