Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Penuh Makna, Dee Lestari Rilis Album (Jangan) Jatuh Cinta

Penuh Makna, Dee Lestari Rilis Album (Jangan) Jatuh Cinta
Dok. Dee Lestari
Intinya Sih
  • Dee Lestari merilis album (Jangan) Jatuh Cinta berisi delapan lagu yang mengisahkan fase cinta. Mulai dari jatuh hati dan patah hati hingga harapan serta melepaskan.

  • Album ini memuat duet 'Cuma Satu Nama' bersama Afgan, lagu yang ditulis Dee dengan mendiang Reza Gunawan, serta 'Hujan Bulan Juni' dari puisi Sapardi Djoko Damono.

  • Menjadi album penuh terbaru Dee setelah 18 tahun sejak Rectoverso, karya ini melibatkan Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Dimas Wibisana, dan Lafa Pratomo sebagai produser.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah merilis tiga single sebagai pembuka, Dee Lestari akhirnya meluncurkan album penuh bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta yang berisi delapan lagu. Album ini mengajak pendengar menyusuri perjalanan emosi seseorang dalam menghadapi berbagai fase cinta, mulai dari jatuh hati, patah hati, menemukan harapan hingga belajar melepaskan

Tak hanya menghadirkan lagu-lagu baru, album ini juga diramaikan kolaborasi spesial bersama Afgan, serta karya yang terinspirasi dari puisi legendaris Sapardi Djoko Damono. 

Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum fakta menarik mengenai album terbaru Dee Lestari.

1. Album (Jangan) Jatuh Cinta menggambarkan perjalanan hati yang utuh

Album (Jangan) Jatuh Cinta menggambarkan perjalanan hati yang utuh
Dok. Dee Lestari

Dee Lestari menjadikan (Jangan) Jatuh Cinta sebagai sebuah album konseptual yang menceritakan perjalanan hati seseorang saat menghadapi berbagai pengalaman cinta.

Delapan lagu di dalamnya disusun secara berurutan agar pendengar dapat mengikuti alur emosi, mulai dari peringatan sebelum jatuh cinta, patah hati, menemukan harapan, hingga akhirnya belajar mencintai dan melepaskan.

Setiap lagu memiliki peran dalam membangun cerita tersebut. Mulai dari '(Jangan) Jatuh Cinta', 'Patah Hati', 'Kabarku', 'Hujan Bulan Juni', 'Jadi Udara', 'Perahu Kertas', 'Cuma Satu Nama', hingga 'Bintang Utara' yang menjadi penutup penuh makna tentang cinta tanpa syarat.

2. Menghadirkan kolaborasi spesial bersama Afgan dan karya Sapardi Djoko Damono

Menghadirkan kolaborasi spesial bersama Afgan dan karya Sapardi Djoko Damono
Dok. Dee Lestari

Salah satu kejutan dalam album ini adalah lagu 'Cuma Satu Nama', yang dibawakan Dee Lestari bersama Afgan. Lagu tersebut memiliki makna emosional karena ditulis oleh Dee bersama mendiang suaminya, Reza Gunawan, sebelum akhirnya direkam sebagai duet.

Selain itu, Dee juga menghadirkan 'Hujan Bulan Juni', lagu yang berangkat dari puisi legendaris karya mendiang Sapardi Djoko Damono. Karya yang semula dipersiapkan untuk film adaptasi Hujan Bulan Juni pada 2017 itu akhirnya resmi dirilis sebagai bagian dari album terbaru ini.

3. Menjadi penanda babak baru Dee Lestari setelah 18 tahun

Menjadi penanda babak baru Dee Lestari setelah 18 tahun
Dok. Dee Lestari

Album (Jangan) Jatuh Cinta menjadi album penuh terbaru Dee Lestari setelah perjalanan panjang di dunia musik sejak album Rectoverso. Melalui karya ini, Dee kembali menunjukkan kemampuannya sebagai penyanyi, penulis lagu, sekaligus storyteller yang merangkai kisah cinta dalam balutan musik.

Dengan delapan lagu yang diproduseri oleh sejumlah musisi seperti Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Dimas Wibisana, hingga Lafa Pratomo, album ini menawarkan warna musik yang beragam. Dee berharap setiap lagu dapat menemani pendengar dalam berbagai fase kehidupan, sekaligus menjadi karya yang relevan dinikmati lintas generasi.

Itulah tadi informasi mengenai album baru Dee Lestari. Delapan lagu di dalamnya menghadirkan perjalanan emosi yang bisa dinikmati oleh para pendengar dari berbagai latar belakang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More