Korea Punya Perpustakaan Outdoor Gratis, Warganya Bebas Baca

Seoul Outdoor Library menyediakan ruang baca gratis di Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, dan Cheonggyecheon Stream.
Program 2026 menawarkan sekitar 12.000 buku, aktivitas budaya, serta sesi membaca malam hingga pukul 22.00 pada periode tertentu.
Pengunjung juga bisa mengakses e-book gratis melalui layanan Crema Club QR setelah melakukan verifikasi lokasi.
Korea Selatan (Korea) punya cara menarik untuk membuat kegiatan membaca terasa lebih dekat dengan keseharian. Pemerintah Metropolitan Seoul kembali menghadirkan Seoul Outdoor Library, ruang baca terbuka yang tersebar di sejumlah titik ikonik di pusat kota.
Program ini memungkinkan warga maupun wisatawan membaca buku secara gratis di Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, dan sepanjang Cheonggyecheon Stream. Tidak hanya membaca, pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan, pameran, hingga berbagai aktivitas budaya.
The Korea Herald melaporkan bahwa program yang pertama kali diperkenalkan pada 2022 ini terus berkembang menjadi ruang baca terbuka yang ditujukan bagi warga lokal maupun wisatawan asing.
Berikut Popmama.com rangkum fakta menarik mengenai Seoul Outdoor Library 2026.
Table of Content
1. Ada tiga perpustakaan outdoor di tengah Kota Seoul

Dok. Seoul Metropolitan Government via koreatimes.co.kr Seoul Outdoor Library hadir di tiga lokasi utama, yakni Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, dan Cheonggyecheon Stream.
Dilansir dari The Korea Herald, program ini mengubah ruang publik utama di Seoul menjadi area membaca terbuka di mana warga dan wisatawan dapat menikmati buku serta berbagai aktivitas budaya secara gratis.
Pada 2026, area Gwanghwamun Square dan Cheonggyecheon mulai beroperasi pada 23 April bertepatan dengan World Book and Copyright Day. Sementara itu, area Seoul Plaza mulai dibuka pada 1 Mei.
Program ini berjalan setiap Jumat hingga Minggu pada periode April–Juni dan kembali hadir pada September–November. Selama Juli dan Agustus, operasional dihentikan karena cuaca musim panas yang terlalu panas.
2. Total ada sekitar 12 ribu buku yang bisa dibaca

Dok. Yonhap News Sementara itu, Yonhap News Agency melaporkan bahwa Seoul Outdoor Library 2026 menyediakan sekitar 12.000 buku hasil kurasi pustakawan Seoul Metropolitan Library.
Sekitar 5.000 buku tersedia di Seoul Plaza, 5.000 buku lainnya berada di Gwanghwamun Square, sedangkan sekitar 2.000 buku ditempatkan di area Cheonggyecheon Stream.
Koleksinya tidak hanya berupa buku bacaan umum. Tahun 2026 ini juga terdapat kurasi yang melibatkan warga Seoul sendiri, dengan 382 buku dalam 45 tema berbeda.
Pemerintah Seoul menyebut program tersebut sebagai upaya menjadikan membaca sebagai bagian dari budaya dan gaya hidup sehari-hari, bukan hanya aktivitas yang dilakukan di dalam gedung perpustakaan.
3. Bisa membaca sampai malam di bawah lampu kota Seoul

Dok. Seoul Metropolitan Government via koreaherald.com Salah satu daya tarik Seoul Outdoor Library adalah adanya sesi malam. Pada periode tertentu, perpustakaan terbuka mulai sore hingga pukul 22.00 waktu setempat.
Pada 2026, jadwal malam diterapkan terutama saat cuaca lebih panas, sedangkan memasuki Oktober program kembali menggunakan jadwal siang.
Pengunjung dapat membaca sambil duduk di bean bag, kursi santai, atau area terbuka yang tersedia.
Cheonggyecheon menjadi salah satu lokasi yang cukup ikonik karena area membaca ditempatkan di sepanjang aliran sungai yang telah direstorasi di tengah pusat Kota Seoul.
Jadi, Cheonggyecheon sebenarnya bukan sekadar “sungai buatan”. Aliran tersebut memiliki sejarah panjang sebagai sungai perkotaan yang kemudian ditutup sebelum akhirnya direstorasi besar-besaran dan kembali menjadi ruang publik.
4. Kini tidak hanya menyediakan buku fisik

Dok. Yonhap News Konsep perpustakaan terbuka Seoul juga mulai berkembang ke format digital. The Korea Times melaporkan bahwa pada Juni 2026, Pemerintah Seoul bekerja sama dengan platform buku Yes24 untuk menghadirkan layanan Crema Club QR di Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, dan Cheonggyecheon.
Pengunjung dapat memindai QR code di lokasi untuk mengakses pilihan e-book secara gratis setelah melakukan verifikasi lokasi.
Program tersebut menghadirkan buku dalam beberapa tema, sekaligus menyediakan koleksi e-book multibahasa untuk wisatawan asing.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman membaca, dari yang sebelumnya hanya mengandalkan buku fisik menjadi pengalaman membaca yang juga terhubung dengan perangkat digital.
Menariknya, The Korea Times juga mencatat bahwa Seoul Outdoor Library telah berkembang menjadi salah satu program budaya membaca yang cukup populer.
Hingga paruh pertama 2026, program tersebut disebut telah menarik jutaan pengunjung sejak pertama kali diluncurkan.
Jadi, Seoul Outdoor Library bukan hanya tempat meminjam atau membaca buku, tetapi juga ruang publik yang menggabungkan budaya membaca, rekreasi, dan kehidupan kota dalam satu pengalaman.






















