Melansir dari laman NU Online, Berikut keistimewaan yang bisa Mama dapatkan ketika melaksanakan puasa Tasu’a:
1. Puasa terbaik setelah puasa Ramadan
Puasa Tasu'a dan puasa Asyura termasuk di antara puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan. Keduanya dilaksanakan di bulan Muharram, yang dikenal sebagai Syahrullah atau bulan Allah, sehingga memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam.
Keutamaan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Beliau bersabda yang artinya:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah), yaitu bulan Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR.Muslim).
2. Dilaksanakan di bulan mulia (al-asyhurul hurum)
Bulan Muharram termasuk dalam al-asyhurul hurum, yaitu empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan, termasuk puasa sunnah.
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk berpuasa di keempat bulan suci ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Majah.
"Berpuasalah di bulan Ramadan dan tiga hari setelahnya, dan berpuasalah di bulan-bulan suci." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dan lainnya).
3. Pahala puasa sehari setara dengan puasa 30 hari
Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Barang siapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia akan menghapus dosa-dosa selama dua tahun, dan barang siapa berpuasa satu hari di bulan Muharram, maka ia akan mendapatkan pahala berpuasa 30 hari untuk setiap hari ia berpuasa." (Diriwayatkan oleh at-Tabarani dalam al-Mu'jamus Shaghir).
Oleh karena itu, meski hanya dilakukan satu hari, puasa Tasu'a tetap bernilai sangat besar dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.
4. Menyempurnakan puasa Asyura dan membedakan dari kaum lain
Puasa Tasu'a dilaksanakan sehari sebelum puasa Asyura, yakni pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dianjurkan untuk menyempurnakan puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharram. Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk berpuasa sehari sebelum atau sesudah Asyura sebagai bentuk pembeda dari kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ke-10 Muharram.
Dengan menggabungkan puasa Tasu'a dan Asyura, umat Islam tidak hanya memperoleh keutamaan puasa, tetapi juga menjalankan sunnah Rasulullah SAW secara lebih sempurna.