Olahraga Berlebihan, Bams Eks Samsons Alami Kanker Langka

Ketahui ya apa dampak berolahraga berlebihan pada kesehatan

26 Februari 2021

Olahraga Berlebihan, Bams Eks Samsons Alami Kanker Langka
Instagram.com/bams_1606

Bambang Reguna Bukit atau yang dikenal dengan nama Bams dikenal sebagai seorang laki-laki aktif dalam kegiatan olahraga. Akhir-akhir ini, Bams yang merupakan mantan vokalis Band Samsons tidak menjadi sorotan publik lagi.

Menghilangnya Bams tentunya membuat para penggemar bertanya-tanya. Melalui video wawancara dalam acara Daniel Mananta yang ditayangkan melalui Channel Youtube Daniel Mananta Network, ia memberitahukan bahwa dirinya mengidap kanker kulit dan otot sejak tahun 2020. Bams juga menceritakan penyebab terkena penyakit ini karena sering olahraga secara berlebihan.

Saat Bams divonis terkena kanker yang cukup langka, ia sempat mengalami depresi. Kondisinya yang sedang terjangkit sebuah penyakit, membuat dirinya memilih untuk berhenti terjun di dunia hiburan dan mulai fokus dalam urusan bisnis.

Jika Mama ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Bams yang terkena penyakit kanker kulit dan otot, kali ini Popmama.com telah merangkumnya.

1. Kronologi Bams terkena penyakit kanker kulit dan otot

1. Kronologi Bams terkena penyakit kanker kulit otot
Instagram.com/bams_1606

Bams menjelaskan mengenai dirinya yang terkena penyakit kanker kulit dan otot. Bams mengaku terlalu berlebihan melakukan olahraga.

Sebelum dirinya berangkat kerja selalu ke gym dengan durasi 3 jam dan pulang kerja pun ia olahraga lagi. Bams melakukan aktivitas ini sudah cukup lama, yaitu dari SMA sampai tahun 2014.

Bams pernah mengalami cedera dan membuatnya harus menjalankan operasi di bagian tubuhnya. Akibat kondisi ini, dirinya tidak melakukan olahraga selama dua bulan dan berat badan semakin meningkat.

Sampai akhirnya, di tahun 2020 Bams mengalami kondisi yang cukup sulit, yaitu usaha bisnisnya bangkrut, pandemi Covid-19, dan kesehatannya tidak bagus. Bams dinyatakan terkena penyakit kanker kulit dan otot.

Pada tahun yang sama yaitu 2020, bams diharuskan untuk menjalankan operasi mengenai penyakitnya. Namun, ia memberitahukan bahwa saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

Editors' Picks

2. Mengenal kanker kulit dan otot

2. Mengenal kanker kulit otot
Freepik/GiovanniCancemi

Kanker otot termasuk ke dalam kanker jaringan lunak atau sarkoma jaringan lunak yang merupakan jenis kanker langka. Kanker ini terjadi pada jaringan yang menghubungkan dan mengelilingi struktur tubuh.

Kanker jaringan lunak dapat terjadi pada otot, lemak, pembuluh darah, saraf, maupun lapisan sendi.

Kanker ini bisa menyerang bagian tubuh mana saja, tetepi umumnya terjadi di kaki, perut, dan lengan. Ketika terjadi pada bagian otot, gejala yang paling mendasar, yaitu terasa sakit saat otot ditekan.

Sedangkan, kanker kulit dapat terjadinya karena adanya pertumbuhan secara abnormal pada sel kulit. Kanker kulit terbagi menjadi tiga jenis, yaitu basal cell carcinoma, squamous cell carcinoma dan melanoma.

Basal cell carcinoma dan squamous cell carcinoma umumnya terjadi pada bagian yang terkena sinar matahari, seperti kulit kepala, wajah, tangan, lengan, bibir, dan telinga. Sedangkan, melanoma akan menyerang bagian kulit mana saja.

Umumnya, laki-laki akan lebih rentan terkena kanker kulit dibagian wajah.

3. Olahraga secara berlebihan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh

3. Olahraga secara berlebihan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh
Freepik/master1305

Dr Roy Shephard bersama rekannya di Universitas Toronto di Kanada menjelaskan bahwa olahraga yang baik ketika memiliki intensitas rendah. Hal ini diakibatkan ketika seseorang melakukan olahraga secara berlebihan akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Menurut para peneliti olahraga yang dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan efek depresan dan mengakibatkan tubuh rentan mengalami penurunan sistem kekebalan.

Tubuh manusia akan menghasilkan radikal bebas. Ketika seseorang sedang olahraga secara intensif, produksi radikal bebas akan meningkat dan dapat mengalami kerusakan pada bagian otot, hati, darah, dan jaringan lainnya.

Perlu diketahui bahwa saat molekul tidak stabil bereaksi bersama molekul stabil akan menyebabkan kerusakan sel. Hal ini dapat memicu tubuh terkena penyakit jantung, kanker, penuaan diri, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

4. Efek samping dari olahraga secara berlebihan

4. Efek samping dari olahraga secara berlebihan
Freepik/panumasyanuthai

Selain memicu tubuh terkena kanker kulit dan otot, ada beberapa efek samping yang dapat membahayakan kesehatan tubuh saat melakukan olahraga secara berlebihan:

  • Memicu penyakit jantung. Olahraga yang berlebihan dapat memicu tekanan pada arteri dan menyebabkan penumpukan plak. Kondisi ini membuat seseorang berisiko terkena arteri coroner.
  • Membuat tubuh menjadi lelah. Olahraga yang berlebihan akan membuat tubuh menjadi sakit dan menyebabkan Mama sulit bergerak. Kondisi ini memicu Mama untuk sulit tidur di malam hari, sehingga tubuh akan lelah.
  • Berat badan meningkat. Perlu diketahui bahwa olahraga yang berlebihan dapat membuat tubuh memproduksi hormon kortisol dan stres. Sehingga, menyebabkan nafsu makan meningkat dan berat badan akan menaik.

5. Tips untuk menghindari tubuh terkena kanker

5. Tips menghindari tubuh terkena kanker
Freepik/sommail

Seseorang yang memiliki rutinitas untuk melakukan olahraga, sebaiknya hindari olahraga secara berlebihan. Melakukan olahraga yang tepat, tidur dalam jangka waktu 8 hingga 9 jam, diet yang seimbang, dan menghindari mengonsumsi alkohol akan mencapai potensi secara penuh dari tubuh.

Perlu diketahui bahwa mendapatkan nutrisi yang tepat sangat penting untuk menjaga kekuatan sistem kekebalan tubuh. Mama dapat mengonsumsi buah dan sayur secara rutin untuk mengurangi risiko terkena penyakit kanker.

Itulah beberapa informasi dari olahraga yang berlebihan. Semoga dapat menjadi pengetahuan bagi Mama sekeluarga dan jangan terlalu berlebihan saat olahraga ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.