Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Unsplash/Markus Krisetya
  • Sedikitnya 33 negara dan wilayah mengimbau warga menyiapkan makanan, air, obat, serta perlengkapan darurat untuk menghadapi konflik, bencana alam, cuaca ekstrem, dan gangguan siber.

  • Mayoritas panduan menyarankan stok kebutuhan pokok selama 72 jam, sementara Swedia dan Norwegia merekomendasikan sekitar sepekan, sedangkan Jerman hingga 10 hari.

  • Persediaan utama mencakup makanan tahan lama, air minum, obat pribadi, pertolongan pertama, senter, radio baterai, pengisi daya, uang tunai, dan salinan dokumen penting.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 33 negara dan wilayah memiliki panduan kesiapsiagaan yang menganjurkan warga menyimpan makanan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat untuk menghadapi krisis.
  • Who?
    Warga di 33 negara dan wilayah menjadi sasaran imbauan pemerintah, termasuk masyarakat di Eropa, Amerika, Afrika Selatan, Asia, Australia, dan Selandia Baru.
  • Where?
    Panduan berlaku antara lain di Inggris Raya, Perancis, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Taiwan, India, Filipina, Singapura, Australia, dan Selandia Baru.
  • When?
    Imbauan kesiapsiagaan telah diterapkan di berbagai negara; Komisi Eropa memperkenalkan strategi Preparedness Union pada Maret 2025. Waktu penerapan panduan tiap negara tidak seluruhnya diketahui.
  • Why?
    Persediaan disiapkan untuk menghadapi kemungkinan konflik bersenjata, bencana alam, badai, banjir, cuaca ekstrem, dan serangan siber yang dapat mengganggu listrik, air, transportasi, serta distribusi pangan.
  • How?
    Warga dianjurkan menyimpan kebutuhan untuk sedikitnya 72 jam; Swedia dan Norwegia menyarankan sekitar sepekan, sedangkan Jerman hingga 10 hari. Persediaan mencakup makanan tahan lama, air, obat, dan perlengkapan darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tiga puluh tiga negara bilang warga perlu punya makanan, air, obat, dan barang darurat di rumah. Ini untuk kalau ada banjir, badai, perang, atau listrik dan air mati. Banyak negara minta stok untuk tiga hari. Ada juga yang minta satu minggu atau sepuluh hari. Amerika juga menyiapkan pangkalan tentara agar tetap bisa bekerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sejumlah negara di dunia mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat di rumah. 

Imbauan tersebut ditujukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan krisis, mulai dari konflik bersenjata, bencana alam, cuaca ekstrem, hingga gangguan keamanan siber.

Berdasarkan rangkuman Newsweek, sedikitnya 33 negara dan wilayah telah memiliki panduan kesiapsiagaan darurat bagi masyarakat. 

Sebagian besar menganjurkan warga menyiapkan kebutuhan pokok untuk bertahan selama 72 jam atau tiga hari. Namun, beberapa negara menyarankan persediaan untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Lantas, mengapa 33 negara imbau warga sapkan itok makanan dan air? Berikut Popmama.com sajikan informasi lengkapnya di bawah!

1. Mengantisipasi perang hingga bencana alam

pexels.com/Tima Miroshnichenko

Imbauan menyiapkan persediaan darurat bukan semata-mata berkaitan dengan kemungkinan terjadinya perang. 

Pemerintah di berbagai negara juga mempertimbangkan risiko bencana alam, badai, banjir, cuaca ekstrem, hingga serangan siber yang dapat mengganggu layanan penting.

Dalam situasi darurat, pasokan listrik, air bersih, akses transportasi, dan distribusi makanan bisa terganggu. 

Akibatnya, masyarakat mungkin kesulitan membeli kebutuhan sehari-hari atau menerima bantuan dalam waktu singkat. 

Persediaan mandiri di rumah diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama masa awal krisis.

Dorongan tersebut juga terlihat di Eropa. Pada Maret 2025, Komisi Eropa memperkenalkan strategi preparedness union untuk meningkatkan kesiapan negara-negara anggotanya menghadapi berbagai ancaman. 

Salah satu tujuannya adalah mendorong masyarakat memiliki kemampuan bertahan secara mandiri setidaknya selama 72 jam.

2. Persediaan darurat berbeda di setiap negara

unsplash.com/Gokul

Meskipun memiliki tujuan serupa, setiap negara menetapkan durasi persediaan darurat yang berbeda. 

Perancis, Inggris, Jepang, Meksiko, Belanda, dan Kanada termasuk negara yang menganjurkan masyarakat menyiapkan kebutuhan pokok untuk sedikitnya 72 jam.

Sementara itu, Swedia dan Norwegia menyarankan persediaan untuk sekitar satu pekan. Jerman bahkan menganjurkan masyarakat memiliki kebutuhan pokok yang cukup untuk bertahan hingga 10 hari. 

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa panduan kesiapsiagaan dapat disesuaikan dengan kebijakan dan kebutuhan masing-masing negara.

Berikut daftar 33 negara dan wilayah yang dihimpun Newsweek berdasarkan kawasan:

  • Eropa: Inggris Raya, Irlandia, Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, Republik Ceko, Austria, Swiss, dan Kroasia.

  • Amerika Utara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

  • Amerika Selatan: Chile, Kolombia, Argentina, dan Brasil.

  • Afrika: Afrika Selatan.

  • Asia: Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, dan Singapura.

  • Oseania: Selandia Baru dan Australia.

3. Makanan, air, dan obat-obatan menjadi kebutuhan utama

pexels.com/Kevin Malik

Meski durasi persediaan yang dianjurkan berbeda, kebutuhan yang disarankan pemerintah di berbagai negara relatif serupa. 

Masyarakat diminta menyiapkan makanan tahan lama, air minum, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan yang dapat membantu ketika layanan umum terganggu.

Pemerintah Perancis, misalnya, menganjurkan masyarakat menyiapkan tas darurat yang mudah dijangkau. 

Isinya meliputi air minum, makanan tahan lama, obat-obatan, perlengkapan pertolongan pertama, senter, radio bertenaga baterai, pengisi daya ponsel, pakaian hangat, selimut darurat, uang tunai, dan salinan dokumen penting.

Persediaan tersebut juga perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan makanan dan obat-obatan belum kedaluwarsa serta baterai masih berfungsi.

4. Amerika Serikat juga siapkan pangkalan militer

U.S. Air Force photo by Airman 1st Class Norman Enriquez, Public domain, via Wikimedia Commons

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat sipil. Amerika Serikat juga memperkuat kemampuan fasilitas militernya agar tetap dapat beroperasi apabila terjadi gangguan pasokan dari luar.

Pada 30 September 2026, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperkenalkan inisiatif Federal Operations for Resilience, Troop Resources, Energy, Supply and Survivability (FORTRESS). 

Program tersebut menargetkan lebih banyak pangkalan militer AS mampu beroperasi secara mandiri selama sedikitnya tiga bulan apabila akses terhadap pasokan dari luar terputus akibat konflik.

Program FORTRESS memiliki sasaran berbeda dari panduan kesiapsiagaan bagi masyarakat. Inisiatif ini berfokus menjaga agar pangkalan militer AS tetap beroperasi ketika pasokan dari luar terputus.

Itu dia informasi tentang 33 negara imbau warga sapkan itok makanan dan air. Semoga kita semua selalu dalam keadaan aman dan terhindar dari berbagai situasi darurat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article