Happy Weekend! Ini 8 Film yang Bisa Ditonton di Sundance Film Festival

Isi waktu luang saat weekend dengan deretan film berikut

24 September 2021

Happy Weekend Ini 8 Film Bisa Ditonton Sundance Film Festival
Dok. Sundance Film Festival

Rangkaian acara Sundance Film Festival: Asia 2021 resmi dimulai sejak 23 September 2021 kemarin. Salah satu agenda wajib dan menjadi hal yang menarik di Sundance Film Festival adalah menayangkan film-film pilihan.

Berlangsung hingga 26 September mendatang, Sundance Film Festival: Asia 2021 yang dihadirkan Sundance Institute, XRM Media, dan IDN Media akan memutarkan 8 film pilihan. Di mana film tersebut terdiri atas 4 film naratif dan 4 film dokumenter.

Selain menarik dan sarat akan nilai-nilai kehidupan, 8 film yang akan tayang di Sundance Film Festival ini tentunya cocok untuk menemani waktu akhir pekan saat di rumah saja. 

Kira-kira bercerita tentang apa saja ya 8 film yang diputarkan dalam Sundance Film Festival: Asia 2021 ini? Yuk, simak ulasan singkat yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Passing/U.S.A.

1. Passing/U.S.A.
Film Passing (Dok. Sundance Film Festival)

Film Passing diadaptasi dari karya eponim milik Nella Larsen. Film ini menceritakan tentang dua perempuan kulit hitam dan kehidupan mereka selama era segregasi di New York pada tahun 1920-an. 

Ditampilkan dalam versi layar hitam-putih, Rebecca Hall, Clare, dan Irene, teman sekolah menengah yang bertemu satu sama lain di sebuah kota besar, mereka menemukan fakta bahwa keduanya sama-sama menjalani kehidupan yang berbeda di ‘sisi berlawanan dari garis warna’.

Clare, yang tinggal di Manhattan bersama suaminya yang berkulit putih, tidak tahu bahwa ia adalah seorang perempuan berkulit hitam. Di sisi lain, Irene yang tinggal di Harlem bersama dengan kedua anaknya dan suaminya, yang merupakan seorang dokter berkulit hitam.

Pertemuan tak disengaja antara kedua perempuan ini kemudian mengarah pada sebuah obsesi, yang menghasilkan eksplorasi lebih dalam tentang identitas rasial dan gender, kinerja, warna kulit, dan represi. Sangat menarik bukan film naratif satu ini?

2. Try Harder!/U.S.A.

2. Try Harder/U.S.A.
Film Try Harder (Dok. Sundance Film Festival)

Selanjutnya adalah film dokumentar berjudul Try Harder! yang merupakan karya dari Debbie Lum. Film ini berhasil mendapat 100% Rotten Tomatoes dan rating 7.9 di IMDb nih. Jadi tentunya film satu ini akan sangat menarik untuk disaksikan.

Adapun jalan cerita dari film Try Harder! adalah mengisahkan para senior di Lowell High School, sebuah SMA negeri di San Francisco, yang sudah mulai stres. 

Sesaat akan mempersiapkan keperluan untuk masuk ke perguruan tinggi yang begitu menguras emosi, para senior di sana sangat menyadari persaingan ketat yang akan mereka hadapi untuk dapat masuk ke perguruan tinggi impian mereka.

Selanjutnya mereka meneliti bagaimana setiap detail aplikasi yang sudah mereka persiapkan, mulai dari kelas, kegiatan ekstrakurikuler, hingga identitas ras calon mahasiswa.

Di Lowell High School, anak-anak kerennya merupakan mereka para kutu buku. Mayoritas siswanya adalah orang Amerika-Asia dan hampir semua memiliki bakat luar biasa.

Dengan sedikit sentuhan humor di dalamnya , sutradara Debbie Lum membawa kita ke realitas proses aplikasi perguruan tinggi di Amerika dan bagaimana ras serta kelas sosial dapat memengaruhi kesempatan pendidikan seseorang, seperti yang diceritakan para siswa di Lowell High School dalam film tersebut.

3. The Dog Who Wouldn't Be Quiet/Argentina

3. The Dog Who Wouldn't Be Quiet/Argentina
3. Film The Dog Who Wouldn't Be Quiet (Dok. Sundance Film Festival)

Film naratif selanjutnya yang akan ditayangkan di Sundance Film Festival adalah The Dog Who Wouldn't Be Quiet. Film ini banyak mengandung simbol yang merupakan representasi dari nilai-nilai kehidupan. Tak heran apabila film ini berhasil menyabet 100% Rotten Tomatoes dan 6.2 di IMDb.

Mengisahkan tentang Sebastián, atau Sebas, seorang pria berumur 30-an tahun, cerdas, seorang desainer grafis, serta terlatih dalam penggunaan Adobe Illustrator yang kini sedang mencoba mencari pekerjaan part time.

Suatu ketika, Sebas melihat seorang perempuan di pernikahan sang Mama. Di mana diceritakan bahwa keduanya memiliki ketertarikan satu sama lain. Singkat cerita, mereka pun memutuskan untuk hidup bersama.

Istri Sebas ini kemudian hamil tak lama mereka bersama. Beberapa saat kemudian, entah bagaimana, sebuah meteor menghantam bumi, membawa gas beracun di udara. Semua orang, termasuk Sebas, harus memakai helm kaca untuk melindungi diri.

Hm, cukup menarik ya film satu ini. Untuk kelanjutannya seperti apa, yuk langsung saksikan di Screening Online Sundance Film Festival.

Editors' Picks

4. Amy Tan: Unintended Memoir/U.S.A.

4. Amy Tan Unintended Memoir/U.S.A.
Film Amy Tan: Unintended Memoir (Dok. Sundance Film Festival)

Novel debut karya penulis Amy Tan yang berjudul The Joy Luck Club (1989) berhasil mengantarkan namanya pada kesuksesan besar. Nama Amy Tan kemudian menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam bidang sastra di Amerika.

Film Amy Tan: Unintended Memoir merupakan potret intim dari seorang penulis inovatif, dengan gambar dan wawancara eksklusif, yang menceritakan tentang kehidupan dan perjalanan karier Amy Tan yang sangat menginspirasi banyak orang.

Sebelum film dokumenter ini akhirnya digarap, Tan sempat meceritakan kepada mendiang sutradara film tersebut, James Redford. Kepada Redford, Amy Tan menceritakan secara keseluruhan trauma yang pernah ia alami. Selain itu, ia juga bercerita bagaimana menulis dapat membantunya sembuh dari trauma-trauma tersebut.

Amy Tan merupakan anak yang lahir dari orang tua imigran Tiongkok di Oakland, California, pada tahun 1952, Tan memerlukan waktu untuk dapat memahami alasan mengapa sang Mama memiliki kecenderungan untuk bunuh diri.

Rupanya, hal ini berakar dari ‘legasi’ yang umum dialami oleh perempuan-perempuan yang selamat dari tradisi pergundikan di Tiongkok kuno. Menarik dan inspiratif nih, sangat sayang jika dilewatkan!

5. Luzzu/Malta

5. Luzzu/Malta
Film Luzzu (Dok. Sundance Film Festival)

Sama seperti Try Harder! dan The Dog Who Wouldn't Be Quiet, film Luzzu menjadi film selanjutnya yang mendapat 100% Rotten Tomatoes dan mendapatkan rating 7.1 IMDb.

Film naratif ini menceritakan kehidupan seorang nelayan Malta, Jesmark, yang bekerja begitu keras untuk keluarga kecilnya. Suatu saat, ia dihadapkan pada dua pilihan yang sangat membingungkan.

Pertama, memperbaiki luzzu-nya yang bocor, di mana itu adalah sebuah perahu nelayan tradisional dari kayu warna-warni, dengan harapan dapat mencari nafkah di laut untuk istri dan putranya yang baru saja lahir, sama seperti yang juga telah dilakukan oleh ayah dan kakeknya.

Kedua, menjual luzzu tersebut demi mendapatkan modal untuk bergabung dengan operasi pasar gelap yang mengeksploitasi populasi ikan Mediterania dan mempertaruhkan mata pencaharian keluarga lokal di sana.

Menarik banget nih. Kira-kira pilihan apa ya yang akan diambil oleh Jesmark? Ada yang bisa menebak? Daripada penasaran, langsung saja saksikan yuk!

6. Users/U.S.A.

6. Users/U.S.A.
Film Users (Dok. Sundance Film Festival)

Dengan teknologi yang semakin mendorong seluruh aspek kehidupan kita, manusia semakin bergerak cepat menuju ‘teknopoli’.

Maksudnya apa ya? Mungkin sebagian orang masih asing dengan penggunaan kata tersebut. Kata ini muncul dari buku Neil Postman, yakni Teknopoli Budaya Saintisme Monopoli Teknologi.

Istilah teknopoli sendiri berasal dari dua buah kata, yaitu teknologi dan monopoli. Mengetahui penggabungan dua kata tersebut, kamu pasti sudah bisa menebak apa yang dimaksudkan dengan teknopoli, kan?

Ya, film Users menjadi film dokumentar menggunakan esai visual. Para penonton akan mengeksplorasi konsekuensi tak diinginkan dari kemajuan teknologi. Hal ini membuat kita kembali bertanya-tanya: “Apakah benar bahwa kemajuan teknologi akan mengarah pada perbaikan kualitas hidup?” Meski pada kenyataannya, kita sering kali merasa bahwa kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tak terelakkan. 

Film dokumentar karya Natalia Almada ini berhasil memenangkan penghargaan penyutradaraan untuk U.S. Documentary in Sundance. Film ini disebut sebagai salah satu mimpi yang terasa sangat nyata.

Jadi penasaran, gimana kelanjutannya ya?

7. John and the Hole/U.S.A.

7. John and the Hole/U.S.A.
Film John and the Hole (Dok. Sundance Film Festival)

John and the Hole merupakan kisah naratif berlatar belakang kisah nyata yang sangat meresahkan. Film ini menceritakan tentang proses pendewasaan John, seorang anak yang menahan keluarganya di dalam lubang di tanah.

Film ini juga menjadi film thriller yang mengisahkan tentang John, seorang anak yang menemukan sebuah lubang di belakang pekarangan rumahnya. Penemuan lubang tersebut bukanlah tempat untuk bermain, melainkan tempat untuk menyekap Mama, Papa, serta saudara perempuan John.

Selama ini dirinya menyimpan misteri yang tidak banyak diketahui anggota keluarganya yang lain, termasuk Mama dan Papanya. Penyekapan tersebut menjadi tanda ada yang tidak beres dengan diri John, sekaligus menjadi peringatan untuk kedua orang tuanya.

Menarik banget nih, apakah sebenarnya yang ada dibenak John? Apakah John menyimpan dendam kepada keluarganya sendiri? Jadi penasaran!

8. Writing With Fire/India

8. Writing With Fire/India
Film Writing With Fire (Dok. Sundance Film Festival)

Di salah satu negara bagian India yang paling patriarki, muncul sebuah surat kabar yang diinisiasi dan digerakkan sepenuhnya oleh perempuan pedesaan yang tergabung dalam komunitas Dalit. 

Meera, nama seorang reporter politik yang populer ini memutuskan untuk memperbesar pengaruh media melalui langkah-langkah yang cukup berani. Hal ini ia jalankan dengan mentransformasi media cetak menjadi sebuah media digital.

Kerap kali dicemooh dan mengalami demotivasi, semangat perempuan-perempuan visioner dalam film Writing With Fire ini begitu besar. Salah satu tujuan mereka adalah untuk menjadi kantor berita digital pertama di dunia yang diinisiasi dan digerakkan sepenuhnya oleh sekelompok perempuan dari sebuah pedesaan di Dalit.

Kekuatan perempuan banget nih! Pasti seru dan mengangkat nilai kehidupan sebagai sosok perempuan masa kini. Jadi penasaran, pasti seru melihat berbagai rintangan dan konflik yang timbul dari film Writing with Fire

Itu tadi 8 film yang bisa kamu nikmati dalam Online Film Screening di Sundance Film Festival: Asia 2021. Bagi kamu yang tertarik dengan kelanjutan film-film di atas, kamu bisa langsung klik laman berikut untuk menyaksikan film pilihanmu. Bisa jadi referensi untuk mengisi waktu di akhir pekan nih!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.