Perhatikan, Ini yang Membuat Diet Mama Nggak Berhasil!

Jangan lakukan ini ya agar dietmu tidak sia-sia

20 November 2020

Perhatikan, Ini Membuat Diet Mama Nggak Berhasil
Freepik/senivpetro

Mama, apakah saat ini Mama sedang melakukan program diet? Jika iya, diet memang salah satu upaya untuk mendapatkan tubuh yang ideal dan tentunya sehat. Namun, pada proses diet seringkali gagal, terlebih jika tidak diiringi dengan keinginan yang kuat dan target yang jelas.

Tapi, ada beberapa faktor sebenarnya yang menentukan keberhasilan diet. Kunci sukses menurunkan berat badan dan menjaga tubuh tetap sehat serta ideal bukan hanya seberapa banyak makanan yang masuk ke dalam perut lho, Ma. Melainkan juga bergantung pada kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

Banyak kebiasaan yang tak disadari yang membuat diet Mama tak berhasil lho. Kira-kira apa saja kebiasaan tersebut?Melansir dari beberapa sumber, berikut Popmama.com akan memberikan 10 kebiasaan yang mungkin Mama lakukan tanpa disadari dan membuat diet Mama kerap kali gagal.

Sebaiknya dihindari agar program menurunkan berat badan Mama tak sia-sia ya! 

1. Kurangnya protein

1. Kurang protein
Pixabay/beernc29

Mama, apakah Mama lebih suka daging tanpa lemak, tahu atau kacang-kacang? Nah Mama harus memastikan apakah makanan yang Mama makan cukup protein, terutama saat mama menurunkan asupan kalori secara keseluruhan. Untuk memastikan angka yang lebih rendah pada skala mencerminkan penurunan lemak dan bukan otot, penting untuk memiliki protein yang cukup dalam makanan Mama. 

Studi telah menemukan bahwa orang dengan diet di mana protein terdiri dari 15 hingga 25 persen dari kalori harian mereka menyimpan 45 persen kalori berlebih sebagai otot, sedangkan mereka yang hanya makan 5 persen kalori dari protein menyimpan 95 persen kelebihan kalori sebagai lemak. 

Mama bisa sarapan dengan satu buah telur ya, hindari sereal manis karena itu dapat membantu mengurangi keinginan Mama nyemil sepanjang hari.

2. Kurang minum air putih

2. Kurang minum air putih
Freepik/diana.grytsku

Mama pernah mendengar aturan 8x8 yaitu minum delapan gelas sehari? Memang terdengar sangat kuno ya, tapi Mama harus tahu juga bahwa itu penting agar Mama tetap terhidrasi.

Tubuh manusia terdiri dari 50 hingga 65 persen air, dan semua proses kehidupan seperti jantung yang memompa hinga nutrisi mencapai sel memang membutuhkan air.

Selain dapat membantu mempertahankan homeostasis yang baik, mengisi air juga dapat membantu menurunkan berat badan lho dan mengontrol porsi makan. Bahkan ada tanda-tanda bahwa hal itu dapat membantu dengan kecepatan pembakaran kalori.

Sebuah studi kecil di Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan bahwa minum lebih banyak air dapat meningkatkan metabolisme, dengan 500 mililiter air meningkatkan tingkat metabolisme subjek sebesar 30 persen. 

3. Kelelahan

3. Kelelahan
freepik.com

Mungkin Mama memiliki janji dan aktivitas yang begitu padat yang membuat Mama kelelahan. Ternyata stress akibat kelelahan dapat menyabotase penurunan berat badan lho. Kortisol, hormon stress yang dilepaskan di dalam tubuh akan menjadikan Mama kelelahan secara langsung memengaruhi penyimpanan lemak dan penambahan berat badan.

Faktanya, stres bisa menjadi masalah jangka panjang bagi tubuh Mama. Sebuah studi dari para peneliti di University College London menemukan bahwa orang dengan kadar kortisol lebih tinggi cenderung memiliki lingkar berat badan yang lebih besar dan BMI yang lebih tinggi.

4. Pemborosan belanja

4. Pemborosan belanja
Freepik

Saat ini, membawa uang tunai lebih jarang daripada membawa kartu, tetapi lonjakan mentalitas "menagihnya" dapat dikaitkan dengan kenaikan tingkat obesitas. Sebuah studi di Journal of Consumer Research menemukan bahwa orang yang menggunakan kartu kredit saat berbelanja akan lebih banyak membeli bahan makanan yang tidak sehat dan padat kalori daripada mereka yang membayar dengan uang tunai.

Tidak keharusan mengeluarkan uang di tempat dapat mendorong pembelian impulsif yang memengaruhi lingkar pinggang Mama lho.

Editors' Picks

5. Kurang waktu tidur

5. Kurang waktu tidur
shuttershock
Ilustrasi tidur

Ketika Mama tidur hanya beberapa jam di malam hari itu membuat badan Mama tak sehat lho. Tidur yang buruk telah terbukti menjadi salah satu faktor risiko terbesar untuk obesitas. 

Kurang tidur tidak hanya mengubah hormon yang mengendalikan rasa lapar, tetapi satu studi penelitian di Selandia Baru mengikuti 1.037 anak sejak lahir hingga usia 32 dan menemukan bahwa setiap pengurangan waktu tidur masa kanak-kanak selama satu jam dikaitkan dengan risiko obesitas 50 persen lebih tinggi.

6. Tidak mengonsumsi makanan bergizi

6. Tidak mengonsumsi makanan bergizi
Freepik/timolina

Mama mungkin berpikir bahwa mengonsumsi makanan dengan 100 kalori dalam makanan yang sehat membantu menurunkan berat badan? Ternyata hal itu justru bisa jadi salah satu faktor penghambat menurunnya berat badan Mama lho.

Makan makanan utuh berbahan tunggal - yang tidak memerlukan label nutrisi pada kemasannya - dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mengatur nafsu makan.  Vitamin, mineral dan serat juga membantu Anda tetap kenyang lebih lama. 

7. Terlalu banyak makanan sehat

7. Terlalu banyak makanan sehat
deccanchronicle.com

Penurunan berat badan adalah tentang kalori masuk dan kalori keluar. Jika Mama makan terlalu banyak, bahkan makanan sehat, Mama akan cenderung mengemas kalori yang tidak diinginkan. 

Menontrol porsi adalah kuncinya. Meskipun asupan kalori yang direkomendasikan berbeda dari orang ke orang pada saat diet berdasarkan berat badan, tinggi badan dan tingkat aktivitas.

Namun Mama dapat menggunakan panduan makan seperti protein tanpa lemak harus sebesar kepalan tangan, karbohidrat kompleks sebesar tangan, dan sayuran dua kali lipatnya.

Waspadai juga nutrisi di balik semua makanan yang Mama konsumsi ya. Selain mengandung vitamin dan mineral, buah-buahan misalnya juga kaya kalori, karbohidrat, dan gula sederhana fruktosa.

8. Mengonsumsi alkohol

8. Mengonsumsi alkohol
essentialbaby.com.au

Alasan lain dari pola makan yang tidak tepat adalah kebiasaan minum alkohol. Kebiasaan ini harus dikurangi karena perasaan rileks saat meminum minuman beralkohol dapat mengganggu pola tidur, menghambat aktivitas serta meningkatkan kecemasan dan depresi. Selain itu, minum alkohol untuk begadang bisa menyebabkan obesitas.

9. Kurang mengonsumsi kalori

9. Kurang mengonsumsi kalori
skyhinews.com

Jika Mama ingin menurunkan berat badan, kemungkinan Mama telah mengurangi kalori, tetapi menurunkan asupan terlalu rendah dapat menghambat penurunan berat badan juga lho. Kurang makan dapat membuat tubuh Mama kelaparan dan memperlambat metabolisme.

Defisit kalori yang jauh lebih tinggi dari 400 kalori sehari dapat mengurangi aktivitas hormon tiroid, dan dapat menghentikan produksi hormon seks dan meningkatkan tingkat stres.

10. Kurang olahraga

10. Kurang olahraga
Freepik/Jcomp

Untuk menurunkan berat badan, tidak hanya perkara mengurangi makan saja lho, Ma. Pola makan yang sehat juga harus diimbangi dengan olahraga dan menjaga tubuh tetap aktif.

Pilih latihan yang mempercepat pembakaran kalori, seperti jogging, angkat beban, senam, atau bahkan berjalan kaki keliling komplek atau ke pasar. Latihan ini bisa membakar setidaknya 500 kalori per sesi

Dengan melakukan olahraga harian itu selama satu jam, hasilnya akan tampak menurunkan berat badan hingga 1 kilogram per minggu, membuat otot lebih kencang, dan tubuh terasa bugar.

Itu dia Mama kebiasaan yang mungkin Mama lakukan tanpa disadari dan membuat diet Mama kerap kali gagal. Mulai saat ini, hindari kebiasaan tersebut ya Ma agar upaya menurunkan berat badan tak sia-sia! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.