7 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai Sejak Awal

Segera cek ke dokter jika Mama mengalami salah satunya

4 Februari 2021

7 Gejala Kanker Ovarium Perlu Diwaspadai Sejak Awal
Freepik

Kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker mematikan yang bisa dialami oleh kaum hawa. Dikenal sebagai ‘silent killer’, penyakit ini tidak memiliki indikator yang jelas.

Oleh sebab itu, perempuan perlu tahu apa saja gejala awal dari kanker ovarium. Ini supaya jika memang ada, penyakit tersebut bisa segera diatasi sejak awal.

Seringkali, gejala-gejala tersebut bahkan juga tidak mudah dikenali. Menurut pakar kebidanan dan kandungan M.D. Anderson Cancer Center, Shannon Westin, MD, gejala ini sering disalahartikan sebagai kondisi lain.

Akibatnya, kanker ovarium pun jadi terlambat didiagnosis dan kemungkinan untuk sembuh menjadi sedikit. Bahkan menurut American Cancer Society (ACS), kanker ovarium menyebabkan lebih banyak kematian daripada kanker lain pada sistem reproduksi perempuan.

Nah, apa saja gejala awal dari kanker ovarium yang perlu diwaspadai? Berikut informasinya yang telah Popmama.com rangkum:

1. Nyeri perut atau panggul

1. Nyeri perut atau panggul
Freepik

Ahli onkologi ginekologi dari Moffitt Cancer Center, Mitchel Hoffman, MD, menyebutkan bahwa nyeri di area perut atau panggul merupakan tanda bahwa kanker ovarium telah menyebar.

Ya, kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker yang bisa bermetastasis alias menyebar ke area lain. Kanker ini bisa menyebar ke panggul, bagian atas perut, usus, dan diafragma.

Selain itu, kanker ovarium juga dapat menyebabkan pembentukan cairan di perut yang disebut ascites. Kondisi ini pun kerap menimbulkan rasa sakit pada pengidapnya.

2. Mual

2. Mual
Pexels/Stokpic

Mual berlebihan, bahkan sampai tidak mau makan sama sekali secara tiba-tiba adalah salah satu tanda awal dari kanker ovarium, Ma.

Ini karena ketika kanker ovarium menyebar, maka cara kerja usus dan organ pencernaan Mama juga bisa ikut terpengaruh. Apabila semua tak terkendali, Mama pun bisa mengalami mual dan ingin muntah, serta penurunan nafsu makan.

Jika kondisi ini sampai terjadi, maka berarti perut Mama kemungkinan sudah memiliki lebih sedikit ruang dari biasanya. Kondisi tersebut terjadi karena ada tumor yang tumbuh atau ada penumpukan cairan berlebih.

Editors' Picks

3. Selalu kembung dan sembelit

3. Selalu kembung sembelit
Freepik

Perhatikan apakah Mama sering tiba-tiba mengalami kembung dan sembelit secara mendadak. Hoffman menjelaskan bahwa kanker ovarium dapat membuat Mama mengalami keduanya.

Efek tersebut muncul karena adanya gangguan pada fungsi usus, Ma.

Saat dalam kondisi normal, usus memiliki otot-otot yang dapat mendorong makanan. Ketika ada kanker yang terbentuk di permukaan luar usus, yakni saat kanker ovarium sudah menyebar, fungsi otot tersebut pun berkurang.

Akibatnya, sistem kerja organ reproduksi Mama menurun dan terjadilah rasa kembung serta sembelit dalam waktu yang lama

4. Frekuensi pipis meningkat

4. Frekuensi pipis meningkat
Pexels/Hafidz Alifuddin

Munculnya tumor pada ovarium membuat kandung kemih terdorong. Hal ini pun membuat kapasitas kandung kemih pun jadi lebih sedikit daripada biasanya.

Lama-kelamaan, kandung kemih pun akan menjadi terasa lebih cepat penuh dan frekuensi pipis Mama akan jadi meningkat.

5. Haid tidak teratur

5. Haid tidak teratur
Pexels/Austin Guevara

Hoffman menyebutkan, ketika ada tumor di indung telur Mama, maka fungsi kerjanya pun akan menjadi terganggu. Akibatnya, siklus haid Mama jadi berantakan.

Periodenya bisa menjadi lebih sering, lebih jarang atau bahkan tidak ada haid sama sekali. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus secara tiba-tiba, penting bagi Mama untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Kanker ovarium juga bisa mengganggu periode haid karena masalah ketidakseimbangan hormon estrogen.

Baca juga: Penyebab Haid Tidak Teratur dan Pengaruhnya dengan Masa Subur

Baca juga: Gejala Umum Siklus Haid Tidak Teratur

Baca juga: 7 Tipe Orgasme Perempuan yang Bikin Ketagihan

6. Nyeri saat berhubungan intim

6. Nyeri saat berhubungan intim
Pexels/Pixabay

Nyeri dalam aktivitas seksual dikatakan oleh Hoffman bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah ada tumor ovarium, yang kemudian mendorong bagian dalam vagina.

Selain itu, perubahan hormon pada tubuh Mama akibat kanker ovarium juga dapat vagina jadi kering. Kondisi ini tentu dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau sakit saat berhubungan intim.

7. Rasa terbakar di perut

7. Rasa terbakar perut
Pexels/Rawpixel.com

Salah satu efek kanker ovarium pada perut Mama adalah munculnya dorongan refluks ke esofagus. Kondisi ini kerap menimbulkan sensasi panas dan terbakar mulai dari perut hingga ke kerongkongan.

Gejalanya mirip seperti gangguan asam lambung alias Gastroesophageal reflux disease (GERD).

Meski beberapa gejala tersebut mungkin umum terjadi bukan karena kanker ovarium, namun tetap penting untuk memeriksanya ke dokter untuk berjaga-jaga, Ma.

Terutama jika kondisi tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama dan tak kunjung sembuh. Walaupun bukan karena kanker ovarium, bisa saja gejala tersebut terjadi karena masalah kesehatan lainnya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.