Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI
QRIS biasa sangat umum kita temukan di pedagang UMKM, seperti tukang bakso langganan, toko kelontong, atau kafe-kafe estetik. Karena murah dan mudah dipasang (cukup modal stiker), hampir semua tempat belanja sekarang sudah menyediakan fasilitas ini.
Sementara itu, QRIS Tap lebih banyak ditemukan di sektor transportasi dan akses publik. Kamu bakal sering menemuinya di gerbang tol, pintu masuk MRT/LRT, hingga area parkir mal besar. Teknologi ini memang didesain untuk menggantikan peran kartu uang elektronik fisik yang biasa kita tap.
Meski lokasinya berbeda, keduanya sama-sama aman karena diawasi oleh Bank Indonesia. Jadi, mau pakai metode scan atau tap, yang penting pengeluaran tetap terkontrol ya! Pilih yang paling nyaman sesuai dengan situasi dan kondisi perangkat kamu.
Nah, itulah 5 perbedaan QRIS dan QRIS Tap yang perlu kamu tahu! Dengan mengetahui perbedaan kecil ini, sekarang kamu bisa pilih metode pembayaran yang paling nyaman dan praktis sesuai kebutuhan.
Apakah perlu koneksi internet untuk QRIS Tap? | Iya, sebagian besar transaksi tetap membutuhkan koneksi internet untuk memverifikasi pembayaran |
Bisakah QRIS Tap digunakan di semua merchant yang menerima QRIS? | Tidak selalu. QRIS Tap hanya bisa dipakai di merchant atau fasilitas publik yang menyediakan mesin EDC/NFC. Merchant biasa biasanya masih pakai scan QR. |
Apakah QRIS dan QRIS Tap dikenakan biaya berbeda? | Tidak, biaya biasanya sama tergantung kebijakan merchant. Kedua metode ini sama-sama mudah digunakan tanpa biaya tambahan bagi konsumen. |