Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbedaan Tol Fungsional dan Tol Operasional, Pengendara Wajib Tahu!
Wikimedia Commons/Firzafp
  • Tol operasional sudah selesai dibangun dan resmi beroperasi penuh, sedangkan tol fungsional masih tahap konstruksi namun dibuka sementara untuk kebutuhan tertentu seperti musim mudik.
  • Tol operasional dikenakan tarif sesuai ketentuan pemerintah, sementara tol fungsional gratis karena belum memenuhi standar komersial dan hanya difungsikan untuk mengurai kemacetan.
  • Fasilitas dan keamanan di tol operasional jauh lebih lengkap dibanding tol fungsional yang serba terbatas, dengan batas kecepatan maksimal sekitar 40 km/jam demi keselamatan pengguna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada dua macam jalan tol, namanya tol fungsional dan tol operasional. Tol operasional itu sudah jadi dan bisa dipakai setiap hari, tapi harus bayar. Tol fungsional belum selesai dibangun, jadi cuma dibuka pas liburan supaya jalan tidak macet, dan gratis. Tapi jalannya belum rapi, lampunya sedikit, dan harus jalan pelan biar aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjelang musim libur panjang atau momen mudik, kita sering kali disuguhi berbagai informasi terkini terkait kondisi jalan raya. Salah satu kabar yang paling dinanti oleh para pengguna kendaraan roda empat tentu saja adalah rute-rute jalan bebas hambatan terbaru. 

Nah, saat menyimak berita atau membaca pembaruan dari pemerintah, kamu mungkin sering mendengar istilah "tol fungsional" dan "tol operasional". Meski terdengar mirip karena sama-sama jalan tol, keduanya punya makna dan kondisi yang jauh berbeda.

Buat kamu yang ingin jalan-jalan ke luar kota atau mudik ke kampung halaman, penting untuk mengetahui perbedaan kedua jalan tol ini.

Biar kamu tidak bingung lagi saat memasuki ruas tol, berikut Popmama.com mengulas 5 perbedaan tol fungsional dan tol operasional. Yuk, simak sampai habis!

1. Pengertian

Wikimedia Commons/RasyaAbhirama13

Bicara soal pengertian dasarnya, perbedaan tol fungsional dan tol operasional terletak pada status penyelesaian pembangunannya. Mengutip penjelasan dari akun Facebook resmi KemenPU, jalan tol operasional adalah jalan bebas hambatan yang sudah selesai dibangun 100 persen. 

Jalan ini telah melewati berbagai uji kelayakan berlapis dan secara resmi sudah diizinkan beroperasi penuh untuk masyarakat umum.

Sebaliknya, jalan tol fungsional adalah jalur darurat yang sebenarnya masih dalam tahap konstruksi atau belum selesai sepenuhnya, tetapi sudah bisa dilewati. Meskipun belum sempurna, dalam pengerjaan konstruksi, jalan ini dinilai sudah cukup aman untuk dilintasi kendaraan pada waktu-waktu tertentu. 

Jadi, kalau kamu melewati tol fungsional, jangan kaget kalau di sisi kanan-kirinya mungkin masih terlihat alat berat yang diparkir, tebing tanah yang belum dirapikan, atau jalanan yang berdebu.

2. Fungsi masing-masing

Wikimedia Commons/Firzafp

Lalu, apa sebenarnya fungsi dari dibukanya jalan yang belum 100 persen selesai ini? Nah, di sinilah letak perbedaan yang kedua. Jalan tol operasional berfungsi sebagai jalur lalu lintas utama yang melayani pergerakan kendaraan sehari-hari secara reguler. 

Jalan ini didesain untuk menampung volume kendaraan normal setiap harinya, baik itu untuk angkutan logistik, bus penumpang, maupun kendaraan pribadi di luar musim liburan.

Sementara itu, fungsi tol fungsional lebih bersifat situasional dan sementara. 

Mengutip keterangan dari akun X KemenPU, jalan tol fungsional biasanya hanya dibuka pada momen-momen krusial, seperti musim mudik Lebaran atau libur panjang akhir tahun. Tujuannya sangat spesifik, yaitu sebagai jalur alternatif untuk memecah kepadatan dan mengurangi kemacetan parah di jalan arteri utama maupun jalan tol operasional. 

Setelah masa libur panjang usai, tol fungsional akan ditutup kembali agar proses pembangunannya bisa dilanjutkan sampai tuntas.

3. Tarif tol yang diberlakukan

Wikimedia Commons/Humas Setda Salatiga

Ini dia poin yang mungkin paling disukai oleh para pemudik, yaitu masalah tarif alias biaya! Jika kamu masuk ke jalan tol operasional, kamu tentu diwajibkan untuk menempelkan kartu uang elektronik (e-toll) pada gerbang masuk dan keluar. 

Kamu akan dikenakan tarif resmi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yang besarannya bervariasi tergantung pada panjang rute dan golongan kendaraan kamu.

Namun,untuk tol fungsional. Karena jalannya belum selesai sepenuhnya dan belum memenuhi standar kelayakan komersial, pengguna tidak dikenakan biaya sepeser pun. Ya, kamu bisa melewatinya secara gratis! 

Meski begitu, kamu tetap tidak boleh lengah. Walaupun gratis, tujuan utama dibukanya jalur ini adalah untuk mengurai kemacetan, sehingga pengemudi tetap dituntut untuk tertib.

4. Kelengkapan fasilitas tol

Wikimedia Commons/AdriansyahYS

Kalau kamu sering menggunakan tol operasional, kamu pasti sudah terbiasa dengan berbagai fasilitas yang bikin perjalanan jadi lebih mudah. 

Tol operasional dilengkapi dengan marka jalan yang dicat jelas, lampu penerangan yang terang benderang di malam hari, pagar pengaman (guardrail), hingga ketersediaan rest area permanen yang diisi oleh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), musala, toilet bersih yang banyak, dan pujasera.

Berbanding terbalik dengan itu, fasilitas tol di jalur fungsional masih sangat terbatas dan serba sementara. Mengutip unggahan Instagram KemenPU, fasilitas di tol fungsional biasanya hanya berupa rest area sementara atau posko darurat. 

Toiletnya pun umumnya menggunakan bilik portabel. Selain itu, penerangannya di malam hari sering kali masih minim dan marka jalannya mungkin hanya menggunakan pembatas sementara seperti cone atau tong air. 

Oleh karena itu, memastikan tangki bensin penuh dan membawa bekal minuman sangat disarankan sebelum masuk ke jalur ini.

5. Aturan kecepatan dan kondisi keamanan

Pexels/Qeis Ismail

Terakhir, perbedaan yang tak kalah krusial ada pada aturan keselamatan, khususnya mengenai batas kecepatan. Di tol operasional yang jalannya sudah mulus berlapis aspal tebal atau beton berkualitas tinggi, batas kecepatan maksimal biasanya ditetapkan antara 80 hingga 100 kilometer per jam.

Pengemudi bisa melaju dengan relatif stabil karena jalurnya memang dirancang untuk laju kendaraan berkecepatan tinggi.

Di sisi lain, kondisi di tol fungsional menuntut kamu untuk lebih waspada dan tidak memacu kendaraan. KemenPU selalu mengingatkan bahwa batas kecepatan maksimal di tol fungsional dibatasi ketat, biasanya hanya sekitar 40 kilometer per jam.

Mengapa sangat pelan? Karena kondisi permukaan jalan kadang masih berupa lean concrete (beton lapis dasar yang belum rata) dan masih rawan bergelombang atau berdebu. 

Ditambah lagi dengan minimnya fasilitas pengaman seperti pagar pembatas, melaju kencang di jalur fungsional sangatlah berbahaya. Pastikan kamu selalu mematuhi rambu darurat dan arahan petugas yang berjaga.

Itulah ulasan mengenai 5 perbedaan tol fungsional dan tol operasional yang wajib kamu perhatikan. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article