Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Pertolongan Pertama pada Gejala Stroke Ringan, Jangan Sampai Salah!.jpg
Freepik

Intinya sih...

  • Segera hubungi layanan darurat seperti 112 atau 119 di Indonesia

  • Posisikan korban dengan aman, bantu duduk atau berbaring dengan kepala sedikit terangkat

  • Cek pernapasan dan kesadaran, periksa apakah mereka sedang bernapas dan dalam keadaan sadar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) sering muncul tiba-tiba dan bisa hilang sendiri dalam beberapa menit. Meski gejala tampak ringan, kondisi ini tetap darurat medis dan bisa menjadi peringatan sebelum stroke berat yang berisiko mengancam nyawa.

Mama dan Papa perlu tahu langkah-langkah pertolongan pertama agar korban tetap aman dan peluang pemulihan meningkat. Segera ambil tindakan cepat karena setiap menit sangat berharga untuk menyelamatkan otak dan mencegah kerusakan permanen.

Dalam situasi darurat, Mama dan Papa bisa melakukan beberapa langkah sederhana namun efektif. Berikut Popmama.com langkahnya melansir dari laman Healthline

1. Segera hubungi layanan darurat

Freepik/DC Studio

Begitu Mama atau Papa melihat gejala stroke ringan muncul, jangan tunggu hingga hilang sendiri. Segera telepon ambulans di nomor darurat, seperti 112 atau 119 di Indonesia. 

Sambil menunggu bantuan datang, pastikan korban tetap tenang dan tidak bergerak berlebihan. Semakin cepat dibawa ke rumah sakit, semakin besar peluang mereka pulih tanpa kerusakan permanen. 

2. Posisikan korban dengan aman

tulsaer

Setelah menghubungi layanan darurat, bantu korban duduk atau berbaring dengan kepala sedikit terangkat. Posisi ini memudahkan pernapasan dan mengurangi risiko tersedak jika korban mual atau muntah.

Jika muntah muncul, baringkan korban miring ke satu sisi agar saluran napas tetap terbuka. Jangan biarkan mereka tidur terlentang, dan tetap dampingi dengan tenang sampai bantuan medis tiba.

3. Cek pernapasan dan kesadaran

emergencyphysicians

Setelah posisi korban aman, periksa apakah mereka sedang bernapas dan dalam keadaan sadar. Pastikan Mama atau Papa selalu memperhatikan tanda-tanda kesadaran, seperti reaksi mata atau suara, agar bisa segera mengambil tindakan yang tepat.

Jika korban tidak bernapas, lakukan CPR jika Mama atau Papa sudah terlatih. Selain itu, longgarkan pakaian ketat seperti kerah baju atau dasi untuk memudahkan pernapasan dan membuat korban lebih nyaman. 

4. Tangani cedera lain

Freepik/rawpixel.com

Selain gejala stroke, korban kadang bisa terjatuh dan mengalami luka saat tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Jika ini terjadi, Mama dan Papa bisa segera menekan area yang berdarah dengan kain bersih untuk menghentikan pendarahan sambil menunggu bantuan medis datang.

Tetap tenang dan jangan panik, karena penanganan sederhana ini bisa mencegah kondisi korban memburuk. Sambil menjaga luka, terus dampingi mereka dan pastikan posisi tetap aman sampai tenaga medis tiba.

5. Tenangkan dan dampingi korban

medictests

Setelah memastikan korban aman dan pernapasan lancar, Mama dan Papa perlu menenangkan mereka dengan suara lembut. Bicara perlahan, yakinkan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan, sehingga korban tidak panik atau cemas berlebihan.

Jangan pernah meninggalkan korban sendirian. Tetap dampingi di sisi mereka, sambil terus mengawasi kondisi dan memberi rasa aman sampai tenaga medis tiba. Kehadiran Mama atau Papa bisa membuat mereka lebih tenang. 

6. Jangan beri makan atau minum

health.harvard

Saat menangani korban stroke ringan, jangan memberi makanan atau minuman meski mereka terlihat ingin. Risiko tersedak sangat tinggi karena kemungkinan korban mengalami kesulitan menelan akibat gejala stroke.

Fokus Mama dan Papa sebaiknya sepenuhnya pada pertolongan medis dan keselamatan korban. Biarkan tenaga medis yang menangani kebutuhan makan atau minum setelah kondisi mereka stabil, sehingga risiko komplikasi bisa diminimalkan. 

7. Catat waktu gejala muncul

Freepik/rawpixel.com

Segera catat jam dan menit gejala stroke ringan pertama kali muncul. Meskipun terlihat sepele, informasi ini sangat penting bagi dokter untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Dengan catatan waktu yang jelas, tenaga medis bisa menilai terapi yang paling efektif dan meningkatkan peluang pemulihan korban tanpa komplikasi serius.

Nah, itulah 7 langkah pertolongan pertama yang bisa Mama dan Papa lakukan saat menghadapi gejala stroke ringan.

Editorial Team