Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Prosedur Operasi Hernia: Tahapan Medis, Jenis Tindakan, dan Pemulihan
istockphoto/simonkr

Intinya sih...

  • Metode operasi Hernia yang umum digunakan

    • Bedah terbuka (open surgery)

  • Laparoskopi (keyhole surgery)

  • Bedah Terbuka (Open Surgery / Hernioplasty / Herniorrhaphy)

    • Membuat sayatan langsung di area hernia

  • Mengembalikan organ yang menonjol ke dalam rongga perut

  • Operasi Hernia dengan Laparoskopi (Minimally Invasive Surgery)

    • Teknik operasi minimal invasif atau keyhole surgery

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Prosedur operasi hernia merupakan tindakan bedah yang dilakukan untuk mengembalikan organ atau jaringan yang menonjol keluar dari dinding perut ke posisi normal, sekaligus memperkuat area otot yang melemah agar hernia tidak kambuh.

Operasi ini direkomendasikan ketika hernia menimbulkan nyeri, membesar, atau berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti strangulasi. Sehingga, operasi tidak serta merta dijalankan begitu saja, namun tetap ada aspek yang mendorong.

Menurut Cleveland Clinic, operasi hernia adalah satu-satunya terapi definitif untuk memperbaiki kelemahan dinding perut dan mencegah perburukan kondisi hernia.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan tentang prosedur operasi Hernia, mulai dari tahapan medis, jenis tindakan hingga pemulihannya. Yuk simak!

1. Metode operasi Hernia yang umum digunakan

istockphoto/vm

Secara medis, operasi hernia umumnya dilakukan dengan dua metode utama, yaitu bedah terbuka (open surgery) dan laparoskopi (keyhole surgery). Pemilihan metode disesuaikan dengan jenis hernia, ukuran tonjolan, kondisi pasien, serta pertimbangan dokter bedah.

Menurut American College of Surgeons, kedua metode ini sama-sama efektif, namun memiliki indikasi dan keunggulan yang berbeda pada masing-masing pasien.

2. Bedah terbuka (Open Surgery / Hernioplasty / Herniorrhaphy)

istockphoto/bymuratdeniz

Pada prosedur bedah terbuka, dokter bedah membuat sayatan langsung di area hernia untuk mengakses jaringan yang melemah. Organ yang menonjol, seperti usus atau jaringan lemak, dikembalikan ke dalam rongga perut, kemudian lubang pada dinding perut diperbaiki.

Menurut Cleveland Clinic, perbaikan dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • Menjahit jaringan otot yang melemah (herniorrhaphy), atau

  • Memasang jaring sintetis (mesh) untuk memperkuat dinding perut (hernioplasty)

Penggunaan mesh secara medis terbukti menurunkan risiko kekambuhan hernia secara signifikan dibandingkan jahitan saja, terutama pada pasien dewasa. Bedah terbuka umumnya dipilih pada kasus:

  • Hernia berukuran besar

  • Hernia kompleks atau lama

  • Pasien dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan laparoskopi

3. Operasi Hernia dengan Laparoskopi (Minimally Invasive Surgery)

istockphoto/vm

Laparoskopi dikenal sebagai teknik operasi minimal invasif atau keyhole surgery. Dalam prosedur ini, dokter membuat beberapa sayatan kecil berukuran sekitar 1–2 cm, lalu memasukkan kamera (laparoskop) dan alat bedah khusus ke dalam perut.

Menurut NHS (National Health Service) Inggris, teknik laparoskopi memungkinkan dokter memperbaiki hernia dari dalam dengan trauma jaringan yang lebih minimal. Umumnya, perbaikan tetap dilakukan dengan pemasangan mesh untuk memperkuat dinding perut.

Dilansir dari Mayo Clinic, keunggulan laparoskopi meliputi:

  • Nyeri pasca operasi lebih ringan

  • Luka operasi lebih kecil

  • Risiko infeksi lebih rendah

  • Waktu pemulihan lebih cepat

Metode ini sering direkomendasikan untuk hernia inguinal bilateral (kedua sisi) atau hernia yang kambuh setelah operasi sebelumnya.

4. Teknik tambahan dalam prosedur operasi Hernia

istockphoto/nimon_t

Dalam praktik bedah, dokter dapat menggunakan teknik tambahan sesuai kondisi pasien:

a. Herniotomi

Herniotomi adalah prosedur mengembalikan isi hernia ke posisi semula dan menutup kantong hernia tanpa pemasangan mesh. Menurut NHS, teknik ini lebih sering digunakan pada hernia kecil atau pasien anak, karena jaringan masih dapat menutup dengan baik secara alami.

b. Perbaikan Non-Tegangan (Tension-Free Mesh Repair)

Teknik ini menggunakan mesh fleksibel tanpa menarik jaringan secara berlebihan. Menurut American College of Surgeons, metode non-tegangan merupakan standar emas dalam operasi hernia dewasa karena lebih kuat dan menurunkan angka kekambuhan jangka panjang.

5. Tahapan setelah operasi hernia dan masa pemulihan

istockphoto/CasarcaGuru

Setelah operasi hernia, pasien akan dipantau hingga efek anestesi hilang. Menurut NHS, sebagian pasien dapat pulang di hari yang sama, sementara lainnya memerlukan rawat inap singkat tergantung metode operasi dan kondisi klinis.

Secara medis, pasien dianjurkan untuk:

  • Menghindari aktivitas berat dan mengangkat beban selama 4–6 minggu

  • Menjaga luka operasi tetap bersih dan kering

  • Mengikuti kontrol rutin sesuai jadwal dokter

Dilansir dari Mayo Clinic, pembatasan aktivitas sangat penting untuk mencegah peningkatan tekanan di dalam perut yang dapat memicu hernia kambuh.

Prosedur operasi hernia merupakan tindakan bedah yang aman dan efektif untuk memperbaiki kelemahan dinding perut. Dengan pemilihan metode yang tepat, baik bedah terbuka maupun laparoskopi memiliki resiko komplikasi dan kekambuhan dapat ditekan secara optimal.

Menurut Cleveland Clinic, konsultasi dengan dokter bedah sangat penting agar pasien mendapatkan metode operasi hernia yang paling sesuai dengan kondisi medisnya.

Editorial Team