Eksklusif: dr. July Ungkap Gejala Hingga Penanganan Virus Corona

Ketahui penularan, gejala, dan cara mencegah virus corona atau COVID-19

25 Maret 2020

Eksklusif dr. July Ungkap Gejala Hingga Penanganan Virus Corona
Freepik/Free photo

Beberapa bulan yang lalu, jutaan penduduk kota Wuhan, Tiongkok, dibuat panik setelah beberapa warganya jatuh sakit sesudah berkunjung ke pasar seafood Huanan.

Anehnya jumlah korban semakin cepat, bahkan hingga merambah ke beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Fenomena yang terjadi saat ini disebabkan oleh virus baru bernama corona atau COVID-19.

Hal yang perlu digarisbawahi, virus yang satu ini bisa menular dengan cepat hingga menimbulkan kematian.

Eksklusif dr. July Ungkap Gejala Hingga Penanganan Virus Corona
Dok. Popmama.com

Menanggapi kasus tersebut, Popmama.com bersama dr. July Ivone, M.K.K, M.Pd.Ked, sebagai Kepala Bagian Kesehatan Masyarakat dan Ketua Medical Education Unit Universitas Kristen Maranatha, Bandung pun berbagai informasi seputar bahaya virus corona yang dijelaskan melalui Popmama Online Class (POC) agar dapat mengedukasi masyarakat.

Popmama Online Class (POC) adalah kuliah memakai aplikasi Whatsapp atau Kulwap yang mempertemukan narasumber ahli dan komunitas Popmama.com di ruang maya.

Menurut Sandra Ratnasari sebagai Editor In Chief, POC pertama kali diinisiasi setelah adanya imbauan social distancing serta kampanye #DiRumahAja yang digaungkan dalam rangka memutus rantai penyebaran infeksi COVID-19.

Nah, tanpa berpanjang lebar lagi, berikut Popmama.com telah merangkum 7 fakta penting seputar virus corona atau COVID-19 yang perlu kamu ketahui!

1. Apa itu virus corona atau COVID-19?

1. Apa itu virus corona atau COVID-19
Pixabay/geralt

Virus corona adalah infeksi virus baru yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019 ini disebut COVID-19. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Menurut dr. July, COVID-19 merupakan virus baru yang dapat menyebabkan pneumonia berat dan dapat menular dari orang ke orang. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu.

Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

2. Penularan virus corona atau COVID-19

2. Penularan virus corona atau COVID-19
Popmama.com/Fx Dimas
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Virus yang menyerang pernapasan ini diketahui dapat dengan cepat menular dari satu orang ke orang lain. Maka dari itu, sebaiknya jagalah jarak dengan orang lain minimal 2 meter.

Pasalnya, virus yang satu ini bisa dengan mudah menular pada orang ke orang dalam jarak dekat, apalagi jika melakukan beberapa hal berikut:

  • Berjabat tangan
  • Bersentuhan
  • Melalui penularan droplet ketika orang terinfeksi batuk atau bersin atau berbincang dalam waktu yang cukup lama

3. Orang-orang yang berpotensi tertular virus corona atau COVID-19

3. Orang-orang berpotensi tertular virus corona atau COVID-19
Freepik/tirachardz

Pada dasarnya, setiap orang bisa tertular penyakit ini. Namun, orangtua dan orang-orang dengan penyakit kronis berat seperti penyakit jantung, paru-paru, atau diabetes dapat lebih tinggi berpotensi terinfeksi virus corona.

Tak hanya itu, orang dengan imunitas tubuh yang rendah juga berisiko mengalami komplikasi yang buruk bila terkena COVID-19. Oleh karena itu, pastikan dirimu selalu bersih untuk mencegah penyebaran virus corona pada diri sendiri maupun orang lain.

Editors' Picks

4. Gejala terinfeksi virus corona atau COVID-19

4. Gejala terinfeksi virus corona atau COVID-19
thehealthsite.com
ilustrasi sesak napas

Menurut dr. July, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus corona. Seseorang yang terinfeksi virus corona juga akan mengalami demam hingga 38 derajat celcius. Ia juga akan mengalami batuk dan sesak napas.

Oleh karen itu, spabila ada gejala nyeri dada yang terus menerus, kesulitan bernapas dan tampak kebiruan di bibir atau muka, segeralah ke rumah sakit sebelum menularkan ke orang lain di sekitarmu.

5. Cara mencegah penularan virus corona atau COVID-19

5. Cara mencegah penularan virus corona atau COVID-19
wellandgood.com

Meski membahayakan, virus corona atau COVID-19 masih bisa dicegah. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah COVID-19, berikut diantaranya:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik terutama bila berada di tempat umum, setelah batuk atau bersin
  • Bila sabun dan air tidak ada, bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan
  • Hindari kontak dengan orang yang sakit
  • Tinggal di rumah bila sakit 
  • Menerapkan etika batuk: bila batuk atau bersin tutup dengan tisu atau lengan atas bagian dalam yang bertekuk 
  • Segera buang tisu bekas ke tempat sampah tertutup dan cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila sakit
  • Bersihkan dengan desinfektan permukaan yang sering disentuh misalnya pegangan pintu, meja, telpon, keyboard, mainan anak-anak, dan remote TV
  • Lakukan social distancing
  • Mengisolasi diri selama 14 hari setelah bepergian ke luar negeri
  • Meningkatkan imunitas tubuh

6. Cara penanganan dan pencegahan virus corona dengan meningkatkan imunitas tubuh 

6. Cara penanganan pencegahan virus corona meningkatkan imunitas tubuh 
Freepik/timolina

Selain melakukan pencegahan seperti yang sudah dijelaskan di atas, kamu juga perlu meningkatkan imunitas tubuh untuk mencegah diri dari infeksi virus corona.

Untuk itu, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Istirahat yang cukup
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah
  • Rutin berolahraga
  • Hindari stres
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Menjaga kebersihan lingkungan

Meningkatkan imunitas tubuh bisa menjadi pencegahan sekaligus penangan virus corona.

7. Obat dan vaksin untuk virus corona atau COVID-19

7. Obat vaksin virus corona atau COVID-19
Pexels/Kaboompicscom

Sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah COVID-19, juga belum ada obat yang dapat langsung mengobati infeksi virus ini. Jadi, cara terbaik untuk mengatasi virus ini adalah dengan menjaga agar diri tidak tertular. Ingat, pencegahan bisa dimulai dari diri sendiri.

Segeralah pergi ke dokter bila kamu mengalami gejala infeksi virus corona atau COVID-19 seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus corona.

Bila kamu kemungkinan terpapar virus corona namun tidak mengalami gejala apa pun, maka kamu tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

Itulah ketujuh fakta penting terkait virs corona atau COVID-19. Lindungilah diri sendiri dan orang-orang yang kamu cintai dengan senantiasa menjaga kebersihan.

Tetap jaga kesehatan, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.