Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Stoma: Apa Itu, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Wikimedia Commons/Cancer Research UK
  • Stoma adalah lubang buatan di perut untuk mengalihkan aliran feses atau urine keluar tubuh, biasanya dibuat melalui operasi bernama ostomi.
  • Tiga jenis utama stoma meliputi kolostomi dari usus besar, ileostomi dari usus kecil, dan urostomi untuk aliran urine setelah pengangkatan kandung kemih.
  • Perawatan stoma mencakup pemilihan kantong yang tepat, menjaga kebersihan kulit sekitar, penyesuaian pola makan, serta dukungan psikologis agar pasien tetap nyaman beraktivitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mungkin kamu pernah mendengar istilah stoma dan bertanya-tanya, sebenarnya apa itu? Istilah ini memang belum terlalu akrab di telinga masyarakat umum, padahal kondisi ini cukup banyak dijumpai dalam dunia medis dan bisa dialami oleh siapa saja, dari berbagai usia.

Memahami stoma bukan hanya penting bagi pasien yang menjalaninya, tetapi juga bagi keluarga dan orang-orang terdekat yang menemani proses perawatan. 

Penasaran dengan kondisi ini? Berikut Popmama.com merangkum stoma: apa itu, penyebab, gejala, dan pengobatan. Yuk, simak sampai habis!

Apa Itu Stoma?

Wikimedia Commons/DataBase Center for Life Science (DBCLS)

Kata "stoma" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "opening" atau "mulut/lubang". Secara medis, mengutip dari Salts Healthcare, stoma adalah sebuah lubang pada permukaan perut yang dibuat secara bedah untuk menghubungkan sistem pencernaan atau sistem kemih seseorang ke bagian luar tubuh. 

Tujuannya adalah mengalihkan aliran kotoran (feses atau urine) keluar dari tubuh melalui jalur baru ini.

Prosedur operasi untuk membuat stoma disebut ostomi. Mengutip dari Cleveland Clinic, stoma berbentuk seperti lubang bulat kecil di perut dengan diameter sekitar 2,5–5 cm, berwarna merah muda atau kemerahan dan tampak lembap, mirip dengan bagian dalam mulut. 

Saat pertama kali dibuat, stoma mungkin terlihat membengkak, tapi pembengkakan ini biasanya akan berkurang dalam 6–8 minggu pascaoperasi.

Satu hal yang perlu diketahui, yakni stoma tidak memiliki ujung saraf, sehingga kamu tidak akan merasakan nyeri atau sensasi apa pun saat menyentuhnya. 

Di atas stoma, biasanya dipasang kantong khusus (stoma bag/ostomy bag) untuk menampung limbah tubuh.

Mengutip dari Colostomy UK, orang-orang yang telah menjalani operasi stoma kadang disebut sebagai ostomates.

Jenis-Jenis Stoma

Wikimedia Commons/National Cancer Institute

Mengutip dari Bladder & Bowel Community, secara umum ada tiga jenis utama stoma yang berkaitan dengan sistem pencernaan dan kemih, yaitu:

  • Kolostomi: Dibuat dari usus besar (kolon). Dokter bedah akan menarik sebagian kolon melalui sayatan di perut dan menjahitnya di permukaan kulit,  biasanya di sisi kiri perut. Output-nya cenderung lebih padat dan mirip feses biasa, dengan frekuensi 1–3 kali sehari. Kolostomi bisa bersifat sementara maupun permanen, tergantung kondisi medis pasien. Ada dua subtipe: end colostomy (satu ujung kolon dijahit ke perut) dan loop colostomy (sebagian lingkaran kolon ditarik ke permukaan, biasanya bersifat sementara).

  • Ileostomi: Dibuat dari usus kecil, tepatnya bagian ileum. Letak stoma ini biasanya di sisi kanan perut. Karena berasal dari usus kecil, output-nya lebih cair dan lebih sering, sekitar 3–6 kali sehari. Sama seperti kolostomi, ileostomi juga punya versi end dan loop.

  • Urostomi: Berbeda dengan dua jenis di atas, urostomi dikhususkan untuk mengalihkan aliran urine, bukan feses. Biasanya dibuat ketika kandung kemih diangkat, misalnya akibat kanker kandung kemih. Sepotong usus kecil digunakan sebagai "saluran" baru untuk urine, dan ureter dialihkan ke sana. Urostomi juga disebut ileostomy.

Gejala yang Muncul pada Stoma

Pexels/Sora Shimazaki

Mengutip dari Cleveland Clinic, berikut gejala-gejala yang perlu diperhatikan:

  • Perdarahan berlebih: Hal ini bisa terjadi pada stoma saat membersihkannya (sedikit darah masih normal, tapi jika banyak perlu segera dikonsultasikan)

  • Stoma berubah warna: Warnanya menjadi kehitaman, keunguan, atau pucat, ini bisa jadi tanda kurangnya aliran darah

  • Pembengkakan yang tidak kunjung reda: Keadaan yang dialami tida menunjukkan kesembuhan atau justru semakin parah

  • Rasa nyeri atau iritasi di sekitar area stoma: Ini terjadi karena timbul rasa sakit pada wilayah stoma yang terjadi

  • Tidak ada perubahan dari sebelumnya: Hal ini bisa terjadi karena tidak ada atau sangat sedikit output dari stoma dalam waktu yang lama

  • Muncul benjolan atau hernia di dekat stoma (hernia parastomal)

  • Iritasi atau kemerahan pada kulit: Muncuk di sekitar stoma akibat kebocoran kantong atau reaksi terhadap perekat

Penyebab Seseorang Membutuhkan Stoma

Pexels/Anna Tarazevich

Mengutip dari Bladder & Bowel Community, berikut penyebab umum seseorang perlu menjalani operasi stoma:

  • Kanker usus besar atau rektum (kanker kolorektal): salah satu alasan paling umum

  • Kanker kandung kemih: sering kali mengharuskan pengangkatan kandung kemih dan pembentukan urostomi

  • Penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease/IBD): Termasuk penyakit rrohn dan Kolitis Ulserativa

  • Divertikulitis: Peradangan atau infeksi pada kantong-kantong kecil di dinding usus

  • Sumbatan pada usus atau kandung kemih: Kondisi ini tidak bisa diatasi secara konservatif

  • Cedera atau trauma pada perut: Kondisi ini dapat terjadi akibat kecelakaan

  • Kandung kemih neurogenik: Kondisi di mana saraf yang mengendalikan kandung kemih tidak berfungsi dengan baik

  • Operasi pada usus atau saluran kemih: Konidis ini membutuhkan jeda bagi organ untuk pulih.

Mengapa Seseorang Perlu Menjalani Operasi Stoma?

Pexels/MART PRODUCTION

Mengutip dari Cleveland Clinic, stoma dibuat ketika bagian dari usus atau saluran kemih tidak berfungsi dengan baik dan tubuh membutuhkan jalur baru untuk membuang limbah. Berikut beberapa alasan spesifiknya:

  • Untuk mengangkat bagian usus yang rusak: Ini dilakukan karena adanya bagian usus yang terinfeksi, atau terkena tumor, sehingga sisa usus yang sehat perlu "dialihkan"

  • Memberikan waktu bagi usus atau organ lain untuk sembuh: Ini dilakukan setelah adanya operasi besar pada bagian yang harus dioperasi (stoma sementara)

  • Mengatasi kondisi kronis: kondisi yang dialami oleh penderita sudah tidak bisa dikendalikan dengan obat-obatan

  • Mengangkat kandung kemih: Dilakukan karena adanya bagian yang terkena kanker dan menciptakan jalur baru untuk urine

  • Menyelamatkan jiwa: Dalam kondisi darurat, seperti perforasi usus atau obstruksi berat

  • Meningkatkan kualitas hidup pasien: Akibat penaykit yang diderita selama ini tersiksa oleh gejala penyakit kronis yang parah

Pengobatan dan Perawatan Stoma

Pexels/SHVETS production

Mengutip dari Cleveland Clinic, kamu akan mendapatkan bimbingan dari perawat spesialis stoma (stomal therapy nurse) yang akan mengajarkan segalanya dari awal. Berikut hal-hal penting dalam pengelolaan dan perawatan stoma:

  • Pemilihan dan penggunaan kantong stoma (stoma bag): Jenis kantong disesuaikan dengan tipe stoma, kolostomi menggunakan kantong tertutup atau drainable, ileostomi menggunakan kantong drainable, sementara urostomi menggunakan kantong khusus urine. Kantong ini harus diganti dan dikosongkan secara rutin.

  • Perawatan kulit di sekitar stoma: Kulit di area stoma rentan terhadap iritasi akibat kebocoran cairan atau perekat kantong. Membersihkannya dengan lembut dan menggunakan produk yang tepat sangat penting.

  • Penyesuaian pola makan: Sebagian besar pemilik stoma masih bisa makan seperti biasa. Namun, makanan tertentu dapat meningkatkan produksi gas atau mengubah konsistensi output, sehingga perlu perhatian lebih.

  • Penggunaan obat-obatan: Bagi pemilik stoma di usus, obat dalam bentuk pil mungkin tidak terserap sempurna. Dokter biasanya akan merekomendasikan bentuk cair.

  • Penanganan komplikasi: Seperti hernia parastomal, prolaps stoma, atau iritasi kulit, semua bisa ditangani secara medis dengan berbagai pendekatan, termasuk penyesuaian perlengkapan stoma atau operasi lanjutan jika diperlukan.

  • Dukungan psikologis: Beradaptasi dengan stoma bisa menjadi perjalanan emosional. Konsultasi dengan psikolog, bergabung dengan kelompok dukungan sesama ostomat, atau sekadar bercerita dengan orang-orang terdekat bisa sangat membantu.

  • Aktivitas fisik: Berolahraga tetap bisa dilakukan dengan stoma, termasuk berenang, berlari, atau olahraga tim. Ada perlengkapan khusus yang bisa mendukung aktivitas ini.

Nah, itulah pembahasan mengenai stoma: apa itu, penyebab, gejala, dan pengobatan. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article