7 Fakta Usus Memengaruhi Fokus dan Emosi Anak

- Kesehatan usus anak berperan besar dalam mengatur emosi, mood, dan kemampuan fokus melalui hubungan antara usus dan otak yang disebut gut-brain axis.
- Sebagian besar hormon serotonin diproduksi di usus, sementara keseimbangan bakteri baik membantu menjaga kestabilan emosi serta konsentrasi anak.
- Pola makan tinggi serat, probiotik, dan omega-3 penting untuk menjaga kesehatan usus anak agar fungsi pencernaan dan fokus tetap optimal.
Banyak orangtua fokus pada pola asuh atau stimulasi untuk meningkatkan fokus anak. Namun, ternyata ada faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu kesehatan usus si Kecil. Dilansir dari instagram @happykids_id usus bukan hanya berperan dalam pencernaan, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan mood, emosi, hingga kemampuan anak untuk fokus.
Hal ini terjadi karena adanya hubungan antara usus dan otak yang dikenal sebagai gut-brain axis. Jadi, apa yang terjadi di usus bisa berdampak langsung pada perilaku anak sehari-hari, termasuk saat mereka mudah tantrum atau sulit berkonsentrasi.
Berikut Popmama.com rangkum 7 fakta yang perlu Mama ketahui.
1. Sebagian besar hormon bahagia diproduksi di usus

Menurut penelitian, sekitar 90% hormon serotonin diproduksi di usus. Hormon ini berperan penting dalam mengatur mood dan emosi anak.
Ketika produksi serotonin optimal, anak cenderung lebih tenang dan stabil secara emosional.
2. Usus dipenuhi triliunan bakteri baik

Di dalam usus terdapat triliunan bakteri baik yang berperan penting bagi kesehatan si Kecil. Beberapa di antaranya seperti Lactobacillus Acidophilus, Bifidobacterium Bifidum, dan Streptococcus Thermophilus.
Bakteri ini membantu menjaga keseimbangan tubuh sekaligus mendukung perkembangan anak.
3. Ada jalur komunikasi antara usus dan otak

Usus dan otak saling terhubung melalui jalur komunikasi yang disebut gut-brain axis. Sistem ini memungkinkan bakteri baik di usus memengaruhi fungsi otak.
Melalui jalur ini, kondisi usus bisa berdampak pada emosi, perilaku, hingga kemampuan fokus anak.
4. Keseimbangan usus memengaruhi emosi anak

Ketika bakteri baik di usus berada dalam kondisi seimbang, anak cenderung memiliki mood yang lebih stabil. Mereka juga menjadi lebih tenang dan lebih mudah berkonsentrasi.
Sebaliknya, ketidakseimbangan dapat memicu perubahan emosi.
5. Makanan berperan besar pada kesehatan usus

Apa yang si Kecil konsumsi setiap hari sangat memengaruhi keseimbangan bakteri di ususnya. Pola makan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sekaligus mendukung fungsi otak.
Karena itu, penting bagi Mama untuk memperhatikan asupan harian anak.
6. Makanan ultra-proses bisa mengganggu keseimbangan usus

Makanan ultra-processed umumnya rendah serat, tetapi tinggi gula dan zat tambahan. Kondisi ini dapat mengurangi jumlah bakteri baik di usus.
Jika keseimbangan usus terganggu, dampaknya bisa terlihat pada perilaku anak. Si Kecil bisa menjadi lebih mudah rewel, emosinya naik turun, hingga sulit fokus dalam beraktivitas.
7. Tips yang bisa Mama lakukan untuk menjaga kesehatan usus anak

Agar kesehatan usus si Kecil tetap optimal, Mama bisa mulai dari pola makan sehari-hari. Berikan makanan tinggi serat seperti pisang dan apel untuk membantu memberi makan bakteri baik di usus.
Selain itu, tambahkan sumber probiotik seperti yoghurt dan tempe, serta omega-3 dari ikan dan telur. Pastikan juga anak cukup minum air putih agar sistem pencernaan tetap bekerja dengan baik.
Dengan pola makan yang lebih seimbang dan perhatian pada kesehatan usus, Mama tidak hanya membantu menjaga fisik anak, tetapi juga mendukung emosi dan kemampuan fokusnya loh Ma. Perlahan, perubahan ini bisa membuat si Kecil menjadi lebih tenang, nyaman, dan lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari.


















