Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Stroke Hemoragik: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya!
Freepik/kjpargeter

Intinya sih...

  • Stroke hemoragik adalah jenis stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak, menimbulkan tekanan dan merusak sel-sel otak serta fungsi saraf.

  • Gejala stroke hemoragik meliputi sakit kepala parah, kelemahan atau mati rasa di satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau memahami percakapan, gangguan penglihatan, dan kesulitan berjalan atau kehilangan keseimbangan.

  • Penyebab stroke hemoragik termasuk hipertensi, aneurisma, gangguan pembekuan darah, cedera kepala, dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Stroke memang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, dan jenis hemoragik termasuk yang paling berisiko karena perdarahan terjadi di dalam otak.

Menurut World Health Organization, stroke merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat, dan jika terlambat, dapat menimbulkan kerusakan permanen pada fungsi otak.

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah, sehingga darah keluar dan menekan jaringan di sekitarnya. Tekanan ini bisa merusak sel-sel otak dan mengganggu fungsi saraf secara serius.

Mayo Clinic menekankan bahwa mengetahui gejala dan risiko sejak dini sangat penting, karena semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pasien untuk pulih.

Mama dan Papa mungkin bertanya-tanya: “Apa yang sebenarnya terjadi dalam otak saat stroke hemoragik terjadi?”. Tidak jarang penderita merasa tiba-tiba lemah, pusing luar biasa, atau kehilangan keseimbangan.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan tentang stroke hemoragik, beserta dengan gejala, penyebab, hingga cara pengobatannya. Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Stroke Hemoragik?

Freepik/kjpargeter

Menurut National Stroke Association, stroke hemoragik adalah jenis stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga darah menumpuk di jaringan otak dan menimbulkan tekanan.

Tekanan ini merusak sel-sel otak dan dapat memengaruhi kemampuan berpikir, bicara, atau mengendalikan tubuh. Stroke hemoragik berbeda dengan stroke iskemik, di mana masalahnya adalah aliran darah yang tersumbat, bukan perdarahan.

Menurut WHO, stroke hemoragik bisa menyerang siapa saja, tetapi risiko meningkat pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, atau kelainan bawaan pada pembuluh darah.

Semakin cepat perdarahan dikenali dan ditangani, semakin baik peluang pemulihan pasien. Pada stroke hemoragik, sel-sel otak bisa mengalami kematian lebih cepat karena tertekan oleh darah yang keluar dari pembuluh yang pecah.

Oleh karena itu, kondisi ini sering kali lebih serius dan membutuhkan penanganan cepat. Menurut Mayo Clinic, ada dua tipe utama stroke hemoragik:

  1. Intrakranial (intraserebral)

Perdarahan terjadi di dalam jaringan otak. Ini biasanya terjadi akibat hipertensi kronis yang melemahkan dinding pembuluh darah.

  1. Subaraknoid

Perdarahan terjadi di ruang di sekitar otak, biasanya akibat pecahnya aneurisma. Jenis ini sering muncul dengan gejala sakit kepala yang sangat hebat dan mendadak.

5 Gejala Stroke Hemoragik

Freepik/8photo

Gejala stroke hemoragik sering muncul tiba-tiba, dan tingkat keparahannya tergantung pada lokasi perdarahan. Berikut gejala yang paling umum:

  1. Sakit kepala parah dan mendadak

Menurut WebMD, sakit kepala muncul secara tiba-tiba, lebih hebat daripada sakit kepala biasa, dan sering disertai mual serta muntah. Penderita sering menggambarkan rasa sakit ini seperti “pecah di kepala” dan sulit untuk ditoleransi.

  1. Kelemahan atau mati rasa di satu sisi tubuh

Menurut National Stroke Association, lemah atau mati rasa biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh, karena otak mengendalikan sisi tubuh yang berlawanan.

Misalnya, jika perdarahan terjadi di otak kiri, kelemahan akan muncul di sisi kanan tubuh. Kondisi ini bisa berupa lengan atau kaki yang tidak bisa digerakkan atau wajah yang terlihat menurun di satu sisi.

  1. Kesulitan berbicara atau memahami percakapan

Menurut Mayo Clinic, seseorang yang mengalami stroke hemoragik dapat mendadak kesulitan berbicara atau memahami kata-kata orang lain.

Hal ini terjadi karena area Broca dan Wernicke di otak, yang mengatur fungsi bahasa, mengalami tekanan akibat perdarahan.

Orang yang mengalami ini mungkin berbicara dengan kata-kata yang kacau, tidak nyambung, atau hanya bisa mengucapkan beberapa kata.

  1. Gangguan penglihatan

Stroke hemoragik dapat memengaruhi saraf optik atau pusat penglihatan di otak, sehingga penderita mengalami penglihatan kabur, ganda, atau kehilangan sebagian bidang visual.

WHO menyebutkan bahwa gangguan penglihatan ini muncul tiba-tiba dan sering menjadi tanda awal stroke hemoragik yang serius.

  1. Kesulitan berjalan atau kehilangan keseimbangan

Menurut WebMD, koordinasi tubuh dan keseimbangan penderita terganggu karena tekanan dari perdarahan memengaruhi area otak yang mengatur gerakan. Penderita bisa tiba-tiba sulit berjalan, sering terjatuh, atau terlihat limbung saat berdiri.

Gejala-gejala ini sering muncul secara bersamaan atau bertahap, sehingga kesadaran akan tanda-tanda awal bisa menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko kerusakan permanen.

5 Penyebab Stroke Hemoragik

Freepik/wirestock

Menurut Kemenkes RI, stroke hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak. Ada beberapa faktor penyebab dan risiko yang memicu kondisi ini:

  1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol membuat dinding pembuluh darah menegang, sehingga lebih rentan pecah. Data dari Kemenkes RI (2020) menunjukkan bahwa sekitar 60–70% pasien stroke hemoragik memiliki riwayat hipertensi.

  1. Aneurisma atau kelainan pembuluh darah

Menurut Mayo Clinic, aneurisma adalah penonjolan abnormal pada dinding pembuluh darah yang membuatnya rapuh. Ketika aneurisma pecah, terjadi perdarahan hebat di otak yang dapat mengancam nyawa.

Beberapa orang memiliki aneurisma bawaan sejak lahir, sementara yang lain berkembang seiring usia atau akibat hipertensi.

  1. Gangguan pembekuan darah

Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki kondisi medis tertentu yang memengaruhi pembekuan darah lebih berisiko mengalami perdarahan di otak, sebagaimana dijelaskan oleh National Stroke Association.

  1. Cedera kepala

Trauma kepala akibat kecelakaan, jatuh, atau benturan keras bisa memicu perdarahan di otak, terutama pada orang tua atau orang dengan pembuluh darah yang rapuh.

Menurut WHO (2021), cedera kepala adalah salah satu faktor pemicu stroke hemoragik pada usia muda dan dewasa.

  1. Gaya hidup tidak sehat

Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, dan pola makan tinggi garam dapat melemahkan pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke hemoragik.

5 Cara Pengobatan Stroke Hemoragik

Freepik/Freepik

Menurut WHO, penanganan stroke hemoragik harus dilakukan secepat mungkin. Semakin cepat perdarahan dikenali dan ditangani, semakin besar peluang pasien untuk pulih. Berikut langkah-langkah pengobatan yang biasanya dilakukan:

  1. Perawatan darurat di rumah sakit

Segera bawa pasien ke rumah sakit begitu gejala muncul. Dokter akan melakukan CT scan atau MRI untuk mengetahui lokasi dan volume perdarahan. Diagnosa cepat membantu tim medis menentukan metode pengobatan terbaik.

  1. Obat-obatan

Obat diberikan untuk menurunkan tekanan darah, mencegah kejang, dan mengurangi pembengkakan otak. Pemberian obat harus sesuai dengan kondisi pasien dan arahan dokter untuk mencegah perdarahan semakin parah.

  1. Tindakan operasi

Jika perdarahan besar atau menimbulkan tekanan serius, operasi mungkin diperlukan. Tujuannya adalah mengeluarkan darah dan mengurangi tekanan di otak, sehingga sel-sel otak yang masih sehat bisa berfungsi kembali.

  1. Rehabilitasi

Setelah kondisi stabil, pasien biasanya mengikuti terapi fisik, terapi wicara, dan latihan motorik. Rehabilitasi membantu pasien memulihkan kemampuan berjalan, berbicara, dan melakukan aktivitas sehari-hari.

  1. Perubahan gaya hidup

Mengontrol tekanan darah, berhenti merokok, membatasi alkohol, berolahraga, dan menjaga pola makan sehat dapat membantu mencegah kekambuhan stroke.

Stroke hemoragik memang menakutkan, tapi pengetahuan adalah kekuatan terbesar kita. Yang penting diingat, setiap detik itu berharga. Tindakan cepat saat gejala muncul bisa membuat perbedaan besar bagi pemulihan pasien.

Setelah kondisi stabil, menjaga gaya hidup sehat dan rutin kontrol tekanan darah bisa sangat membantu mencegah kekambuhan.

Jadi, meski stroke hemoragik terdengar menakutkan, dengan kesadaran, penanganan cepat, dan pola hidup sehat, Mama dan Papa tetap bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang yang dicintai.

Pengetahuan tentang stroke hemoragik, beserta dengan gejala, penyebab, hingga cara pengobatannya ini bukan sekadar informasi, tapi alat untuk menyelamatkan nyawa. Semoga bermanfaat!

Editorial Team