Stroke iskemik adalah kondisi di mana aliran darah ke otak terganggu, sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi penting untuk bertahan hidup.
Berbeda dengan stroke hemoragik yang disebabkan perdarahan, stroke iskemik lebih sering terjadi karena penyumbatan pembuluh darah.
Menurut Mayo Clinic, stroke iskemik adalah jenis stroke paling umum, menyumbang sekitar 87% dari seluruh kasus stroke.
Pengetahuan ini membantu keluarga mengenali tanda awal dan memastikan pasien mendapatkan penanganan medis dalam hitungan jam, yang krusial untuk mencegah kerusakan permanen.
Stroke Trombotik
Stroke trombotik terjadi ketika gumpalan darah terbentuk langsung di arteri otak, biasanya akibat aterosklerosis sehingga terjadu penumpukan plak lemak yang menebal dan menyempitkan pembuluh darah.
Gejalanya muncul secara perlahan, misalnya tangan atau kaki terasa lemas bertahap. Contohnya, seorang pria berusia 60 tahun mulai merasakan kesemutan di kaki kirinya selama beberapa hari, dan baru sadar ketika kesulitan berjalan.
Mekanismenya seperti “pipa air yang perlahan tersumbat oleh kerak,” sehingga aliran darah tidak bisa mencapai otak sepenuhnya.
Stroke Embolik
Stroke embolik terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di bagian tubuh lain, misalnya jantung, dan terbawa ke otak, menyumbat arteri secara tiba-tiba.
Gejala muncul mendadak, misalnya seorang pasien sedang menonton televisi, tiba-tiba wajahnya miring dan satu tangan lumpuh.
Menurut American Heart Association, stroke embolik sering disebabkan oleh fibrilasi atrium, kondisi di mana jantung berdetak tidak teratur sehingga darah menggumpal.
Transient Ischemic Attack (TIA) atau “Mini Stroke”
TIA disebut stroke ringan karena gejalanya sementara dan hilang dalam beberapa menit sampai jam. Meski gejala hilang, TIA adalah peringatan serius bahwa pasien berisiko mengalami stroke penuh.
Contohnya, seseorang tiba-tiba mengalami kesemutan di tangan kiri dan sedikit kesulitan bicara selama 15 menit, lalu sembuh sendiri. Sekitar 1 dari 3 pasien TIA akan mengalami stroke penuh dalam setahun jika tidak ditangani.
Cryptogenic Stroke
Cryptogenic stroke adalah stroke yang penyebabnya tidak jelas, meski sudah melalui pemeriksaan medis lengkap. Jenis ini sering muncul pada pasien muda yang tampak sehat.
Dokter biasanya melakukan tes lanjutan, misalnya pemeriksaan jantung atau pembuluh darah, untuk menemukan faktor tersembunyi.
Contohnya, seorang wanita 35 tahun tiba-tiba mengalami kelumpuhan sisi kiri tubuh tanpa riwayat hipertensi atau diabetes, namun setelah pemeriksaan, dokter mendeteksi gangguan jantung yang tidak menimbulkan gejala sebelumnya.