Peduli Kesehatan, Vivi Zubedi Bagikan 1000 Masker Kain Motif Batik

Di tengah pandemi Covid-19, Vivi Zubedi melakukan kegiatan sosial untuk kesehatan masyarakat

3 Desember 2020

Peduli Kesehatan, Vivi Zubedi Bagikan 1000 Masker Kain Motif Batik
Dok. Vivi Zubedi Foundation

Vivi Mar’i Zubedi pemilik Vivi Zubedi Foundation (VZF) meluncurkan gerakan sosial #1000MaskeruntukJabar. Gerakan ini dilakukan karena pandemi Covid-19 belum berakhir sejak Maret 2020 yang lalu.

Pintu hati Vivi tergerak untuk membagikan masker kain SNI bermotif Batik Sunda kepada masyarakat Jawa Barat, sehingga meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol yang dianjurkan oleh pemerintah. 

Walau gerakan sosial ini berskala masif, namun niat baik yang dilakukan oleh Vivi bisa memberikan inspirasi untuk para desainer Indonesia lainnya. Vivi pun turut menggandeng Ketua Umum Dekranasda Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil, S.I.P,M.I.kom bersama Dompet Dhuafa. Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilaksanakan di Gedung Dekranasda, Bandung, 30 November 2020.

Jika Mama ingin mengetahui rangkuman cerita terkait gerakan sosial yang dilakukan oleh Vivi Zubedi untuk Jawa Barat, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Kisah dari Vivi Zubedi ini bisa menginspirasi ya, Ma. 

Editors' Picks

1. Vivi Zubedi sangat memerhatikan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya di Jawa Barat

1. Vivi Zubedi sangat memerhatikan kondisi kesehatan masyarakat, khusus Jawa Barat
Dok.Vivi Zubedi Foundation

Pemilihan wilayah yang ingin dibantu oleh Vivi Zubedi melalui gerakan sosial berbagi masker memang telah dipikirkan dengan baik.  

Jawa Barat menjadi perhatian khusus untuk Vivi karena orang yang pertama kali terpapar Covid-19 merupakan warga Depok, Jawa Barat. Berdasarkan data dari covid19.go.id (26/11/2020) diketahui bahwa Jawa Barat menduduki peringkat ketiga terkait kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. 

Bersama VZF, Vivi pun memusatkan untuk kembali ke ‘titik awal’ terkait angka positif Covid-19 yang semakin meningkat.

2. 1000 masker kain bermotif batik Sunda yang dibagikan memiliki arti tersendiri untuk Vivi Zubedi

2. 1000 masker kain bermotif batik Sunda dibagikan memiliki arti tersendiri Vivi Zubedi
Instagram.com/vivizubedidaily

Vivi menggunakan kain bermotif batik Sunda sebagai bahan 1000 masker yang dibagikan ke masyarakat Jawa Barat. Hal ini tentu sejalan dengan idealisme dirinya dalam pemberdayaan kain dan kerajinan lokal. 

Perlu Mama ketahui bahwa bahan ini sebelumnya pernah muncul pada koleksi The Art of Layering Sundanese Batik dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Forum (ISEF) 2020. 

Sebagai seorang desainer, Vivi ingin selalu mengadopsi nilai-nilai sustainability dalam karya-karyanya termasuk memanfaatkan kain sisa koleksi ISEF 2020. Ini dilakukan agar bahan-bahan yang tersisa bisa terpakai dan tidak terbuang percuma. 

Langkah tersebut dilakukan mengingat industri fashion diketahui menduduki peringkat kedua sebagai penghasil limbah bumi terbesar, bahkan jumlahnya mencapai 92 juta ton setiap tahunnya. 

3. 1000 masker yang dibagikan oleh Vivi Zubedi sudah memenuhi standar SNI 

3. 1000 masker dibagikan oleh Vivi Zubedi sudah memenuhi standar SNI 
Dok.Vivi Zubedi Foundation

Terkait dengan masker kain bermotif batik Sunda, Vivi sudah merancangkan sesuai dengan standar SNI 8914:2020 yaitu memiliki minial dua lapis kain. Selain itu, masker kain tersebut dapat dicuci serta memiliki kerapatan kain berdaya filtrasi 0,7-60 persen.

Selain itu, perlu dipahami bahwa penggunaan masker kain juga dapat mengurangi dampak lingkungan dari melonjaknya angka limbah medis selama pandemi Covid-19

“Kami memilih masker kain selain karena manfaatnya bisa bertahan lama, juga karena memperhatikan sustainability lingkungan. Prosedur medis mengharuskan semua serba steril, sehingga untuk APD, sarung tangan, dan masker harus sekali pakai. Tapi untuk kita yang alhamdulillah masih dikaruniai kesehatan, ayo pakai masker reusable untuk mengurangi timbunan sampah baru,” jelas Vivi. 

Melalui gerakan sosial ini, Vivi berharap 1000 masker kain yang dibagikan dapat tersalurkan dengan baik dan bermanfaat untuk banyak orang. 

“Pandemi ini belum berakhir meskipun kita sudah bosan dan lelah dengan semua ini. Jadi tetap jaga protokol kesehatan 3M: mencuci tangan dengan sabun atau hand  sanitizer atau alkohol minimal 70 persen, menjaga jarak minimal satu meter dan  memakai masker berstandar SNI. Kalau semuanya kompak dalam kesadaran ini, insya Allah  Indonesia bisa keluar sebagai pemenang melawan pandemi," tutup Vivi. 

Itulah beberapa cerita dari Vivi terkait gerakan sosial yang baru saja dilakukannya untuk masyarakat Jawa Barat melalui pembagian masker. 

Semoga cerita inspiratif dari Vivi ini bisa menginspirasi orang lain agar tergerak hatinya ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.