Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Take Home Pay: Definisi, Cara Hitung, dan Rumusnya
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
  • Take Home Pay (THP) adalah pendapatan bersih yang diterima karyawan setelah dikurangi pajak, iuran BPJS, dan potongan lain, mencerminkan uang nyata yang masuk ke rekening.
  • Perhitungan THP dilakukan dengan menjumlahkan seluruh pendapatan kotor seperti gaji pokok, tunjangan, bonus, lalu dikurangi total potongan untuk mendapatkan jumlah bersih yang diterima.
  • Rumus umum THP yaitu (Pendapatan Rutin + Pendapatan Insidental) − Total Potongan, membantu karyawan memperkirakan gaji bersih dan merencanakan keuangan secara lebih realistis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia kerja, angka gaji yang ditawarkan perusahaan seringkali terlihat besar di atas kertas. Namun, nominal yang benar-benar diterima setiap bulan bisa berbeda karena adanya berbagai potongan.

Inilah mengapa memahami Take Home Pay (THP) menjadi hal penting, terutama bagi karyawan yang ingin mengelola keuangan secara lebih realistis dan terencana.

Take Home Pay juga sering menjadi acuan utama dalam menilai kesejahteraan finansial seseorang.

Dengan mengetahui besaran THP, kamu bisa menentukan anggaran bulanan, menabung, hingga merencanakan investasi dengan lebih akurat tanpa terjebak pada angka gaji kotor yang menyesatkan.

Nah, Popmama.com akan membahas lebih dalam tentang take home pay: definisi, cara hitung dan rumusnya yang perlu kamu pahami. Yuk simak pembahasannya berikut ini.

1. Definisi Take Home Pay

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Take Home Pay adalah jumlah pendapatan bersih yang diterima karyawan setelah seluruh komponen penghasilan dikurangi dengan berbagai potongan, baik yang bersifat wajib maupun sukarela.

THP mencerminkan uang yang benar-benar masuk ke rekening dan siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Secara lebih lengkap, Take Home Pay merupakan hasil akhir dari akumulasi pendapatan kotor.

Adapun yang meliputi THP sebagai berikut:

  • Gaji pokok

  • Tunjangan tetap

  • Tunjangan tidak tetap

  • Bonus

  • Lembur yang kemudian dikurangi dengan potongan seperti pajak penghasilan (PPh 21)

  • Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

  • serta potongan lain seperti pinjaman karyawan atau iuran internal perusahaan.

Karena itu, THP sering dianggap sebagai indikator paling nyata dari nilai penghasilan seseorang. Selain itu, besaran THP bisa berbeda-beda pada setiap karyawan meskipun memiliki gaji pokok yang sama.

Hal ini dipengaruhi oleh faktor seperti status pajak, jumlah tanggungan, kebijakan perusahaan, hingga komponen tunjangan dan potongan yang diterapkan.

Dengan kata lain, THP memberikan gambaran yang lebih personal dan spesifik mengenai kondisi finansial seorang pekerja.

2. Cara menghitung Take Home Pay

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Untuk menghitung THP secara tepat, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Hitung total pendapatan kotor

Jumlahkan semua penghasilan seperti gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, bonus, dan lembur. Ini merupakan total penghasilan sebelum potongan.

  1. Hitung total potongan

Tambahkan semua potongan seperti pajak penghasilan (PPh 21), iuran BPJS, serta potongan lain seperti kasbon, denda, atau iuran kantor.

  1. Kurangkan pendapatan dengan potongan

Setelah itu, kurangi total pendapatan kotor dengan total potongan. Hasilnya adalah Take Home Pay yang akan diterima.

Contoh Simulasi

Misalnya kamu memiliki:

  • Gaji pokok: Rp5.000.000

  • Tunjangan: Rp1.000.000

  • Total potongan: Rp300.000

Maka perhitungannya:

THP = (5.000.000 + 1.000.000) − 300.000 = Rp5.700.000

Artinya, jumlah uang bersih yang kamu terima setiap bulan adalah Rp5.700.000.

2. Rumus Take Home Pay

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Secara umum, perhitungan THP menggunakan rumus sederhana berikut:

Take Home Pay = (Pendapatan Rutin + Pendapatan Insidental) − Total Potongan

Rumus ini menunjukkan bahwa THP tidak hanya bergantung pada gaji pokok, tetapi juga pada seluruh komponen penghasilan tambahan serta jumlah potongan yang dikenakan.

Pendapatan rutin biasanya bersifat tetap setiap bulan, sedangkan pendapatan insidental dapat berubah tergantung kondisi atau performa kerja.

Dengan memahami rumus ini, kamu bisa memperkirakan jumlah gaji bersih yang akan diterima bahkan sebelum menerima slip gaji. Hal ini sangat membantu dalam membuat perencanaan keuangan yang lebih matang dan terukur.

Selanjutnya, pastikan kamu selalu mempertimbangkan THP saat mengevaluasi pekerjaan atau merencanakan keuangan. Dengan begitu, kamu dapat mengambil keputusan finansial yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan hidupmu.

Nah, itulah pembahasan tentang Take Home Pay: definisi, cara hitung, dan rumusnya yang perlu kamu pahami. Kira-kira kamu masih bingung nggak nih?

Editorial Team