Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Cherry Angioma: Definisi, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Cherry Angioma: Definisi, Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
Intinya Sih
  • Cherry angioma adalah pertumbuhan pembuluh darah jinak yang muncul sebagai bintik merah di kulit, umum terjadi pada orang dewasa dan tidak berhubungan dengan kanker.
  • Kondisi ini ditandai warna merah cerah, bentuk bulat menonjol, sering muncul di batang tubuh, serta bisa berdarah jika tergores namun umumnya tidak berbahaya.
  • Penyebabnya belum pasti, tetapi faktor usia, genetik, hormon, dan paparan kimia berperan; pengobatan dilakukan bila mengganggu melalui laser, krioterapi, elektrokauter, atau eksisi cukur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cherry angioma adalah pertumbuhan kulit jinak yang tampak sebagai bintik merah cerah akibat kumpulan pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah permukaan kulit.

Kondisi ini sangat umum terjadi pada orang dewasa dan biasanya mulai muncul setelah usia 30 tahun. Meski terlihat mencolok, cherry angioma bukan kanker dan umumnya tidak berbahaya.

Menurut American Academy of Dermatology, cherry angioma termasuk lesi vaskular jinak yang terbentuk karena proliferasi pembuluh darah kecil di kulit.

Sementara itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa kondisi ini jarang menimbulkan masalah kesehatan serius dan lebih sering menjadi perhatian karena faktor estetika.

Berikut Popmama.com akan membahas lebih lanjut mengenai Cherry Agioma: definisi, gejala, penyebab dan pengobatan. Yuk simak pembahasannya di bawah ini.

Table of Content

Definisi Cherry Angioma

Definisi Cherry Angioma

Cherry Angioma: Definisi, Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Cherry angioma adalah jenis tumor jinak yang berasal dari pertumbuhan berlebih pembuluh darah kapiler. Dalam dunia medis, kondisi ini juga dikenal sebagai senile angioma atau Campbell de Morgan spots.

Istilah “tumor” pada kondisi ini tidak berarti kanker, melainkan sekadar pertumbuhan jaringan yang tidak normal namun tidak menyebar dan tidak ganas.

Menurut Cleveland Clinic, cherry angioma dapat muncul satu atau banyak sekaligus, dan jumlahnya cenderung bertambah seiring pertambahan usia.

Lesi ini bisa muncul secara tiba-tiba tanpa gejala awal dan sering kali tidak disadari hingga ukurannya cukup terlihat.

Secara medis, cherry angioma terbentuk karena pelebaran dan penumpukan pembuluh darah kecil di lapisan atas kulit (dermis).

Inilah yang menyebabkan warnanya tampak merah terang hingga keunguan. Kondisi ini tidak menular dan tidak berkaitan dengan kebersihan kulit.

Gejala Cherry Angioma

Cherry Angioma: Definisi, Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Menurut DermNet, cherry angioma memiliki ciri klinis yang khas dan relatif mudah dikenali. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Warna Merah Cerah hingga Keunguan

Cherry angioma biasanya berwarna merah rubi terang karena dipenuhi pembuluh darah kecil. Pada beberapa kasus, warnanya bisa tampak lebih gelap seperti merah tua atau keunguan, terutama jika lesi lebih tebal.

Warna ini umumnya konsisten dan tidak berubah saat ditekan. Jika terjadi perubahan warna yang drastis atau tidak merata, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

  • Bentuk Bulat atau Oval dan Sedikit Menonjol

Lesi ini umumnya berbentuk bulat atau oval dengan batas yang jelas. Permukaannya bisa rata di awal kemunculan, namun sering kali berkembang menjadi sedikit menonjol seperti kubah kecil.

Teksturnya halus dan tidak bersisik, berbeda dengan beberapa jenis kelainan kulit lainnya.

  • Ukuran Kecil tetapi Masih Bisa Bertambah

Ukuran cherry angioma biasanya kecil, mulai dari sebesar ujung jarum hingga sekitar 0,5 cm. Meski pertumbuhannya lambat, pada sebagian orang ukurannya bisa membesar secara bertahap.

Pertambahan ukuran yang sangat cepat perlu mendapatkan evaluasi medis.

  • Lokasinya Paling Sering di Batang Tubuh

Cherry angioma paling sering muncul di dada, perut, dan punggung. Namun, lesi ini juga bisa ditemukan di lengan, paha, atau area tubuh lainnya. Jumlahnya bisa hanya satu, tetapi tidak jarang muncul dalam jumlah banyak sekaligus.

  • Mudah Berdarah Jika Tergores

Karena terdiri dari pembuluh darah, cherry angioma dapat berdarah cukup banyak jika tergores atau terbentur. Perdarahan biasanya berhenti dengan penekanan ringan. Namun, jika sering berdarah tanpa sebab jelas, pemeriksaan dokter dianjurkan.

Penyebab Cherry Angioma

Cherry Angioma: Definisi, Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Penyebab pasti cherry angioma belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi oleh para ahli. Menurut National Organization for Rare Disorders, usia merupakan faktor yang paling konsisten terkait kemunculan kondisi ini. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

  • Faktor Usia

Cherry angioma lebih sering muncul setelah usia 30 tahun dan jumlahnya cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Proses penuaan diduga memengaruhi struktur pembuluh darah dan jaringan kulit sehingga memicu pertumbuhan kapiler berlebih.

  • Faktor Genetik

Riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa. Jika anggota keluarga memiliki banyak cherry angioma, kemungkinan besar faktor genetik turut berperan.

  • Paparan Bahan Kimia

Beberapa penelitian mengaitkan kemunculan angioma dengan paparan zat tertentu seperti bromida. Meski belum menjadi penyebab pasti, paparan kimia jangka panjang diduga dapat memengaruhi sistem pembuluh darah kulit.

  • Perubahan Hormon

Perubahan hormon, termasuk selama kehamilan, dapat memicu munculnya lesi vaskular jinak. Fluktuasi hormon diketahui memengaruhi pertumbuhan pembuluh darah sehingga dapat berkontribusi pada kemunculan cherry angioma.

Jenis Pengobatan Cherry Angioma

Cherry Angioma: Definisi, Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Cherry angioma umumnya tidak memerlukan pengobatan karena bersifat jinak. Menurut American Osteopathic College of Dermatology, tindakan medis biasanya dilakukan jika lesi sering berdarah, teriritasi, atau mengganggu penampilan.

  • Elektrokauter

Menggunakan arus listrik untuk menghancurkan jaringan angioma. Prosedur ini cepat dan dilakukan dengan anestesi lokal. Setelah tindakan, biasanya terbentuk kerak kecil yang akan lepas dalam beberapa hari.

  • Krioterapi

Dilakukan dengan nitrogen cair untuk membekukan lesi. Jaringan yang membeku akan mengering dan akhirnya terlepas. Prosedur ini relatif cepat dan minim risiko.

  • Terapi Laser

Laser seperti pulsed dye laser bekerja dengan menargetkan pembuluh darah di dalam angioma tanpa merusak jaringan kulit sekitar. Metode ini sering dipilih karena hasil kosmetiknya baik.

  • Eksisi

Dokter akan memotong angioma dari permukaan kulit menggunakan pisau bedah tipis. Prosedur ini biasanya meninggalkan bekas luka minimal dan proses penyembuhannya cepat.

Cherry angioma adalah pertumbuhan pembuluh darah jinak yang umum terjadi pada orang dewasa. Ditandai dengan bintik merah cerah pada kulit, kondisi ini tidak berbahaya dan tidak berkaitan dengan kanker.

Meski tidak memerlukan pengobatan dalam sebagian besar kasus, pemeriksaan medis tetap dianjurkan jika terjadi perubahan mencurigakan.

Itulah pembahasan tentang Cherry Angioma beserta dengan definisi, penyebab, gejala dan cara pengobatannya.

Jika mengganggu secara estetika atau sering berdarah, berbagai prosedur dermatologis tersedia dan relatif aman dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More