Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tanda Kecanduan Belanja yang Jarang Disadari
Pexels/Tim Douglas
  • Artikel membahas kecanduan belanja sebagai gangguan perilaku yang bisa berdampak pada keuangan, hubungan sosial, dan kesehatan mental.
  • Dijelaskan tujuh tanda utama kecanduan belanja, mulai dari pengeluaran kompulsif hingga kebiasaan berbohong soal pembelian.
  • Kecanduan ini sering dipicu oleh dorongan emosional untuk mencari rasa senang instan, namun justru menimbulkan masalah baru dalam hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang suka sekali belanja sampai susah berhenti. Mereka beli banyak barang yang tidak perlu supaya hati senang, tapi nanti malah menyesal. Kadang mereka pakai uang penting buat belanja dan sembunyi dari keluarga. Belanja bikin senang sebentar saja, lalu sedih lagi. Sekarang orang diminta hati-hati biar tidak kecanduan belanja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang tidak suka berbelanja? Apalagi kalau lagi ada diskon besar atau koleksi baru yang menggoda untuk dibeli. Tapi, pernahkah kamu merasa belanja sudah bukan lagi soal kebutuhan, melainkan harus dilakukan agar hati tenang? Kalau iya, bisa jadi tanda-tanda kecanduan belanja yang perlu kamu waspadai.

Kecanduan belanja, atau dalam istilah medis disebut compulsive buying, sebenarnya termasuk gangguan perilaku yang dapat berdampak serius pada kondisi finansial, hubungan sosial, hingga kesehatan mental. 

Biasanya, kebiasaan ini muncul karena belanja dijadikan cara untuk mendapatkan rasa senang atau lega secara instan, padahal efeknya cuma sementara dan justru bisa menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Nah, biar kamu tidak salah kaprah, berikut Popmama.com mengulas 7 tanda kecanduan belanja, dikutip dari Addiction Center. Yuk, simak sampai habis!

1. Pengeluaran yang kompulsif

Pexels/Robert Lens

Tanda pertama dan paling kelihatan adalah pengeluaran yang kompulsif. Orang yang kecanduan belanja sering menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, bahkan sampai melebihi kemampuan finansialnya.

Contoh ekstremnya, ada yang rela memakai uang sewa rumah hanya untuk membeli tas bermerek. Kedengarannya berlebihan, tapi inilah pola pikir yang sering muncul saat dorongan belanja sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

2. Keterikatan emosional

Pexels/saravut vanset

Belanja itu sebenarnya wajar dan bikin senang. Tapi buat orang yang kecanduan, perasaannya jadi lebih intens daripada sekadar senang biasa. Ada rasa euforia atau semangat berlebih saat berbelanja, yang biasanya diikuti rasa bersalah atau menyesal setelahnya.

Siklus emosi naik-turun inilah yang sebenarnya membuat kebiasaan belanja semakin sulit dihentikan. Rasa senang sesaat seolah jadi obat untuk mengatasi perasaan tidak nyaman, padahal efeknya hanya sementara.

3. Kehilangan kendali

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Pernah merasa sudah niat tidak mau belanja, tapi ujung-ujungnya tetap checkout juga? Itu salah satu ciri kehilangan kendali. Orang dengan kecanduan belanja tetap akan berbelanja meski tahu hal itu berdampak buruk untuk hidupnya.

Dorongan buat terus belanja ini muncul begitu kuat, sampai logika dan kesadaran soal konsekuensinya jadi kalah sama keinginan sesaat. Kalau pola ini terus berulang, artinya udah saatnya kamu lebih waspada.

4. Berbelanja untuk meredakan emosi negatif

Pexels/Max Fischer

Banyak orang menjadikan belanja sebagai pelarian saat stres, cemas, atau bosan. Belanja bisa jadi semacam obat buat meredakan emosi negatif, meski efeknya cuma sebentar dan bisa berujung pada rasa hampa kalau tidak sedang belanja.

Masalahnya, kalau pola ini terus dipakai sebagai cara utama mengelola emosi, lama-lama belanja bukan lagi soal kebutuhan, melainkan ketergantungan untuk merasa baik-baik saja.

5. Belanja sebagai aktivitas rekreasi

Pexels/Vitaly Gariev

Kalau biasanya orang healing dengan nonton film atau jalan-jalan santai, sebagian orang justru menjadikan belanja sebagai kegiatan hiburan utama. Orang yang kecanduan belanja sering mengisi waktu luangnya dengan berbelanja bareng teman atau keluarga dan jarang punya hobi sehat lainnya.

Sesekali belanja buat refreshing merupakan hal yang wajar. Tapi kalau ini jadi satu-satunya cara buat having fun dan kamu tidak punya kegiatan lain yang bikin senang, itu patut dipertanyakan.

6. Mengabaikan tanggung jawab

Pexels/Angela Roma

Tanda berikutnya yang tidak kalah penting adalah mulai mengabaikan tanggung jawab demi belanja. Kebiasaan belanja berlebihan bisa membuat seseorang menomorduakan pekerjaan, sekolah, bahkan urusan keluarga.

Kalau kamu mulai sering telat ke kantor karena keasyikan checkout, atau lupa janji sama keluarga gara-gara terlalu fokus belanja online, itu tandanya kebiasaan ini udah mulai mengambil alih prioritas hidupmu.

7. Berbohong atau menyembunyikan barang belanjaan

Pexels/Ray Piedra

Tanda terakhir yang sering luput diperhatikan adalah kebiasaan menyembunyikan barang belanjaan atau berbohong soal pengeluaran. Ada yang sengaja menunggu pasangannya tidur dulu sebelum membawa masuk barang belanjaan ke rumah, supaya tidak ketahuan.

Rasa malu atau takut dihakimi inilah yang bikin seseorang akhirnya memilih menutup-nutupi kebiasaan belanjanya, padahal sebenarnya itu sinyal kuat kalau ada yang perlu dibenahi.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 tanda kecanduan belanja. Semoga bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article