Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Afgan Reuni Bareng Erwin Gutawa setelah 11 Tahun Lewat Retrospective

Afgan Reuni Bareng Erwin Gutawa setelah 11 Tahun Lewat Retrospective
Instagram.com/afgan_/eg.erwingutawa
Intinya Sih
  • Afgan akan menggelar konser tunggal bertajuk Afgan Retrospective The Concert pada 18 Juli 2026 di JCC.

  • Konser ini merayakan 18 tahun perjalanan karier Afgan di industri musik Indonesia.

  • Terinspirasi oleh Chrisye sejak kecil, Afgan menggandeng Erwin Gutawa untuk memadukan nuansa R&B modern dengan orkestra klasik, seolah menciptakan pengalaman musikal yang segar dan emosional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Setelah cukup lama dinantikan para penggemar, Afgan akhirnya resmi mengumumkan konser tunggal terbarunya yang bertajuk Afgan Retrospective The Concert.

Konser ini akan digelar pada 18 Juli 2026 di Plenary Hall JCC sebagai bentuk perayaan 18 tahun perjalanan karir Afgan di industri musik Indonesia. Momen ini sekaligus menjadi penanda perjalanan panjang Afgan sebagai salah satu solois laki-laki yang konsisten menghadirkan karya-karya hits lintas generasi.

Tak sekadar konser biasa, Afgan Retrospective The Concert dipersiapkan sebagai pertunjukan megah yang memadukan musik, visual, hingga aransemen orkestra yang emosional. Dalam konser spesial ini, Afgan kembali bekerja sama dengan Erwin Gutawa selaku Music Director untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.

Lewat konser tersebut, Afgan ingin mengajak para penggemarnya bernostalgia sekaligus merayakan perjalanan musik yang telah ia bangun selama hampir dua dekade.

Berikut Popmama.com merangkum momen Afgan reuni bareng Erwin Gutawa setelah 11 tahun.

Reuni setelah 11 Tahun dari Konser Pertama

18 Tahun Berkarier di Dunia Musik, Afgan Gelar Konser Retrospective.5.jpg
Instagram.com/afgan_

Konser tunggal perdana Afgan bertajuk Dari Hati pada tahun 2015 juga dikomandoi oleh Erwin Gutawa. Kini, tepat 11 tahun berlalu sejak momen bersejarah tersebut, keduanya kembali bersatu di tempat yang sama.

Rentang waktu 11 tahun ini telah mengubah banyak hal, termasuk kematangan vokal dan pengalaman panggung Afgan yang sudah merambah hingga ke kancah global.

“Tak terasa sudah 11 tahun sejak konser pertama kami di JCC dulu. Pastinya saya senang kembali dipercaya untuk mengawal musiknya Afgan. Dari awal saya melihat Afgan punya konsistensi yang luar biasa, dan momen ini menjadi pembuktian level barunya,” ungkap Erwin Gutawa pada Rabu (13/5/2026).

Setelah lebih dari satu dekade, reuni musikal antara Afgan dan Erwin Gutawa pun menjadi salah satu hal yang paling dinantikan dalam konser ini. Keduanya disebut tengah menyiapkan aransemen baru untuk sejumlah lagu hits Afgan agar terdengar lebih megah dengan sentuhan orkestra.

Sosok Chrisye di Balik Impian Besar Seorang Afgan

Afgan Reuni Bareng Erwin Gutawa Setelah 11 Tahun Lewat Retrospective.1.jpg
Instagram.com/afgan_/eg.erwingutawa

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, nama Chrisye sudah terpatri kuat di ingatan Afgan. Lagu ‘Andai Aku Bisa’ adalah pemicu utama yang membuat anak kecil berusia 7 tahun itu bertekad bahwa suatu saat nanti ia harus berdiri di atas panggung yang sama.

"Saya ngefans sekali dengan Chrisye dari kecil. Lagu 'Andai Aku Bisa' itu magic, saya langsung bilang sama diri sendiri kalau besar mau jadi penyanyi gara-gara lagu itu. Jadi, sinergi di konser ini memang datangnya dari hati karena pengaruh beliau," kenang Afgan pada Rabu (13/5/2026).

Kecintaan ini pula yang membuat Afgan merasa Erwin Gutawa adalah orang yang paling tepat untuk mengawal konsernya, mengingat sang maestro memiliki sejarah panjang bersama Chrisye.

Afgan ingin menghadirkan magis yang sama ke hadapan generasinya sekarang. Sosok Chrisye bukan sekadar idola bagi Afgan, melainkan sosok yang membimbingnya menemukan karakter suara yang kini dicintai oleh jutaan orang.

Tantangan Afgan Berkolaborasi Bersama Erwin Gutawa

Afgan Reuni Bareng Erwin Gutaawa Setelah 11 Tahun Lewat Retrospective.2.jpg
Instagram.com/eg.erwingutawa

Satu hal yang unik dari hubungan kerja Afgan dan Erwin Gutawa adalah kegemaran mereka terhadap tantangan ekstrem dalam bermusik. Erwin dikenal sebagai music director yang sangat detail dan kerap memberikan tantangan teknis yang tidak biasa.

Namun bagi Afgan, hal tersebut justru menjadi proses yang menyenangkan. Mulai dari pengaturan napas yang panjang hingga transisi antar lagu yang rumit, semuanya dijalani demi menghasilkan pertunjukan yang maksimal.

“Om Erwin itu selalu menantang saya. Dari konser 2015 saja, napas saya dikulik habis-habisan sampai ke detik-detiknya. Tapi jujur saya senang banget digituin, karena saya memang suka tantangan dan itu yang bikin konser ini terasa sangat spesial dari biasanya,” tutur Afgan pada Rabu (13/5/2026).

Pada konser Retrospective kali ini, tantangan terbesar mereka adalah memadukan nuansa musik elektronik R&B dari album terbaru Afgan dengan kemegahan aransemen orkestra klasik.

Afgan pun ingin membuktikan bahwa musik modern hingga trap tetap bisa terdengar elegan lewat sentuhan musikal yang tepat. Semangat untuk terus keluar dari zona nyaman inilah yang membuat konser tersebut dipastikan menghadirkan pengalaman baru bagi para penonton.

Sampai jumpa di kursi penonton pada 18 Juli mendatang, ya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More