Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perhatikan, Ini 6 Tanda Mama Butuh Detoks Media Sosial
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media - Popmama.com/ Novy Agrina
  • Studi menunjukkan hubungan antara penggunaan media sosial berlebihan dengan depresi dan kesepian, sehingga penting mengenali tanda-tanda perlunya detoks digital.
  • Tanda umum termasuk doomscrolling, FOMO, selalu memikirkan konten, mudah terdistraksi notifikasi, serta muncul rasa iri terhadap kehidupan orang lain di media sosial.
  • Jika keluarga mulai protes karena perhatian teralihkan ke ponsel, disarankan segera rehat dari media sosial demi menjaga kesehatan mental dan hubungan pribadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebuah laporan mengenai tanda-tanda seseorang, khususnya para ibu, yang sudah membutuhkan detoks dari penggunaan media sosial karena dampak negatif terhadap kesehatan mental dan hubungan keluarga.
  • Who?
    Para pengguna media sosial, terutama para ibu yang mengalami kecanduan atau ketergantungan terhadap aktivitas daring seperti doomscrolling dan FOMO.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di lingkungan rumah tangga dan kehidupan sehari-hari pengguna media sosial, tanpa batas wilayah tertentu.
  • When?
    Fenomena ini berlangsung secara terus-menerus dalam keseharian modern; waktu spesifik kejadian tidak disebutkan secara pasti.
  • Why?
    Kebutuhan detoks muncul karena penggunaan media sosial berlebihan dapat memicu stres, depresi, rasa iri, serta menurunkan kualitas interaksi dengan keluarga.
  • How?
    Tanda-tandanya meliputi kebiasaan doomscrolling, FOMO, distraksi notifikasi, fokus pada konten harian, rasa iri terhadap postingan orang lain, serta protes dari anggota keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mama suka main sosmed terus sampai lupa waktu. Kadang Mama jadi sedih, takut, atau iri lihat orang lain di sana. Mama juga sering pegang ponsel pas anak mau diajak main. Kalau begitu, Mama harus istirahat dulu dari sosmed biar hati senang lagi dan bisa sayang keluarga dengan baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini menyoroti sisi positif dari kesadaran diri dan kepedulian terhadap kesehatan mental di era digital. Dengan mengenali tanda-tanda kelelahan akibat media sosial, seseorang diberi kesempatan untuk mengambil jeda, menata kembali prioritas, serta memperkuat hubungan dengan keluarga dan teman dekat melalui interaksi yang lebih nyata dan bermakna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seringnya, seseorang tidak sadar bahwa dirinya sedang bermasalah karena sosial media. Bahkan menurut studi dari Journal of Social and Clinical Psychology mengungkapkan adanya keterkaitan antara media sosial dengan depresi dan kesendirian. 

Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui bagaimana tanda-tandanya. Dengan begitu, kamu bisa mengerem dan memperbaiki diri terlebih dahulu. 

Dirangkum Popmama.com, inilah beberapa tanda Mama sudah perlu detoks media sosial. 

1. Melakukan doomscrolling

Pexels/Pixabay

Doomscrolling adalah sebuah istilah yang digunakan bagi mereka yang terus mencari kabar buruk di sosmed, terus membacanya, dan merasakan cemas serta ketakutan. 

Rasa penasaran ini tak bisa berhenti dan terus bertambah semakin hari. Saat melakukan doomscrolling, kamu merasa puas karena telah mencari tahu berita buruk. 

Di masa seperti ini, doomscrolling bisa makin parah dan berujung depresi. Jika kamu sudah sering merasa khawatir tanpa alasan, terlebih setelah melihat media sosial, berarti saatnya melakukan detoks. 

2. Mengabaikan banyak hal untuk tetap update

Freepik/cookie_studio

Fear of Missing Out atau FOMO bisa jadi tanda selanjutnya. Mama akan terus mencari tahu apa saja yang sedang viral saat ini, tak peduli berapa banyak kewajiban yang harus dilakukan. 

Mama bisa membiarkan anak-anak tetap nonton TV berlama-lama asal kamu bisa tetap main ponsel. Bahkan, rela memberikan menu yang sederhana pada anak asal tidak mengganggu waktu untuk berselancar di media sosial. 

Pada ujungnya, kamu kehilangan banyak waktu untuk mengurus kewajiban demi tetap update

 

3. Selalu memikirkan konten setiap hari

Freepik/freepic.diller

Mama tak bisa menjalankan hari dengan begitu saja. Selalu ada yang dipikirkan agar bisa memberikan konten menarik di media sosial Mama. 

Meski di rumah, Mama rela mengatur anak agar bisa dipotret dan dijadikan konten. Begitu juga saat sedang masak, selalu menyempatkan untuk memposting proses atau hasil akhirnya. 

Juga, Mama bisa menghabiskan banyak waktu untuk membuat caption yang sempurna. Jika sudah begitu, sama saja Mama membentuk kehidupan yang palsu, kini saatnya rehat sejenak. 

4. Selalu terdistraksi dengan notifikasi

Pexels/Cristian Dina

Salah satu tanda orang kecanduan ponsel adalah tidak bisa jauh dari ponsel dan merasa khawatir saat baterai habis. Satu lagi, kamu selalu menyempatkan diri untuk membalas notifikasi yang masuk. 

Setelah membalas notifikasi, Mama malah melanjutkan browsing dan berlama-lama dengan ponsel. Alhasil, banyak pekerjaan yang malah jadi tidak selesai karena kerap terdistraksi. 

5. Sering merasa iri dengan orang lain di sosial media

Freepik/drobotdean

Tadinya, kamu merasa baik-baik saja. Sampai pada waktu kamu melihat postingan teman yang terlihat begitu bahagia. Kemudian kamu merasa tidak puas dengan kehidupan dan protes pada pasangan. 

Ini adalah salah satu pemicu yang bisa berakhir menjadi hal besar. Sayangnya, ini dialami banyak orang, tanpa disadarinya. 

Pada dasarnya, media sosial adalah tempat untuk pamer kehidupan yang sempurna. Inilah hal yang harus kamu sadari. Jika kamu kerap merasa iri dengan postingan orang lain, maka ini jadi tanda kamu harus segera melakukan detoks sosmed. 

6. Keluarga sering protes saat kamu memegang ponsel

Freepik

Jika si Kecil sudah sering protes Mama kerap memegang ponsel, saatnya meletakkannya segera. Apalagi jika si Kecil sampai meminta perhatian untuk didengarkan Mama. 

Tak hanya anak-anak, pasanganmu pun sering protes karena kamu tak konsen saat diajak bicara. 

Jika dibiarkan terus-menerus, hubunganmu dengan orang sekitar bisa semakin buruk. 

Bila ada banyak tanda yang Mama alami dari daftar di atas, segera uninstall media sosial yang paling sering dibuka. Semua dilakukan agar bisa menyegarkan pikiran dan menjaga kesehatan mental kamu. 

Ingat, yang terpenting adalah keluarga dan teman-teman dekat. Kamu bisa tetap menghubunginya melalui layanan chat atau telepon. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article